At Home, Code Bule

Wednesday, November 06, 2013

 

Bismillah.
Time to qrite something before sleep.
Today I just at home. Menikmati liburan sambil berkumpul bersama keluarga. Hari ini kakak cantik memasak ikan bakar plus sambel dabu dabu (kata org makasar) sama nasi. Mantappppp sekaliii. Baru kali ini makan dengan lahapnya sampai nambah :).
Hmmm.. cuaca begitu panas d siang hari. Kakak menyruhku pergi membeli es batu dan sirup (minuman berasa). Jadi aku pun berangkat dan membeli.... terenggggg... 2 es batu dan 6 bungkus marimas rasa mangga. Sesampai d rumah langsung saja d racik oleh kakak tercinta. Dan.. gleg.. gleg.. gleg.. ahhhhhhh... nikmatnya. Haus dan panas yang terasa sedari tadi berasa nikmat dan adem saat ini. Sungguh menyegarkan meminun minunan dingin di cuaca seperti ini. (Nga takut masuk angin) .. hmmmm... yang penting nikmatnya dlu aja lahhh.. (hehehehe.. dasarrr..).

Oh iya malamnya aku menonton sebuah drama jepang. Judulnya "code blue". Film ini bercerita tentang petualangan dokter intern d sebuah rumah sakit. Bagaimana mereka berjuang untuk menyelamatkan sebuah nyawa? Bagaimana mereka menghadapi orang2 yg berada di ambang kematian? Bagaimana mereka berada di ruang operasi mengutak atik isi tubuh manusia. Mulai dari perut, otak, dan bagian tubuh lainnya. Sungguh sangat menegangkan dan mengharukan.
Saya sendiri sampai nangis tiada henti hingga the end of drama. Sungguh mengharukan dan menguatkan hati. Dlm benakku sempat terlintas apakah dokter disini juga merasakan hal yang sama. Satu hal yg aku tangkap adalah menjadi seorang dokter benar2 harus kuat, berani mengambil keputusan, tidak nerves menangani pasien, care of their pasien sampai mereka bisa dinyatakan pulang. Dan di drama ini benar2 membuktikan bahwa dokter di jepang sungguh sangat istimewa. Jika aku menjadi dokter sanggupkah kulalui semua itu?
Dulu cita2 semasa kecil, jika ditanya "mau jadi apa ketika besar nanti?"
Yahhh saya 1 dari 10 orang yanh mengatakan "mau jadi dokter". Their feeling is so so strong! "You must became strong docter". Huuufffg... jadi buat dokter di seluruh dunia, be the great n strong docter, do the best as much as you can ♥♡♥
I also remember one of shin. Baru saja ada panggilan gawat darurat untuk docter helli. Dpcter helli adalah program sebuah rumah sakit di jepang yang mengunakan helicopter untuk mengirimkan dokter jika ada laporan darurat.
Orang yang akan dikirim terdiri dari 3 orang, yaitu 2 dokter dan 1 perawat. Rumah sakit ini bru saja mempekerjakan 4 org intern. Ke 4 org ini akan dlatih yang nantinya dapat dikirim menggunakan helli ini.
Suatu ketika ada panggilan darurat masuk.. bib.. bib.. bib.. dokter helli panggilan dokter helli..
Mereka pun segera berlari menuju hellicopter. Yang bertugas ketika itu adalah 1 dokter intern bernama shirin.. dan senior ahli yang merupakan pembimbing mereka namanya k-sensei (lupa panjannya intinya inisial namanya k.. hehehhe. Maklum pelupa). Dan satu lagi seorang swnior perawat yg berpengalaman.
Sebuah ledakan terjadi d sebuah pabrik mereka pun menuju kesana. Ledakan ini mengkibatkan beberapa orang luka-luka.
"Dokter.. dokterr.. ada pasien di dalam sana"
Shin.. (dokter intern cewek) yg berada d lokasi seketika berlari masuk.
"Tungguuuuu... " k-sensei berteriak sambil berlari mengikuti shin..
"Tungguuu..." shin berhenti dan menoleh. Mereka sudah berada di dalam gedung pabrik.
"Tunggu.. kau tidak boleh masuk begitu sj d daerah ledakan" kata sensei.
"Eh...." dan tiba2 sj besi dr atas terjatuh. Hqmpir saja mengenai shin tapi di dorong oleh sensei. Alhasil. Sensei tertimpa besi tersebut dan menimpa tangan sebelah kanan. Shin gemetaran dan tak bisa apa2. Sungguh shock melihat keadaan pembimbingnya itu.

Bantuan kini datang. Dua intern lainnya d kirim ke tempat yang sama untuk menolong. Hmmm.. its so sadd when sensei said "just cut it". Ohhhh... jari tangannya sudah tak merasakan sakit. Aliran darah berhenti menuju tangan kiri. Demi menyelamatkan sang sensei, aisawa mengambil keputusan itu. Ia memotong lengan kanan dan membawa sensei segera ke rumah sakit dengan helikopter.

Setelah itu, jadilah ia kehilangan tangannya. Namun aisawa mencoba operasi penyambungan kembali. Dan hasilnya dapat di sambung kembali. Kalian pasti berucap Alhamdulillah... tapi tidak sampai disitu saja. Memang tangan itu berhasil tersambung. Namun hanya sekedar terpasang, karena di butuhkan waktu untuk membuat otak syaraf tersambung kembali sehingga mampu memberikan perintah kpd tangan untuk bergerak. Jadilah tangan itu tinggal tangan yang tak bisa apa2.

Bagaimanakah nasib shin? Hmmmm... ada yg menebak pasti trauma. Yup, shin benar2 merasa bersalah akibat kelalaiannya. Tak lama kemudian di adakan rapat dewan pemimpin. Ke 4 intern dan hellicopter crue serta cheif of hospital di sidang. Untungnya mereka tidak d keluarkan karena pembelaan dari pihak pihak rumah sakit. Shin hanya bisa gemetaran dan sangat khawatir. Ia lalu menemui sang sensei yg terbaring d ruang pasien.
Baru saja ia memasuki ruangan dan mendekat tiba2 saja "aku tidak ingin melihatmu lagi" sang sensei berkata.

Shin keluar dan berlalu pergi. Bib..bib..bib..dakter helli.. dokter helli.. panggilang gawat darurat datang. Shin segera berlari menuju hellicopter ketika semakin mendekat ia teringat kejadian sensei membuat jiwanya sesak dan terjatuh. Aisawa lalu menggantikan posisinya
"Pergilah aku tidak apa2" ucapnya. Dia benar benar mengalami trauma yg sangat dalam.
Ia lalu berpikir untuk resign dari rumah sakit.

Sekarang ia berada di ruang cheif of hospital untuk menyerahkan surat resign sambil menunduk sedih.
"Aku akan menyimpan ini untukmu. Sebelum kau meninggalkan ini pikirkanlah baik baik. Sekali kau meninggalkan ini maka kau takkan pernah kembali" Dia hanya diam dan berlalu pergi sambil berpikir. Semua teman2nya berusaha menyemangatinya.
"Tidak ada lagi tempatku untuk berbagi, yang membantuku ketika pusing, tempatku bertanya jika ia pergi"
"Kau membicarakan tentangku" kta shin.
Temannya mengangguk..
"Tidak ad lagi yang bisa saya bully klau kau pergi".
***
Aizawa sedang duduk d pinggir lapangan tempat hellicopter itu berada. Dia sedang berpikir tentang kejadian sensei. Menurutnya dia mengambil keputusan yang salah dengan memotong tangan sensei waktu itu. Yg menyebabkan ia kehilangan tangan dan walaupun tangannya bisa bergerak kembali ia tidak d izinkan untuk melakukan operasi. So saddd...
"Apa yg lau pikirkan?" Pak helli datang (yg menerbangkan hellicopter hehehehhe. Namanya lupa lagi.. maaf yaaa).
"Aku hanya berpikir, jika saat ini aku kehilangan tangan ini. Apa yg akan aku lakukan?"ucap aisawa dengan muka yang cool dan datar as always.
"Hmmm.. you know what is important? Being alive is everything for human. If you not alive, nothing can start"
Selanjutnyaaa.... nonton aja yaa kisahnya. Hehehehhe. Maaf bukannya pelit cerita. Tp feelnya bakalan lebih dapet klo nonton. Dan masih banyak lagi pelajaran yang bisa di ambil di dalamnya. Dan bagi kamu yang masih koas atau masih menjalani pendidikan dokter di kampus. Filmnya cocok sekali untuk kalian
****
Being alive is everything for human. If not alive, nothing can start... this is really mean a lot. Yuuppp setuju banget. Selama kita masih hidup, syukuri apa yang ada. Selama kita masih hidup pasti ada sesuatu yang bisa kita lakukan. Just think what we can do with our ability and condition noww.

Okay that's all todayyy...
Selamat tidur semuanyaa
Love youuu :)

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)