Terima kasih teman

Wednesday, July 09, 2014

Bismillahirrahmanirrahim.

****

Slide2Siang itu waktu sudah menunjukkan pukul 1 lewat 15 menit. Dengan buru-buru aku menuju musholah yang tak jauh dari laboratorium tempatku berada saat ini.
“Aduh WCnya penuh lagi.”gumamku dalam hati. Dengan sabar aku menungggu dan akhirnya tiba juga giliranku. Segera aku mengambil air wudhu lalu menuju musholah dan sholat.

Setelah sholat ku rapikan kembali alat sholat yang baru saja aku gunakan. Disana ada juniorku yang baru saja selesai membaca Al-Qur’an. Aku pun senyum padanya. Kulihat ia memegangi Al-Qur’an itu. Dari dulu aku juga ingin memiliki Al-Qur’an yang sama seperti yang ia pegang saat ini.

“Nur, beli dimana Al-Qur’annya?”Tanyaku pelan.
“Biasa kak di toko buku.” Jawabnya sambil senyum.
”Hmm.. sekarang harganya berapa ya? Aku juga mau punya yang seperti ini. Ringan untuk dibawa-bawa. Selama ini jarang bawa Al-Qur’an soalnya punyaku berat nur.” Gumamku.

“Oh gitu.. kalau mau ambil saja yang itu. Insya Allah mau beli yang baru” ucapnya tiba-tiba. “Eh, beneran nih” gumamku dalam hati.

“serius?” aku pun tersenyum dan ku ulangi 2x ucapanku itu. Ia pun mengangguk.

“Wah, makasih ya Nur. Selama ini aku selalu ingin punya Al-Qur’an yang kayak gini. Beneran kan nih buat aku?” Ucapku dengan penuh senang.

“Iya, sama-sama. Dibaca ya kak ya” Ucapnya.

“Insya Allah. Sekali lagi makasih ya.” ucapku lagi sambil tersenyum menggenggam Al-Qur’an pemberian nur. Senang sekali rasanya. Kami berdua lalu tersenyum.

Syaamil Quran yang selama ini aku idam-idamkan kini sudah ditangan. Diberi gratis oleh Allah swt. Terima kasih teman.

“Insya Allah, kalau ada rejeki akan segera aku gantikan Al-qur’an untukmu juga. Aku akan membelikan untukmu sebagai hadiah dariku. inysa Allah” gumamku dalam hati dan berdoa untuknya. Alhamdulillah ya Allah..

Di lain waktu, kami pun bertemu kembali. Rejekinya sudah ada. Alhamdulillah. lalu kutanya lagi ke Nur.
“eh, sudah punya Al-Qur’an yang baru belum?” Tanyaku padanya di mushollah yang sama. Ia baru saja melaksanakan sholat.
”Alhamdulillah, sudah kak. Di beliin sama temanku” ucapnya sambil melipat mukena yang baru saja di pakainya.
”Oh, Alhamdulillah, nur dapat Al-qur’an baru juga dari teman ya.” kami berdua pun tersenyum kembali. Agak kecewa tapi tetap saja Alhamdulillah.

****

Alhamdulillahirabbil’alamin.

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)