Pencarian Hari ini #2

Thursday, July 24, 2014

Bismillahirrahmanirrahim.

DSC03706Setelah dari mutil, aku masih ingin mencari buku yang belum aku temui disana. Kuputuskan pun untuk ke toko buku lain di Tempat perbelanjaan di jalan Perintis. Sebut saja M-Tos. Disana ada sebuah toko buku yang senantiasa discount. “Hmm.. ada baiknya kesana dulu. Paling tidak lihat-lihat saja dulu. Siapa tahu nemu buku yang itu” pikirku.

Sebelum ke mutil sebenarnya memang berencana juga kesana. Namun jika menemukan semua buku yang aku cari maka tak perlu lagi kesana. Niatku jika memang tak ada. Maka jalan kaki saja ke Toko buku sana. AKhirnya niat itu pun terlaksana. Aku pun jalan kaki ditengah terik panas matahari.

Walau begitu, tak mengurunkan niatku. Jalan saja, nanti juga sampai kook, gumamku dalam hati. Aku pun berjalan dan berjalan. Kadang sedikit-sedikit berhenti karena harus menyebrangi ujung lorong yang sering dilalui motor atau [un mobil untuk masuk ke lorong.

Setelah sekitar 15 menit berjalan, Alhamdulillah, sampai juga. Aku sudah melihat jembatan penyebrangan. Tinggal menaikinya dan menyebrang sampailan di M-Tos. Dengan senang hati aku melangkahkan kaki.

Memasuki area perbelanjaan sebelum masuk ke dalam, aku melihat sosok yang kukenal. Itu kak Ifa, kakak seniorku. Aku senyum melihatnya. Ingin mulut ini berterik menyapa. Namun, tiba-tiba bungkam. Aku melihatnya sedang menghubungi seseorang dan ia baru saja selesai berbelanja. Nampaknya ia buru-buru. Wajahnya amat serius. Kuurunkan saja niatku untuk menyapa.

Aku lanjut masuk ke mall kecil itu. Segera aku menuju toko buku yang dimaksud. Disana ramai sekali oleh pengunjung. Maklum di tempat ini menyediakan banyak diskon baju khusus untuk edisi lebaran nanti. Wah, enak juga. Tapi niatku membeli buku. Tak kulirik satu pun baju-baju itu. Agar aku tak tergoda. Uang ini terbatas.

Setelah melewati 2 eskalator, sampailah di toko buku. Aku pun menitikan tas lalu melihat-lihat buku. Langsung saja ke bagian buku Islam. Buku islam terletak di ujung kanan. Jika masuk pintu pertama lewat penitipan barang, harus belok ke kanan lalu lurus saja. Sampailah kita di rak-rak itu.

Aku melihat-lihat sejenak. Mataku tiba-tiba berbinar. Wah, bukunya ada disini. Mataku tertuju pada buku yang aku idam-idamkan.

“Muhammad Al-Fatih” wah.. ucapku dalam hati. Seperti biasa aku akan mengecheck harga buku itu. Jleb!!!!!!

“Wah, mahal juga yaaa.. hehe” aku berkutat dengan hatiku sendiri. Tapi aku masih memegangnya. Membawanya melihat buku-buku yang lain. Aku pun pindah ke rak di belangnya. Rak buku islam ada sekitar 4 rak. Rak-rak ini di jejer paralel.

“Wah, ada lagi ini bukunya. Buku How to master your habit dan buku Beyond The Inspiration karya ustadz felix. Wahhhhh..” sekali lagi mata ini berbinar. Ku ambil buku itu. Lagi-lagi Jleb!! Mahal. Buku pertama harganya sekitar Rp. 78.000,-, buku ke 2 harganya sekitar Rp. 52.000,-, sedangkan buku ke-3 harganya sekitar Rp. 68.000,-. Ohh ya Allah mahal juga buku-bukunya.

Tapi niatku tak dapat di tepis. Aku tetap berniat membeli buku-buku itu. Aku melihat-lihat kembali. Mataku tertuju ke beberapa buku. Banyak buku-buku teman-teman penulis yang sedang mengadakan Give Away (GA). Sebuah ajang sederhana, menurut aturan yang mengadakan acara tersebut. Jika menang akan dapat hadiah. Hadiahnyapun bergantung pada sang penyelenggara. Hadiahnya tentu saja di umumkan ketika GA ini dibuka.

Aku senyum-senyum sambil meihat buku-buku itu. Rasanya sungguh syukur bisa tahu ada buku-buku itu beredar sebelum melihatnya di toko buku. Apalagi bergabung dengan komunitas penulis di FB. Walau hanya berteman di dunia maya, tapi rasanya sudah mengenalnya. Mataku tertuju lagi pada buku tentang sholat tahajjud. Akhir-akhir ini aku sedang mencari buku-buku tahajjud. Ini sebagai referensi untuk buku yang ingin aku garap. Semoga saja aku bisa membereskannya sebelum bulan Desember. Amin.

Setelah lelah mencari. Aku lalu memutuskan membeli 3 buku lagi. Buku tersebut adalah How to Master Your Habbit, Beyond The Inspiration, dan Kisah Keajaiban pengamal tahajjud, dhuha dan Puasa. Walau dengan sedikit berat hati mengganti buku Muhammad Al-Fatih 1453 dengan buku yang lain. Tapi tak apalah. Insya allah kalau ada rejeki balakan di kasi sama Allah swt. Segera aku melangkahkan kaki menuju kasir. Dikasir aku harus menunggu antrian. Walau cuma 1 orang saja di depanku. Ini takkan lama. Ya! Kini giliranku.

“Mba’ maksudnya yang kartu itu apa ya?” Aku memberanikan diri bertanya tentang promo yang terpajang di belakang kasir.

“Oh itu, kartu member. Jika di isi sekarang, cuma isi 45.000, pop-up sampai 50.000,-“ Ucap mba itu menjelaskan.

“Ohh.. terus gimana caranya?”tanyaku lagi. Hatiku tertarik olehnya.

“oh.. tinggal daftar mba. yuk kesebelah sini” ucap sang penjaga kasir itu sambil menuntun ke sebuah meja customer service. Aku pun mengikutinya kesana. Tempat itu hanya bersampingan dengan kasir. Cukup melangkah 3-4 langkah. Sampailah di kursi customer service.

“Kalau daftar kartu anggota itu apa bagusnya?” Tanyaku lagi setelah duduk di kursi itu.

“Oh, kartu anggota ada 2 mba. yang satu biasa, satunya lagi VIP. Kalau yang biasa hari kamis diskon 10%, 5% hari lain. Kalau yang VIP itu kayak kartu kredit mba. Itu di isi kartunya. Untuk VIP hari kamis diskon 15%, hari biasa 10% mba. Jadi mau yang mana Mba?” Ucapnya menjelaskan, lalu bertanya kembali padaku.

“Ohh.. mba, kalau daftar sekarang bisa langsung di pake kartu buat diskonnya?” tanyaku lagi.

“Bisa mba. Mau daftar sekarang?” tanyanya lagi.

“Hmmm… iya” ucapku.

“Mau yang mana mba?” tanyanya lagi.

“hmm…” aku berpikir sejenak. Sang penjaga kasir yang kini melayaniku di meja customer memainkan komputer yang terletak di sampingnya.

“yang VIP saja mba” ucapku dengan penuh keyakinan.

“Kalau begitu silahkan di isi formulirnya” ia merobek sebuah lembar formulir lalu menyerahkannya padaku. Aku pun mengisinya. Begonya, aku tak melihat-lihat dulu sebelum mengisi. Ah, salah! aku mengisi no.ID dengan samaku. Huhuhu..begini nih kalau ngga’ fokus.

“Mba, saya salah tulis. Ngga’ papa?” ucapku kepada mbaknya yang sedang memaikan komputer menekan tools untuk melakukan pendaftaran kartu anggota. Tak sampai 15 menit akupun selesai mengerjakannya. Kertas itu lalu kuserahkan ke penjaga kasir itu.

“Tunggu ya mba” ucapnya sambil mengambil lembar formulir yang telah terisi.

“Iya” ucapku di ikuti anggukan.

Kartu nya sudah ada.

“Mba mau isi berapa??” ia bertanya lagi. Oh iya, kan bukunya harus dibayar pakai kartu itu. Jadi harus di isi.

“hmmm….” aku berpikir sejenak sambil mengeluarkan uang. Aku menegluarkan uang sejumlah 190.000,-.

“Total Harga buku yang itu memangnya berapa mba?” tanyaku kembali. iya pun mengambil sebuah kalkulator lalu mulai menekannya. Ia menunjukkan hasilnya padaku. Disitu tertulis 166ribu++.

Berarti harus isi Rp. 200.000,- ya. Aku pun berpikir. Agak lama, mungkin sekitar 5 menit. Kalau aku menyerahkan uang 200.000,- berarti uangnya habis dong. hmm.. gimana yaa. Bingung.

“Mba 150rb bisa??” tanyaku lagi.

“Ngga’ bisa mba. Ngga’ sampai ininya” ucapnya sambil menunjuk ke hasil kalkulasinya tadi. Oh iya, yah..

“Ini saja mba’. Jadinya 200.000,-“ ucapnya sambil memengang uang yang tadi aku keluarkan. Aku mengangguk saja walau masih bingung. Kami pun menuju kasir kembali menyelesaikan transaksi. MBa’nya sungguh cepat dalam berhitung. Maklum juga sih menggunakan mesin penghitung. Walau begitu terasa cepat sekali iya menyebutkannya.

“Kayaknya ada buku yang diskon 15%” ucapnya. Ia pun melihat-lihat bukunya.

“Oh semua bukunya diskon 15%. Semua buku islam diskon 15% selama ramadhan” lanjutnya sambil memasukkan perhitungan di mesin kasir. Semua terjadi begitu cepat. Kini bukuku sudah di tangan.

Walau aku masih bingung. Aku senang karena telah membeli buku. Saat meninggalkan kasir itu. Namun, otakku masih memikirkan bagaimana caranya mba’ itu berhitung. Aku lalu berpikir-pikir. Semestinya ada kembaliannya 5000,- kan. Kok ngga’ ya. Aku terus berjalan menuju eskalator turun. Otakku masih terus berpikir.

Akhirnya sampai juga di lantai dasar waktunya untuk pulang. Aku berusaha memahami. Aku pun melihat struk yang ia berikan. Rp. 45.000 x 4 = 180.000,-.

Ahhh… akhirnya aku mengerti juga. “cocokmi (sudah cocok, red)” gumamku sambil mengangguk-angguk. Tadi uangku 190.000,- di kembalikan 10.000,-. aku hanya membayar Rp. 180.000,- untuk pengisian kartu Rp. 200.000,- jadi untung 20.000,-. Pembayaran registrasi kartu jadinya juga melalui isi kartu itu. Wah, jadi hemat. Akupun senyum-senyum setelah melewati pergulatan dengan kali-kalian. hhihihihi (ketawa dalam hati).

Aku menunggu angkot. Wah, angkot 05 tampaknya penuh-penuh. Aku pun tak menaiki angkot yang terlihat penuh itu. Aku menunggu lagi. Wah, mengapa tak datang-datang. Rasanya lama sekali aku berdiri di pinggi jalan itu. Banyak angkot yang lewat. Namun entah mengapa angkot tujuan cendrawasih itu tak ada yang lewat. Kalaupun ada hanya sesekali dan itu penuh.

“ya Allah.. semoga segera angkotnya ada. Begini nih jadinya. Tadi ada angkot tapi di tolak. Akhirnya harus menunggu” ucapku pada diri sendiri. Aku terus memperhatikan-dan memperhatikan angkot yang lewat. “Ya Allah.. tolonglah. Please.. Angkotnya ada ya Allah” ucapku berdoa. Aku terus berdoa. Sungguh lelah diri ini. Habis berjalan sekitar 15 atau hampir 20 menit ke tempat ini. Sekarang harus berdiri lagi.

“Alhamdulillah…” ada angkot. yahhh.. full. Aku was-was dan berdoa lagi. Meminta pertolongan Allah swt. Karena Dialah yang mampu mendatangkannya. Setelah hampir 30 menit berdiri. Alhamdulillah.. ada juga angkotnya.

Hufftttt..

Terima kasih ya Allah. Aku pun naik ke angkot yang hampir penuh. Namun ini masih bisa menampung 2 orang. jadi masih agak longgar. Terima kasih Ya Allah. Karena lelah dan kantuk yang sedikit menyerang. Aku hampir tidur di angkot. Tapi dikarenakan macet. Ku urunkan niat itu. Belum lagi aku tak duduk di ujung. Hampir saja aku menambarakkan kepala ke bahu kepala orang lain akibat kurang konsentrasi dan hapir tertidur. Ya Allah harus tahan-tahan.

Aku berusaha menahannya. Alhamdulillah, 45 menit kemudian sampailah di ujung jalan menuju rumah. Aku berjalan kembali. sampai di rumah, langsung menuju ke kamar yang hanya butuh melangkah 10 langkah dari pintu rumah. langsung saja kurebahkan tubuh ini ketika melihat kasur empuk itu. Aku hampir tidur, namun merasa haus. Karena sedang tak puasa, aku pun membeli es batu.

Lalu menikmati tegukan air es yang telah di campur minuman rasa mangga. Ohhh… ya Allah… Leganya. Dahaga kini hilang. Sungguh, lelah tubuh ini hari ini. Namun, senangnya bisa dapat buku. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah.

Ayah tiba-tiba datang kerumah sore hari. Senang lagi rasanya. Esoknya tambah senang. Karena uang jerih payahku bisa aku berikan sebagian kepadanya. Walau hanya selembar uang merah. namun, melihat senyumnya membuat hati ini teduh.

Alhamdulilahirabbil`alamin.

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)