Yuk, Bangun Istana Kita

Saturday, July 05, 2014

Bismillahirrahmanirrahim.

downloadEntah apa yang kupikirkan saat ini. Tiba-tiba saja teringat sebuah hadis Rasulullah saw. tentang salah satu keutamaan sholat dhuha.
“siapa yang mengerjakan sholat dhuha 12 rakaat, maka Allah akan membangunkan istana (rumah dari emas) di surga” (HR at-Tirmizi dan Ibnu Majah)

Jadi pengen ya Allah. Amin. Lalu pikiran beralih ke masa depah (alahh…). gimana jadinya ya kalau nanti punya anak. #widih.. udah ngomongin anak, nikah aja belom.Nikah dulu gih. Kan ceritanya lagi mikirin masa depan. hihihi…#

Jadi, pengen deh kalau punya anak, bisa melaksanakan hadis Rasulullah saw. tiba-tiba pembicaraan ini muncul dalam benak.

“mau kemana?” seorang anak bertanya ke pada anak kita.
”mau bangun istana” jawab anak kita. Si anak satu heran. Dalam benaknya, anak ini gila atau apa ya? Masa pagi-pagi gini bilangnya ngawur. emang bisa bikin istana?
”Maksud kamu apa? memangnya kamu bisa?” tanya anak tadi lagi.
”Insya Allah bisa kok. Kan Allah sudah janji” jawab anak kita. anak tadi tambah heran.
”Memangnya Allah janji apa?” tanyanya lagi.
”Rasulullah bilang kalau kita sholat dhuha 12 Rakaat nanti Allah akan membangunkan istana di surga” jawab anak kita.
”oh ya? siapa yang bilang” tanyanya lagi.
”ibu aku.” jawabnya singkat.
”ibu kamu sering ngajarin kamu ya. beda sama ibu aku. ibu kamu keren. Aku juga mau punya ibu seperti kamu” ucapnya tiba-tiba. mereka tersenyum bersama.
”Aku sholat dulu ya”ucap anak kita.
”Aku ikut ya.” Ucap anak tadi.
“Ayo” dan mereka pun pergi bersama.

Rasanya jadi aneh. Terus senyum-senyum sendiri. Bahagianya jika punya anak kayak gini. Jika mendengar percakapan ini kira-kira perasaan kalian gimana? Senang, haru, pengen nagis. Inilah berkah pendidikan seorang ibu. Walau hanya ilustrasi paling tidak aku bisa memahami bagaimana peran ibu kelak dalam mendidik seorang anak. Bagaimana aku akan mendidik anak-anakku kelak jika Allah mengamanahkannya padaku. Walau hanya terpikir dalam benak, tapi meaning full, lucu, dan senang.

Lalu pikiran beralih lagi. Gimana kalau sudah nikah ya? terus tiba-tiba..
”Abi.. jangan lupa untuk meluangkan waktu membangun rumah kita pagi ini ya?” ucap sang istri. Jika sang suami mengerti ia akan tersenyum, namun jika tidak ia akan heran, maksudnya apa.
hahaha.. jadi tambah senyum-senyum. Pengennya jawabanya “iya istriku… terima kasih sudah mengingatkan” hhihihihi..

Ini percakapan dalam benak. Ini antara lucu, alay, dan senyam-senyum. Untungnya tak ada yang melihat Senyum dengan mulut terbuka

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)