Hari yang melelahkan

Thursday, August 14, 2014

Bismillahirrahmanirrahim.

sore itu aku masih bersama temanku, Mala. Kami masih berkeliling memutari MP dan masuk ke salah satu market disana. Aku sangat ingin membeli pelembab bibir oleh karenanya Mala menemaniku dan ia pun ingin membeli sesuatu di sana maka aku pun menemaninya.

Alhamdulillah, aku menemukan apa yang aku cari. Pada akhirnya setelah sekian lama pencarian akhirnya kutemukan juga produk yang sama.

“Mala ini yang saya cari” ucapku. Aku menunjukkan mala pelembab bibir itu. Karena sedang berada di depan tester aku pun mencoba salah satunya.
“Yang mana bagus? Warna apa?” ucapku lagi padanya. Mala pun mencoba-coba di tangannyanya. Ia menggariskan sedikit untuk mencoba satu-satu. Pilihannya pun jatuh kepada pelembab bibir yang berwarna merah. Warnanya sesuai dengan bibir kata mala. Aku pun mengikuti sarannya dan melanjutkan belanja kami. Waktunya menemani mala.

Sembari menemani beliau, sedari tadi aku mengirimkan sms ke emi-chan. Junior atau bisa dibilang saat ini kita sudah menjadi teman lebih dari sekedar junior dan senior di universitas. Aku lebih menganggapnya teman dari pada junior sendiri.
“kok ngga di balas ya?” pikirku. Aku mengirimkan hampir 6 sms. Hari itu kami berencana akan buka puasa bersama dan juga menemaniku mencari buku. Buka puasa sebenarnya sudah di batalkan tapi ia mengirimkan pesan lewat sms padaku untuk mengiyakan kembali buka puasa itu.
“kak hari ini kita buka puasa yuk. Tapi di MP saja” smsnya padaku.
”okay. saya di MP dari tadi. Sebenarnya mau ajak liat bukunya di Graha media Mtos. Karena saya sudah keliling cari di gramedia MP tapi nda ada bukunya” balasku padanya. lama aku berpikir lalu ku sms lagi.
”emi, bagaimana? Mau di mp saja atau mau di tempat lain? Emi mau ke MP sendiri atau saya jemput?” smsku lagi. Aku pun menunggu balasannya sambil menemani mala keliling.

Tak kunjung di balas. Aku bertanya lagi “Emi bagaimana? Mau saya jemput atau tidak?” tapi tetap tak ada balasan. Kami sudah selesai berbelanja. Sekitar pukul 4 sore kami pun meninggalkan Mall. Sebelum meninggalkan aku mengirimkan pesan ke pada emi cah lagi.
”Emi saya kerumah ta nah. Saya jemputmi saja emi” ucapku dalam sms yang kukirim. Aku pun melaju bersama sang motor suzuki yang kukendarai. Pada akhirnya kami pun berpisah. Mala pulang kerumah setelah sebelumnya menunjukkan jalan menuju emisaelan dari MP padaku.
“Mala duluan. Makasih” ucapku saat akan berpisah.

Sebentar lagi sampai di rumah emi, tiba-tiba HPku berdering. Rupanya ada telfon. Entah dari siapa, nomor baru. Aku berhenti dan meminggirkan motor lalu kuangkat saja. 
“Hallo, Assalamualaikum” ucapku sambil menggenggam telfon dekat telinga.
”Hallo kak, dimanaki? jadiki kerumah?” Ucapnya.
”oh emi. Iya, saya sudah hampir sampai. Tunggu nah” aku pun menancap gas kembali.

Beberapa menit kemudian, Alhamdulillah, sampai juga di rumah emi-chan. Eh, aku manggil dia emi-chan. Karena emi ini sudah pernah belajar bahasa jepang langsung di jepang selama 3 bulan. Dia benar-benar bisa berbahasa jepang. Itu sebabnya namanya di ubah saja jadi emi-chan. Biar kayak panggilan orang jepang. Itu adalah panggilan teman yang akrab ataupun sebaya.

Sampai di rumahnya, aku di sambut oleh ibunya emi.
”Hallo tante..” aku pun melebarkan senyum manis untuknya. Tante memberikan tangannya. Kujabat tangan itu dengan senang lalu kucium tangan itu sebagia tanda cinta untuk orang tua.
“Ada emi tante?”tanyaku.
”Ada di dalam nak” ucapnya. “Emi.. ada temanmu..” lanjutnya lagi. Aku pun menundukkan kepala seperti mengangguk kepada sang nenek yang tak jauh dari tempatku berjalan menuju kamar emi. Cukup 5 langkah akupun sampai di kamarnya.
”Hallo emi..” ucapku ketika melihat beliau.
”hallo kak. Sorry kak ketiduranka. Baru saya liat smsta” ucap emi-chan meminta maaf.
”Iya nda pa-pa” ucapku. Senyum ku lebarkan lagi untuk menunjukkan bahwa aku benar-benar tak marah.
”emi mauka sholat” ucapku lagi.
“oh siniki kak. saya juga mau sholat” ucap emi-chan sambil berjalan menuju ke dalam dapur. Disanalah kami berwudhu. Emi memegangkan selang untuk aku berwudhu, aku pun melakukan hal yang sama setelah selesai. Lalu kami pun sholat berjamah.

Selesai sholat emi bersiap-siap untuk pergi buka puasa. Walau kaki ini terasa lelah setelah seharian bersama Mala tapi takkan mengalahkan acara buka puasa hari itu. Hm :D
Kami pun berpamitan lalu berangkat menuju ke MP. Lagi..

Di MP kami menikmati pangsit di foodcord lantai 3. Itu adalah kesukaan emi chan. Aku sih ngikut aja. Biarlah ia menikmati makanan kesukaan yang ia nantikan. Setelah ini ia akan menemaniku berbelanja. hehehe.. Setelah makan kami pun pergi untuk sholat magrib.

Setelah sholat magrib aku ngidam es cream. Kami pun pergi untuk makan ice cream. Lalu ngobrol sebentar di tempat makan itu. Tak terasa sudah pukul 8 malam. Rencana mencari buku pun batal. Kakiku sudah sangat lelah. Tak tahan jika harus pergi lagi. Apalagi harus membawa motor dengan boncengan pula. Aku pun memutuskan untuk pulang. Kemana? Ya, kemana lagi kalau bukan kerumahnya emi. Kan harus di pulangkan. hahahaha..

------- Dialog kecil dengan pembaca-------

Sudah selesai ceritanya? Iya udah!
Cuman itu aja? ho’oh.. emang mau gimana?
sesederhana itu? Iya…
Apa kek gitu, perasaannya gimana kek gitu di ceritaain.. oh itu, seneng dong. Terus?
-_-"
Hehehehe… Adalah hal yang tak dapat di ceritakan, tapi harus di rasakan sendiri. Part itu ngga bisa di ceritakan. RAHASIA.. hahahaha

---------------

Alhamdulillahirabbil`alamin.

fiyuhhh

hari yang melelahkan^^

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)