Makan mie YAMMI, rasane YumMMIIIiiiii

Sunday, January 22, 2012

Laparrrrr… errrrrrgggg. Perut ini mulai berbunyi sedari tadi. Tak ada makanan. Indomie yang biasa menemani kini telah habis terlahap tadi siang. Roti ada, tapi enggan memakannya. sedari tadi ia telah menjadi santapan yang sesekali masuk dalam mulut ini. Enneggg jadinya tuk memakannya lagi.
 “Aduhhh.. sudah jam 10 malam makanan belum pada datang. ehh.. maksudnya orang yang bawa makanannya belum datang. malah belum sholat lagi nih..” desahku dalam hati.
 Tadinya ingin menunggu makanan datang. setelah makan baru deh, aku pergi sholat. Biasanya jam 8 malam kakakku sudah pulang dari tempat kerja. Aku sudah memesan ayam untuk dibawa pulang. Setibanya nanti aku bisa langsung menyantapnya dengan lahap. Menyantap ketika lapar adalah santapan terenak yang tiada tara. Namun keadaan berkata lain. Hujan terus mengguyur daerah kami dan sekitarnya. Hal ini membuat kakaku terlambat pulang. Aduh… perut bersabarlah, sebentar lagi ia datang. Hanya kata ini yang aku gunakan untuk menenangkannya.

Lama aku menunggu namun tak datang jua. Akhirnya kuputuskan bermunajab kepadaNya. Memohon kepadaNya. Aku lalu mendirikan sholat isya, dan alhamdulillah setelah itu dapat melanjutkan bacaan al-Quranku. Setelah selesai, makanan itu tak datang jua. Akhirnya, kuputuskan beristirahat. Tak ada lagi yang dapat aku lakukan. Biasanya nongkrong didepan laptop buat OL. Tapi kali ini tak bisa. Langganan internetnya telah berakhir hari ini. ohhh.. sedih rasanya.
Dalam lapar ini, aku memutuskan untuk tidur saja. Pikiranku hanya tertuju padanya. Tempat tidur empuk di depan mata. Dari pada menahan lapar yang entah kapan berakhir, akupun berbaring di tempat tidur. Berharap rasa lapar ini bisa hilang. Aku mematikan lampu dan memperbaiki posisi yidur yang enak. Kupejamkan mata kali ini sambil mendengarkan kaset Quantum Ikhlas. Aku memutarnya dari HPku. kaset ini untuk mengupgret otak kita ke gelombang alfa. Gelombang dimana pikiran berada dalam kondisi nyaman, damai, dan ikhlas.
Suara hujan terdengar sangat keras membunyikan atap rumah. Suara itu membentuk alunan nada hujan dengan hembusan angin yang sekali keras, lambat, diam, keras lagi dan akhirnya diam. Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka. Terdengar suara, ya.. itu suara kakak. Hore ia akhirnya pulang juga. Ia menyalakan lampu. Mataku tertuju pada kantongan hitam yang ia letakkan di lantai.
“Ada kita beli??” tanyaku.
“ada, tapi Bukan ayam..”jawabnya singkat.
“yahh,…” sejenak aku kecewa. Namun tulisan yang aku tempel di dinding kamar mengingatkanku untuk selalu bersyukur.
 “Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri yang banyak” (H.R.Ahmad)
Sebuah sms masuk di Inboxku hari ini. Sms yang mengingatkan untuk senantiasa bersyukur. Sms dari seorang sahabat lama. Sahabat yang tak pernah kulihat lagi sejak beliau sudah menyandang gelar sarjananya. Namun ia adalah sahabat yang setia, manis, dan berbudi. Ku rindukan mu..
Setelah mendapat sms itu, aku langsung menulisnya di kertas dan menempelnya di dinding. Agar tulisan ini dapat sensntiasa mengingatkanku untuk mensyukuri segala hal mulai dari yang paling kecil sekali pun. Terima kasih sahabat. Semoga kau disana tetap dalam lindunganNya. Amin!
“jadi, beli apa kak?” tanyaku lagi.
“mie yammi..”jawabnya singkat.
Karena lapar, segera aku membuka kantongan hitam itu dan membuka bungkus makanan itu.
“Ini mangkoknya” kakak mengulurkan tangan dengan dua buah mangkok. aku mengambil mangkok-mangkok itu. Dengan segera aku menuang mie dan kuah yang masih hangat. Aku mencampurnya dalam mangkok. Ini dia mienya:
DSC06547
  Nah, bisa lihat kan mienya. Yummiiii….
  Saking laparnya, benar-benar yumiiiii nih mie.
  Namanya juga mie YAMMI, pasti yummiiiii deh.
  kalian pasti sudah coba sendirikan?


  Enaknya benar-benar maknyuuusss di mulut.
  Aku hampir menghabiskan satu mangkok besar ini.
  Maklum lah orang laperr.. nga’ bisa ditahan. hehehe Smile
  Yang sisa tinggal sedikit mie sama airnya. Sayang tak sempat
  foto pas udah kenyang. hhuuuffff.. Kenyang.. Mantaffff Thumbs up
 Akan merindukan ini lagi. Makan mie yammi semangkok besar. Bisa dibilang perpaduan antara lapar sama doyan. heheheheheEmbarrassed smile Bowl

@myroom with my sister

You Might Also Like

1 komentar

  1. lain kali makan lagi deh..
    tapi maunya di traktir.. hehehehehe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)