Walau hanya ini, Aku senang

Wednesday, July 23, 2014

Bismillahirrahmanirrahim.

Walau hanya iniMalam sudah larut. Aku masih terjaga. Aku harus menyelesaikan cerpen untuk di ikutkan lomba. Deadlinenya adalah hari ini. Jadi harus segera selesai.

Dua hari ini ayah menginap di rumah. Alhamdulillah masih bisa sahur bersama beliau. lama tak berjumpa. Jarang pula sahur bersamanya semenjak aku mulai menetap di Makassar dan jarang pulang. Senang sekali rasanya.

Baru-baru ini aku membaca tentang pentingnya berbakti kepada orang tua. Penulis membuatku tergugah dan terguncang akan apa yang ia tulis dalam bukunya. Seakan akulah lakon yang ia bicarakan. Hmmm…

Seakan nasib ini berpihak. Ayah ada disini. Ini kesempatan emas. Saatnya berbakti. Memanfaatkan moment-moment bersamanya. Sungguh indah.

Hal terindah adalah ketika menyendokkan nasi ke piring sang ayah. Sungguh betapa senang hati ini. Apalagi sahur ini akulah yang menyiapkan sahur untuknya sebelum ia pulang ke kampung halaman.

Tunggu aku ayah. Aku akan menyusulmu. Segera. Insya Allah :D

Teman, bagaimana dengan dirimu? Apakah engkau mengalami hal yang sama? Bagaimana perasaanmu? Senang Bukan? Lega rasanya hati ini.

Semoga bakti ini bisa terjaga selanjutnya. Semoga silaturrahim dapat aku bangun di era ini. Era dimana jauhnya tempat bukalah penghalang untuk berkomunikasi. Bukanlah penghalang untuk saling menyapa. I love you my father. I love Allah.

Alhamdulillahirabbil`alamin.

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)