Kunjungan Seorang Teman

Thursday, August 14, 2014

Bismillahirrahmanirrahim.

Pagi, sekitar jam 10, ada BBM masuk. Eh, dari Ija chan. Ada apa yah?
”Nomor ASmu dulu yang bisa dihubungi” chatnya di BBM.
”hmm.. nomornya kakakku nah” aku pun mengirimkan nomor AS kakakku untuknya. Tak lama ia pun menelfon.
”Eviiiii” khas ija ketika menelfonku.
”Kenapa??” ucapku dengan senang.
“eh, dimana cari baju kemeja putih nah?” tanyanya padaku.
”hmmmm… dimana di? hmmm..” aku diam memikirkan.
”ahhhh.. coba cari di Cakar banyak itu. hahaha.” ucapku. ”Iya banyak memang di cakar..” ucapnya lalau tertawa. Aku pun tersadar, ia takkan membeli di cakar. Lalu kupikirkan lagi tempata yang kira-kira bisa mendapatkannya. 
“Atau di Harapan Baru. Biasa ada itu disitu. atau di Matahari tapi mahal sih. Memangnya buat apa?” tanyaku.

“Ohh.. buat pelatihan nanti. Katanya temanta yang di PLN juga, nanti pas pelatihan pake baju putih. Jadi saya siapkan memangmi dari sekarang. cari-cari memang mi toh” ucapnya.
”ohh… cieeee.. Iya. di situmi cari-cari. Biasa toh di situ banyak kemeja-kemeja.” ucapku lagi.
”oh iya di. Hmm nantilah saya cari..” ucapnya.
”iya.. carimi disitu” ucapku lagi.
”Mau temanika pergi?” tanyanya.
”hmm.. nda bisaka. Haruska jaga kemenakanku. Nda ada jagai kodong” ucapku.
”ohhh… oke pale. Nanti saya suru Nisa saja kalau pulangmi. Maumi pulang juga. eh, mauka ke rumahmu. Bisaji toh?” tanyanya. Nisa adalah adiknya ija-chan.
”iya bisalah. Kesinimi” ucapku. “eh, ija atau cari di Ramayana. Coba cari kesana” ucapku seakan menemukan tempat yang tepat.
“ahhhh.. iyaa di’. Ada pade Ramayana lebih dekat. Aha.. oke oke. Nanti saya kesana. Siip. siip” ucapnya seakan baru mendapatkan ide cemerlang.
”Oke pade. Dimana alamatmu?” tanya ija.
”Di pesona Barombong indah Asoka Blok D19. Kesinimi” ucapku.
”Oke pade tungguma nah. Daaa.. Mauka makan dulu baru kesana. Oke.” ucapnyaa
”Okee.. Makanmi dulu. Assalamualaikum.” Lalu kami pun menutup telfon.

Alhamdulillah di rumah masih banyak kue. Jadi tak perlu khawatir jika ada tamu yang berkunjung. Tapi kali ini aku harus membuat something special buatanku sendiri. Beberapa waktu lalu, Ija sempat ngiler dan minta dibagikan Es Dadar Saus merah. Aku menjadikannya DP di BBM beberapa waktu lalu.

Aku pun memeriksa kulkas. Alhamdulillah, masih ada sisa adonannya. Aku pun membuatkan dadar itu untuknya. Ada lagi BBM masuk.
“Evhy, kirimkan dulu alamatmu. Kulupai” Aku pun mengirimkan kembali alamatku. Tapi belum dibaca. SEpertinya ia sudah di jalan. Waktu sudah hampir pukul 1. Kakaku sudah berangkat kerja. Akhirnya akupun mengirim pesan nomor HP yang lain yang bisa di hubungi. Aku baru sadar kalau nomor ASku yang kemarin sudah bisa di gunakan kembali. Karena HPnya sudah bagus kembali.

Dengan senang-senangnya aku menggulung dan menaikkan adonan dadar ke atas pan. Tiba-tiba HP berdering. Pasti Ija chan.
“Hallo dimanami ija?” ucapku.
”adama di jalan masuk rumahmu. Ada Alfamart di lewati belok toh? Tungguka depan kompleksmu nah” ucapnya.
”Iya masukmi dari situ. Luruss terus lagi. Kalau dapat telaga barombong. Lewati lagi. Saya tunggumi depan rumah jauhki keluar” ucapku memberi arahan.
”oke.. saya masuk lagi pade. Nanti saya telfon lagi” ucapnya. “Oke oke” lalu telfon di tutup. Aku melanjutkan kembali kerjaanku. Tak lama ia pun menelfon kembali.
“Evi sampaima di depan ruko orange. disitu lorong masuknya toh?” ucapnya.
”Hah? ruko orange. hmmm..”ucapku. Bukan ruko merah? ah entahlah, pikirku.
”itu yang ada tulisannya pesona barombong indah” ucapnya lagi.
”oh, sampaimi disitu? iya cocokmi. masukmi terus saja.. sampai mentok baru belok kanan” ucapku mengarahkannya lagi.
”oke tunggu” telfon dimatikan kembali.

Trrrtttttt.. trrrtttt.. Telfon berdering kembali.
“hallo evhy sudahma belok kanan” ucapnya.
”Hmmm… lurusmi saja dulu. hmmm… aduh nda tauka. Tunggu..” ucapku agak kebingungan. Makalum aku juga baru disini jadi kurang tahu jelas seluk beluknya.
”hah?” ucap ija heran.
”hmmm.. lurusmi saja dulu lah. Sampai dapat perempatan..” tiba-tibak sosok bermotor memakai helm hijau muncul dari jauh. Saya sudah menunggu di depan rumah ketika telfon ini berdering yang terakhir kali.
“Lurusmi saja ija. Saya liatmi dirimu. Adaka berdiri di depan. Liatja?” ucapku.
”Hmm.. yang pake baju biru?” ucap ija.
”iya.. bukan baju biru. Alat sholat ini saya pake atasannya” ucapku.

Ia pun semakin mendekat. Telfon sudah ditutup. Aku pelan-pelan menuju ke pintu rumah. Hingga akhirnya ija sudah memarkir motor di depan rumah.
”ohhh.. disini rumahnya” ucap ija.
”iya, masukki” ucapku.
”Assalamualaikum” “Wa’alaikum salam. duduk ija” Aku pun mempersilahkannya duduk di tikar yang di gelar di lantai. maklum belum punya sofa dan tempat duduk. “Mau minum apa?” lanjutku bertanya.
”apa saja..” ucapnya.
”Sirup DHTji iya ada. hahaha..” ucapku.

Tiba-tiba kemenakanku berlari keluar dari kamar.
”Siapa itu?” tanya ija sambil menunjuk ke arah anak kecil yang berlari bolak-balik masuk kamar.
”ih, kemenakanku itu. Putra itu ija” jawabku dari jauh membuatkan minuman untuknya di dapur. Dapur bisa terlihat dari ruang tempat ija duduk.
”oh iya kah? ihhh.. besarmi. Cakepnyaaa..” ucap ija. Aku hanya tertawa dan tersenyum.
”ini minumannya” aku menyuguhkan menuman sirup DHT.
“Enak mentong ini sirup DHT” ucap ija. Aku hanya tersenyum. Panas-panas begini dan habis perjalanan yang agak jauh antara rumahnya dan rumahku akan membuat apapun yang di campur es batu jadi enak. Akan terasa segar di mulut.

Ija pun berfoto-foto dengan putra.
“ihh.. ambil gaya tonggiii. hahahha.. Lucunya kemenakanmu evi. ambil gaya juga di foto” ucap ija.
”hahahhaa.. memang begitu ija. Apalagi kalau di fotoi, gifo itu. hahahha” ujarku.
Mereka tampak menikmati bermain bersama. Aku menyiapkan racikan Es Dadar saus merah untuknya.

Tadaaa… Es dadar Saus Merah Ala evhy siap dihidangkan. SEmoga ija suka. Semoga enak ya.
”Ija ini.. ini yang itu hari saya kasi jadi DP di BBM” ucapku sambil menyerahkan piring berisi makanan tersebut. Ija pun mengambilnya dengan segera. Lalu mencoba makanan itu.
”Enakji?” tanyaku. Maklum aku sedang berpuasa. Karenanya tak dapat mencobanya terlebih dahulu.
”Enakjiiii” ucapnya. Aku juga menyuguhkan beberapa kue kering.
“Makan ija. Makan saja semua apa yang ada. Masih banyakji kue. Buka saja kalau mau makan nah” ucapku. Tapi khas orang makassar/bugis takkan mencoba kue jika tak di buka toplesnya. Entah karena tak berselera atau malas membuka toples. Tapi biasanya tidak terlalu berlaku padaku. Jika aku ingin mencobanya, maka akan aku coba. Yang penting sudah pernah dipersilahkan untuk memakannya. hehehehe

Sore menjelang. Sudah pukul 5 sore, ija pun berpamitan pulang.
“Saya balik dulu pade nah. Soremi mau pergi cari baju kemeja putih dulu” Ucapnya sambil siap-siap untuk pulang.
”oh iya mana tempat-tempatku?” lanjutnya. Tadi ia membawakan migoreng padaku. Katanya adiknya memasak terlalu banyak sehingga ia pun membawakan sebagian padaku. Makasih ya.. Alhamdulillah dapat rejeki makanan.

“oh iya, ini..” Aku menyerahkan kotak makanannya. Dan ia pun siap untuk berangkat pulang. Ia adalah teman pertama yang berkunjung kerumh ini.
Terima kasih atas kunjungannya. Yang penting sekarang dia sudah tahu rumahku jadi akan gampang untuk mencariku dilain waktu.

Terima kasih atas kunjungannya Ija-chan. Insya Allah silaturrahim kita terus terjaga dan tak lekang oleh waktu. Eh! Seperti lagunya Afgan nih. Tak lekang oleh Waktu. hihihihi..

Alhamdulillahirabbil`alamin.

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)