Detik keberangkatan, my first time go to Jakarta

Thursday, October 21, 2010

 waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 am, entah mengapa aku masih terjaga. rasanya mata ini tak bisa lagi terpejam. hanya bisa memandangi jam dan memikirkan kapan jarum jam pendek di dinding menunjuk angka 3. Tak sabar rasanya diri ini melewatkan detik-detik menjelang keberangkatan. Dua jam lagi aku sudah harus berangkat ke bandara.

 heh……. helaan nafas ini terdengar, memecah kesunyian di dalam kesendirianku kala itu. semua terdengar sangat jelas. jam dinding yang berdetak, aliran air di solokan. semua terdengar menyatu di telingaku. kini kucoba memecamkan mata berharap dapat mengistirahatkan otak dan tubuh ini barang sejenak. aku berharap dapat melakukannya. lalu ku set alarm hp, agar membangunkanku tepat pukul 03.00 am.

tterrrrrrr……trrrrrrrr….trrerererererrerre….tererrrrreerrrrr.

alarm berbunyi. ternyata sudah pukul 3. “alhamdulillah...” ucapku dalam hati. aku bisa juga melawan rasa itu. aku baru saja bangun. dua jam aku lewati dengan tidur. aku memang tidak bermimpi indah sesuai harapan namun tetap saja harus disyukuri. Hari ini Allah SWT. masih memberikan kesempatan mempersatukan ruh dan raga ini. “ALHAMDULILLAH YA  ALLAH…..”

 Segera setelah bangun tidur, kuambil whudu lalu melaksanakan sholat tahajjud. sungguh tenang dan damai jiwa ini. ALLAH, ALLAH, ALLAH… menyebut nama ALLAH dalam kesunyian seakan hanya ada aku dan DIA. Dalam sholatku, aku memohon kepada-Nya agar senantiasa dilindungi dari segala mara bahaya, senantiasa mendapat ampunan-Nya. serta tak lupa pula berdoa untuk orangtua, keselamatan dunia dan akhirat, dan untuk umat ini.

 setelah itu aku menunggu lagi, merapikan barang-barang, mengaturnya dalam koper. yah.. mau gimana lagi kopernya baru dikasih sama tante. Tapi ini hanya berlangsung beberapa menit. Nah.. sudah waktunya berangkat. Oh… hati ini rasanya deg-degan…. ini adalah pengalaman pertama masuk bandara dan aku yang akan berangkat.

 

Walau sebenarnya agak sedih karena kakak-kakakku tak bisa mengantar kepergianku. begitu pula dengan orang tuaku yang ada di kampung. Ayah tak bisa mengantarku ke bandara. Tapi yah,,,, untung saja masih ada my aunt and my uncle. they really kinds people. mereka mau mengantarku ke bandara. Alhamdulillah,, karena ini malam-malam jadi tidak ada angkot kesana. so, minta bantuan mereka. thanks, my uncle n my aunt. thank You so Much… I lOve You.

 “Perginya sama siapa?” tanya Om.

“Sama teman om. ada 3 orang jawabku seadanya.

Tapi aku sedang memikirkan hal lain. kira-kira om ngasih uang nga yah???? soalnya uang saku tinggal sedikit. tapi bersyukursih masih ada uang saku. sepanjang perjalanan kebandara, hal itu terus saja berkecamuk di kepalaku. Aduh agak memalukan juga yah..

 Mobil terus melaju. mobil kijang itu terus saja melaju,melewati jalanan sepi ditengah gelapnya malam. lampu-lampu jalan menerangi kegelapan yang sunyi. sesekali ada kendaraan yang lewat. motor maupun mobil. Kini mobil berhenti di lampu merah dekat pembelokan bandara yang terkenal dengan simpang lima itu. menunggu sejenak. tak keluar sepatah katapun setelah percakapan itu. Lampu kini hijau, dan mobil membelok ke arah bandara. Sekarang telah memasuki daerah bandara. berhenti mengambil tiket masuk bandara dan melanjutkan lagi lajunya masuk menuju terminal keberangkatan.

 

Pukul 4.30, akhirnya sampai juga di bandara. Barang-barang diturunkan. Sungkeman sama om dan tante. Sebelum mereka pergi. tiba-tiba saja mereka memberikan uang. Alhamdulillah… Ternyata mereka memberikan uang. “Rejeki nih” kataku dalam hati. Walau itu hanya 50ribu rupiah tapi tak apalah mungkin memang hanya itu rejeki dari-Nya saat itu. Mereka kini telah berlalu pergi, meninggalkan diriku sendiri yang kini berdiri di pelataran bandara Hasanuddin tabpa seorangpun yang di kenal.

 Oh… Sungguh deg-degan.. gimana ya rasanya pertama kali naik pesawat? asyik nga ya….? aduh… deg-degan nih. Rasanya peredaran darahku begitu lancar. udara sangat enak di hirup, mengisi kekosongan otak dengan kesegaran. Terdengar suara Adzan. Tak tau harus sholat dimana. Maklumlah baru pertama kali.

“Ilham, dimana orang sholat???" evhy” aku mengirim message ke ilham. kali aja ilham tau tempatnya dan tak lupa kutulis namaku di akhir smsku.

“sholat di mesjid…”jawabnya.

“mesjid mana? adaka di luar bandara.”smsku lagi.

“Mesjid di luar bandara. adami itu kak nina di bandara” smsnya lagi.

 Akhirnya aku memutuskan untuk masuk saja dulu. untuk check in. lagian sekarang sudah pukul setengah lima lewat. sebentar lagi peawat berangkat. aku masuk setelah melewati pemeriksaan tiket di pak satpam penjaga pintu masuk. lalu melewati pemeriksaan barang. semua jaket dilepas, tas diperiksa di scan menggunakan alat. handpone diletakkan di kerangjang-keranjang kecil dan aku sendiri melewati sebuah gerbang.

Alhamdulillah lancar. tidak ada masalah. agak bingung selanjutnya kemana ya.. aha…… Mataku kini melihat seseorang. seseorang yang aku kenal. kaki ini kemudian melangkah mendekatinya.

“Hai kak, selanjutnya kemana?”tanyaku dengan nada yang akrab.

“Oh,, check in. pesawat apa?”serentak kutunjukkan tiket lionair yang aku pegang.

“oh.. kita sama pesawat. ayo kesana, check innya disana.” dia menunjukka ke arah(aku tidak tau arah mana barat/timur/utara/selatan soalnya nga bawa kompas.. hehehehe..) Di arah itu terdapat banyak deretan stan tempat check in. aku melihat tempat check in ku. tapi, aku agak heran dengan jawaban nya yg ramah tapi seakan-akan tidak kenal dengan ku.

“Tujuan kemana?” tanyanya saat langkah kaki ini menuju tempat check in. saat pertanyaan itu terlontar, aku yakin bahwa kak nina tidak mengenaliku. serentak aku menjawab “samaki kak”. dahinya berkerut, menandakan keheranan pada wajahnya. dengan segera aku berkata “kak nina, ini evhy, kita sama organisasi”. terdiam sejenak sambil berfikir,,”oh…. iya. sory, nda pake kacamataka jadi tidak terlalu saya liat wajuhmu”. “nda papaji kak(nda apa-apa kok)” aku melebarkan senyum di wajahku. wajarlah biasanya memang dia pake kacamata dalam pikirku.

 Akhirnya kami pun ikut menunggu antrian check in bersama. satu per satu orang maju dan tiba jugalah giliran kami. duh senengnya sebentar lagi kami akan berangkat. Setelah medapatkan nomor seat dan nomor bagasi, kaki ini kami langkahkan menuju gate penerbangan yang tertera di kertas yang diberikan setelah check in. Kami menuju gate 6. oh iya, Sholat. kami pun mencari tempat sholat. dan kami temukan. silih berganti kami menjaga barang (whudu dan sholat). selesai sudah sholatnya…. leganya….

 “ngomong-ngomong ilham sama pipi mana ya???" sudah jam segini belum keliahatan. Padahal sebentar lagi kita akan naik ke pesawat” sekarang kami ada di ruang tunggu namun temanku dua orang itu belum juga munjul batang hidungnya dari tadi.

“entahlah…”

“Para penumpang yang ada di gate 6 dipersilahkan untuk memasuki pesawat” terdengar suara dari speaker. ini pertanda kalau sebentar lagi pesawat akan terbang. aku mulai khawatir, jangan sampai temanku itu ketinggalan pesawat. kini aku sudah masuk ke pesawat mencari-cari tempat dudukku sesuai yang tertera di tiket. aduh sungguh padat. orang-orang berlomba untuk menyimpan tas di bagasi atas. dan jalan tengah pesawat yang sempit itu, orang berdatangan dari dua arah. aku merapatkan diri sambil mencari tempat dudukku. mataku mencek semua nomor kursi yang aku lewati. aha… ketemu, kursinya ketemu. aku cuma membawa satu tas ransel, koper di bagasi jadi tidak perlu lagi mencari bagasi atas yang kosong untuk menyimpan tas. Tasku ini akan aku jadikan bantal. hehehe.. begitulah diriku, aku sangat senang memeluk tasku seperti memeluk bantal.

 “COOLLLLLL…” kini aku sudah ada di pesawat. wau…. pertama kali… sungguh sebuah impian yang sejak kecil di nantikan, yang hanya selalu gembira melihat pesawat terbang yang lewat dari bawah. yang hanya selalu bisa berangan-angan, kapan ya bisa liat pesawat yang sedang mendarat. Sekarang tidak hanya melihat tapi juga merasakan. aduh.. senagnya… bahagianya… Tapi, btw teman-teman aku yang dua orang itu dimana ya????

 Aduh.. pesawat sebentar lagi terbang. mereka belum datang juga. kak nina, barada dua kursi di seberang dari tempatku duduk saat ini. Tiba-tiba muncul dua orang dengan nafas terengah-engah… ya, itulah mereka akhirnya muncul juga.

“akhirnya, kalian datang juga? darimana? kenapa lama baru sampai?”tanyaku. mereka lalu duduk, memperbaiki nafasnya.

“tadi lama sekali di jalan. kita lari-lari ini.” jawab salah satunya.

“tapi untunglah kalian masih sempat”.

Kini semua pintu dan jendela ditutup. perintah HP di non-aktifkan, semua duduk ditempat, memasang asbuk pengaman. sebentar lagi pesawat tinggal landas.

Rasanya tak percaya aku benar-benar ada di dalam pesawat.

COOOOOLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Thanks to ALLAH SWT. thanks for my child dream come true….

I waCableGlobe_thumb6nna arround the world, Helping others People. Make connetting for peace. Amin.

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)