Waktunya Mudik

Friday, August 01, 2014

Bismillahirrahmanirrahim.

DSC03715_thumb[1]Sudah tanggal 24 waktunya untuk siap-siap mudik. hari ini adalah hari dimana sepupuku akan menjemputku. Bersama penumpangnya yang lain kami akan mudik lebaran. Aku tak sabar ingin metnikmati puasa di kampung halaman.

“Evhy, dimana? Di  Makassar? Ayo ketemuan” seorang teman mengirim sms. Aku baru melihat sms itu keesokan harinya. hari ini bersamaan dengan hari dimana sepupuku akan menjemput untuk mudik.

“iya nad, masih. Ayo. Mau ketemuan jam berapa?” balasku padanya. Aku masih menunggu balasannya. hatiku dilanda kegalauan. Stay or Go? hmmm… aku berpikir untuk tak pulang hari itu. Sepertinya lebih baik bertemu dengan nadia, pikirku.

“kak, tanya wiwin. Sama maki saja pulang. janganmi jemputka” logat makassar kutiliskan dalam smsku ke kakakku. Ini agar beliau memberitahu wiwin, sepupuku, untuk membatalkan kepulanganku hari ini.

lama aku menunggu tak ada balasan dari nadia, temanku. Aku ragu kembali. Apa sebaiknya pulang saja? Wiwin akan menjemputku pukul 4 sore. sekarang sudah pukul 3 sore. Hmm… bagaimana ya? bagaimana ya?

“evhy, bagaimana kalau kita ketemu jam 8?” nadia baru membalas smsku. Melihat sms ini entah mengapa hatiku menetapkan sesuatu. Sepertinya aku mudik saja. Ikut saja sama sepupuku. Aku pun dengan segera merapikan barang-barang yang akan kubawa pulang. Kali ini aku hanya membawa sedikit barang. Cukup untuk 3 – 4 hari. Untuk baju lebaran dan alat sholat untuk idul fitri biarlah di bawa oleh kakakku. Tak lupa juga aku memasukkan buku-buku. Karena itu pesanan dari kemenakanku yang berada nan jauh disana, di kampung halaman.

“kak, sudah sms wiwin. Kalau sudah biarmi saya pulang tgl 26. Tapi kalau belum biarmi wiwin jemput” aku mengirimkan sms ke sang kakak lagi.

Waktu sudah pukul 4 sore wiwin tak kunjung datang. Sepertinya memang tak jadi hari ini. Ataukah dia terlambat? Hmmm.. ya sudahlah. Berarti saya pulangnya tanggal 26 juli deh, gumamku.

Adzan Magrib berkumandang…

Alhamdulillahhhh

waktunya buka puasa. Aku menikmati seteguk air dalam gelas yang ada di tanganku. Alhamdulillah ya Allah, puasa sampai juga. Semoga berkah.

Pukul 8 malam, 10 malam terakhir aku tak lagi ke mesjid sholat tarwih. Aku memilih sholat tarwih di rumah. Kala itu aku belum juga melaksanakan sholat tarwih ataupun isya. Masih duduk-duduk sebentar entah apa yang terpikirkan kala itu.

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. Lalu pintu itu terbuka. hah? Sepupuku datang menjemput. Hmm.. rupanya kakak tak meng-sms-nya. Ya, kurasa begitu, gumamku. Jadinya aku terpaksa harus ikut dengannya. Ia sudah jauh-jauh hanya untuk menjemputku. Walau ia mengatakan menjemputku karena putra juga ingin di bawa. Ujung-ujungnya kemenakanku yang kecil itu tak jadi juga aku bawa bersamaku.

huffffttttt

Akhirnya aku jadi mudik juga. Let’s go!

“nad, maaf ya. Haruska pulang hari ini. Dalam perjalanan pulangma ke soppeng” tulisku dalam sms yang kukirimkan ke nadia ketika dalam perjalanan mudik. Kunikamti perjalananku dengan tidur. Waktu sudah malam dan lagi aku tak mampu melewatinya jika tak tidur. Perasaanku akan tak enak. jalan yang begitu berkelok-kelok membuat perut dan kepala seakan terputar. Tidur memang obat paling mujarab untuk menghilangkan rasa sakit.

Selamat Mudik Semuanya. Selamat menikmati berkumpul bersama keluarga :D

Alhamdulillahirabbil`alamin.

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)