Lelah Bersama

Monday, August 11, 2014

Bismillahirrahmanirrahim.

Kamis lalu aku bersama mala. Teman seperjuangan untuk mencari kerja yang tak kunjung ada. Kali ini kami berusaha kembali untuk berjuang. Yang berbeda kali ini. Aku hanya bersama seorang teman.Ya, Mala!

“Jam berapa pergi? kita ketemu dimana?” smsku ke mala sehari sebelumnya.
”Sembarangji evhy. Yang penting jangan pagi-pagi sekali” balasnya.
”oke kalau begitu. kita berangkatnya jam 10 pagi” balasku lagi.

Oke! jadinya kami pun akan bertemu jam 10 pagi. FiX!

---

Aku bangun pagi-pagi sekali hari ini. Akupun tak tidur setelah sholat subuh. Aku memilih menikmati udara pagi di kompleks perumahan di Barombong. Aku berjalan-jalan menusuri jalanan depan rumah. Bolak-balik kesana kemari. Pagi yang indah, sejuk, dan sepi.

Aku pun mencuci baju setelah menikmati udara pagi. Tak terasa waktu berlalu. Kini sudah pukul 9 lewat. Aku pun bersiap-siap setelah mandi. Aduh! sudah hampir pukul 10 aku belum berangkat juga., gumamku.

“ Smska kalau mau maki berangkat vi. kita ketemu di CK yang dekat awal browa urip nah.” Pagi-pagi sekali mala mengirim pesan untukku.
“Siipp. Oke” balasku.

Aku pun siap pergi setelah semua beres. Tiba-tiba pangilan alam menyeru. Ohhh.. perutku sakit sekali, geramku sambil memegang perat. aku bahkan sudah memakai helm. Tapi apa daya segera aku lepas dan berlari masuk ke kamar mandi.

Haaahhhhh.. Leganya.

Sakit perut yang sedari tadi aku alami kini tersembuhkan. Alhamdulillah, Ya Allah. Akhirnya bisa berangkat dengan bugar. Aku pun menyalakan mesin motor.

Cuuuussssss.. Berangkat kita.

Sesampainya disana, aku pun menunggu. tiba-tiba diserang kantuk. tak jarang mataku menutup dan kepalaku jatuh ke tas yang ku pangku. Aku duduk di kursi.

Arrrgggghh ngantuknya.

Aduh, mala mana yaa. Aku sudah disini sebelum jam 11 pagi. Mana ya? Tak jarang kepalaku menengok kanan dan kiri jalan. Siapa tau sosoknya tiba-tiba muncul. Lama aku menunggu.. ia tak kunjung datang. mataku tak bisa menahan cahaya lagi. Mata ini sungguh lowbet berat. Waktunya istirahat. Tak sadar aku benar-benar tertidur di kursi itu.

Aku baru tersadar ketika sebuah motor datang ke arah parkiran di depanku. Alhamdulillah.. akhirnya ia datang juga. Ia datang jam 11 lewat. entah berapa lama aku menunggu. Yang aku tahu aku tertidur di sana.

Aku pun mengganti  tempat duduk. Melangkahkan kaki menuju tempat duduk yang dipilih oleh mala. Ia belum me-lem dan mengatur isi lamaran hari ini. Ia baru saja selesai memprint berkas tersebut. Itulah mengapa beliau terlambat kali ini. Aku pun membantunya me-lem alamat dan nama pengirim di amplop lamaran. Ini akan mengefisienkan waktu dari pada duduk tak melakukan apa-apa. Lagian aku sudah tertidur beberapa saat. Tubuh ini sudah tercharger beberapa saat pula.

Setelah mengantar berkas ke dua perusahaan berbeda hari ini, kami pun berencana untuk menonton. Mala mengajakku untuk menonton setelahnya. Sebenarnya agak tak mau tapi tak apalah. Aku tak biasa nonton di bioskop kecuali di traktir oleh teman.

Kami pun menuju ke mall terdekat dan tentu terbesar di Makassar. Kami melaju dari arah pettarani menuju MP (Mall Panakukang). Adzan berkumandang di tengah perjalanan. Waktu dhuhur sudah masuk. Film yang akan di tonton akan di putar jam 12.35 siang. Kami sampai mungkin sekitar 15 menit sebelum pemutaran di mulai.

“Evhy pergimi sholat saya ke bioskop nah. Saya lihat dulu film apa yang bisa di tonton” ucap mala yang tengah melangkahkan kaki menuju lift. Aku mengikutinya di belakang.
“Oke, tapi biasaka nyasar di sini” ucapku
”Nyasar di MP? hahaha.. evhy.. evhyy” ucapnya sambil tertawa kecil.
”Iya, itu hari saya mau ketemu sama aflaha. Tapi nyasarka. Ini mall teerlalu besar jadi biasa saya bingung” ucapku.

kami pun memasuki lift. Aku keluar di lantai 1 dan mala di lantai 2. Aku harus mencari mushollah.
”Evhy tahuji toh dimana mushollahnya. Jalan kesana saja” Ucapnya sambil mengarahkan dengan tangannya ke arah kiri.

Aku terus berjalan dan berjalan menyusuri mall itu. Aku sesering mungkin menyaksikan kiri dan kananku. Aku harus segera menemukan mushollah.
Ahhhh.. Capeknya. Kakiku mulai pegai berjalan. Apa ini? Sepertinya aku memang tersesat. Aku mengambil jalan yang salah. Aku malu juga bertanya. Akhirnya aku menggunakan segenap ingatan yang tersisa. Aku sudah tak lama datang kesini dan banyak sekali yang berubah.

Sambil berjalan aku memperhatikan hal yang kuingat dekat dengan mushollah. Than finally, I get it. Alhamdulillah.

fiyuhhh..

Ini memakan waktu banyak. Aku pun sepertinya sholat lama. Ah, entahlah. Habis sholat aku sempat membaca sms ketika dalam perjalanan keluar musollah.
“vi saya di depan mushollah nah menunggu” smsnya padaku.

Aku pun hampir sampai di mulut jalan masuk mushollah. Mala sudah terlihat duduk menunggu di ujung sana. Iya pun menyambutku dengan senyuman. Tentu aku membalasnya dengan senyuman juga.
”vi nda jadi. Mainmi. Ternyata lamaki juga sholat” ucapnya.
”nda papaji” ucapku tersenyum.

kami pun akhirnya melihat-lihat saja di Mall. Dan kami naik ke lantai 2 lagi. Mala kelaparan sedangkan aku lagi puasa. Kami tak bisa pergi makan bersama.
“Mala saya ke gramediami saja mala makanmi” ucapku kala memasuki lantai 2. Disana terlihat gramedia.
“oke pade. Saya makan dulu nah. Laparka bela” ucap mala. Kami pun berpisah. Ia meneruskan perjalanan ke lantai 3 dan aku melangkahkan kaki menuju ke gramedia.

Aku pun melihat-lihat buku. Berkeliling di dalam gramedia yang besar. Gramedia disini tak sama dengan yang di Mari. Ini lebih besar dan membuat bingung sedikit. Walaupun pada akhirnya aku mengerti susunannya. Satu hal yang aku suka. Disana ada gapura khusus untuk buku islam. Kita jadi tahu dimana harus mencari buku-buku islam. Kakiku tak sanggup untuk tak melangkahkan kaki ke arahnya. Godaannya sungguh tinggi.

Aku kesana kemari. Pertama hanya memutari dan mengelilinya. Lalu aku melaluinya lagi dan mulai membaca-baca buku yang menarik hati. Mencari-cari referensi yang bagus walau tak membelinya. Hanya mencatat dulu buku-buku itu. Masih banyak buku yang belum aku baca. Oleh karenanya aku hanya menuliskannya.

“cewek boleh kenalan” ucap seseorang di dekatku. Aku menoleh lalu tersenyum.
”Malaaaa” ucapku lalu tersenyum. ia pun tersenyum. Kami berdua berpencar dan mencari buku masing-masing. Terlihat mala di bagian buku psychology. Selama ini ia selalu saja gagal di test tersebut. Mala, Yang semangat! Insya Allah, suatu saat Pasti bisa :D

Sebelum angkat kaki dari MP, kami sempat berbelanja sebentar. Walau kaki ini pegal, masih bisa di gunakan untuk berjalan. Intinya! Jangan pernah menyerah! Selama tenaga masih ada, selama tubuh ini masih bernafas Do the best that you can!

Semangat buat Mala dan evhy yang masih dalam pencarian (read: cari kerja)!

Alhamdulillahirabbil`alamin ^^

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)