Meeting & Macet

Tuesday, November 18, 2014

Bismillahirrahmanirrahim.

Meeting & MacetAku terbangun pagi-pagi. Pagi yang cerah waktunya untuk mencuci. Kemarin tak sempat mencuci, jadi harus hari ini. Cucian sudah mulai menumpuk, harus segera di bereskan. Mumpung hari ini aku tak ada kelas untuk teaching, jadinya aku lebih santai di rumah.

Setelah semua beres dan rapih, siangnya aku berangkat ke kampus. Seperti biasa, setiap hari senin aku harus ke kampus. Pukul 4 sore, aku harus mengikuti les bahasa korea. Ngga boleh telat, jadinya aku harus berangkat 1 jam 30 menit lebih cepat. Perjalananku ke kampus dari rumah bisa memakan waktu sekitar 1 jam lebih.

Aku menikmati perjalananku. Asyiknya perjalanan ini adalah ketika melewati jembatan barombong. Jembatan ini merupakan perbatasan antara barombong dan tanjung. Pemandangan di kiri dan kanan sungguh indah. Di kiri adalah hulu yang menyambung antara sungai dan laut. Sedangkan sebelah kanan adalah sungai. Di sana banyak kapal-kapal nelayan yang akan menangkap ikan.

Yang membuatnya tambah asyik adalah angin sepoi-sepoi yang segar dari arah laut. Serasa berada di pinggir pantai. Sungguh membuat perasaan ini damai. Sungguh indah ciptaan Allah swt.

STOP! Berhenti membayangkan dan jangan menutup mata. Harus berhati-hati melewati kawasan ini. Jangan sampai terbawa suasana dan mengundang kemacetan di jalan. Ini bukan tempat persinggahan. Hanya bisa di nikmati sesaat. Jalanannya pun tak terlalu mulus dan padat kendaraan. Apalagi di daerah ini banyak truk yang berkeliaran karena banyaknya proyek perumahan yang dibangun.

***

Aku pun sampai di kampus. Hari ini seharusnya aku membawa poster. Posternya harus aku tempel hari ini. Mam yuni menitikannya padaku. Hari ini juga harus aku kasi ke ifa. Sorry ya Mam, I forget TT. let’s make it tomorrow.

Sampai di kampus, aku langsung menuju lantai 3 teknik elektro. Aku sholat ashar dulu sebelum belajar. Usai sholat, aku duduk sebentar. Aku mengambil HP. Terlihat banyak panggilan masuk. Baru saja aku mengetik sms dan ingin mengirimkannya, telfon kembali berdering. Segera aku angkat telfon itu.

“Hallo, kenapa mam?” ucapku kala mengangkat telfon itu.
“mam dimanaki?” tanya mam lia, admin di IEC.
”Di kampus mam. Kenapa?” tanyaku lagi.
”Hmm.. sibukki? Apa kita bikin di kampus?” ucapnya.
”Ia mam, mauka les bahasa korea. Biasa toh les ka hari senin” ucapku.
”oh.. jam berapaki masuk?” tanyanya lagi.
”jam 4 mam. Kenapa memangnya?” tanyaku lagi.
”oh.. jadi nda bisaki kesini di’? ini mam, ada kelas tapi ternyata mam indra masih di kampung. Mam yuni sama sir sani tidak ada” ucapnya.
”mam ifa iya mam? hubungiki bede” ucapku memberi saran.
”mam ifa nda balas mam” ucapnya.
”oh.. lagi les bahasa koreaki mam. Nanti saya liatkanki” ucapku mencoba untuk membantu.
”oke pade mam. Assalamualaikum.” ucapnya.
”Wa’alaikum salam” telfon pun ditutup.

Aku melepas alat sholat dan merapikannya. Aku pun beranjak dari tempatku menuju ke korean corner. Disanalah tempat kami belajar. Ketika menginjakkan kaki di dalam korean corner, aku langsung menuju ke ruang komputer. Pintunya tertutup, ada yang sedang belajar di sana.

Aku mengintip dari balik pintu. Aku mencoba mencari sesosok gadis. Aku pun  menemukannya. Ia tengah belajar di dalam. Aku lalu mengirim sms ke mam lia bahwa belia masih belajar. Aku pun duduk di kursi sofa dekat pintu ruang komputer. Disana sudah ada teman-temanku yang juga menunggu untuk kelas selanjutnya.

Tak lama, tiba-tiba ifa keluar dari ruangan tadi. Ia melihatku dan hanya berkata “ada pade kelas hari ini” ucapnya.
”iya.. cepatmi fa” ucapku sambil mengangguk. Ifa pun segera keluar dan berlalu pergi. Ia meninggalkan kelasnya itu.

Usai belajar di kelas, aku pun pergi ke kantor. Wah! kantor sepi ya, ucapku dalam hati. Kelas malam ini di cancel, mam yuni dan sir sani terjebak macet. Mereka jadi tidak bisa mengajar hari ini. Aku merasa suntuk. IFa mengajakku untuk ikut meeting. Awalnya aku menolak. Pada akhirnya aku pun ingin ikut.

Kami pun berpamitan dengan yang lain dan pergi. Aku tak tahu tempat meetingnya dimana. Aku hanya mengikuti ifa. Ifa lalu menjelaskan tempatnya di mana di jalan ketika agak macet. Aku pun mengambil jalan lain. Kami sudah janjian akan bertemu di tempat meeting.

Macet minta ampun malam ini. Aku juga lupa mengenakan masker hidung. Entah dimana aku menyimpannya. Asap kendaraan banyak terhirup. Kepalaku sedikit sakit. Baunya juga tak enak, hue… rasanya mau muntah :(

Aku pun singga sebentar di JilC hanya untuk menunggu kabar dari ifa. Ini karena aku tak tahu tempatnya dimana. Tak lama telfonku berdering. Aku melihatnya, oh ifa.
”Hallo, kak dimana maki?” tanyanya dengan nada khas ifa.
”Adaka di JilC Todopuli. ifa dimana?” tanyaku.
”Masih di jalan kak. Macet sekali.” ucapnya. “Kak, bisa kita ke sana duluan. Nanti kita langsung cari kak rama” lanjutnya.
”oke, tapi apa yang harus saya bilang?” tanyaku.
”hmm.. Nanti kalau sampaiki, langsung maki tanya mana kak rama. Setelah itu, kita bicarakanmi sama kak rama buat jadi mentor. Tawarkan maki buat jadi mentor nah kak. Kita tahuji toh kak? Jelaskan maki juga apa itu AIESEC dan sebagainya, mau nda dia jadi mentor. Jadi mentor nda harusji meeting setiap saat. Paling sebulan sekali. Itu pun kalau sibuk bisaji lewat sosmed, sms, atau line. Bisaji kak?” ucap ifa panjang lebar.
”oke. terus dimana itu kah tempatnya?” tanyaku lagi.
”Ada itu kak di pettarani mesjid.. kak saya smski lagi. Habis pulsaku temaniki bicara” ucapnya buru-buru menutup telfon.

iya, nomorku XL sedangkan ifa Telkomsel, wajar saja pulsanya lari dengan kecepatan lebih dari bisanya. Mungkin 40 km/jam hhihihihi. Aku pun meninggalkan JilC menuju tempat yang di maksud. Aku bertanya dulu kepada orang yang sedang menjaga di FO. Mereka pun tak tahu.

Dengan modal nekat, aku mencarinya sendiri. Aku menggunakan petunjuk seadanya dari ifa. Sesampainya di mesjid yang ia bilang, aku pun mengirim sms lagi.

“fa, dimana ini tempatnya? saya sudah sampai di mesjid tapi tak kutemukan tempatnya. Hiksss TT. Adaka di depan yang bulog itu di pettarani” ucapku di sms yang kutulis. Aku pun menekan tombol send.
Tak lama ada sms dari ifa.
“kak pulang maki. Saya nda bisa sampai disana. Macet sekali” ucapnya.
”oh jadi pulangma ini pade nah. Nda saya dapat juga tempatnya” balasku.

Aku pun mengendarai motor menuju toko agung. Aku ingin membeli titipan kakak. Lalu menyebrang ke Mari untuk membeli yang lainnya. Terasa capek, aku membeli ice cream. Aku menikmati sebatang ice cream fast vanila.

fiyuhhh..

finally, aku bisa makan ice cream lagi. Aku menikmati kesendirianku dan ice cream di tanganku. Aku duduk di tempat duduk dekat pizza hut mari. Sungguh hari yang melelahkan. Alhamdulillah, Hari ini terbayarkan dengan sebatang ice cream :)

Ssetelah menikmati suasa singkat di Mari, aku kembali ke parkiran motor. Selanjutnya harus membeli buah. Aku pun singga di dua tempat. Aku tak pernah menawar jika membeli buah. Rasanya tak sanggup. Aku membeli buah jeruk, pepaya, dan pisang. Gantungan motor suki pun di penuhi buah. Yang kuat yaa suki ^^

Sampai rumah, aku menurunkan semua barang belanjaan. Aku langsung menuju kamar setelahnya. Aku menanggalkan jaket dan merebahkan tubuh. Kepalaku sakit akibat terlalu banyak menghirup asap kenalpot. Alhamdulillah, bisa cepat lolos dari macet. Terima kasih atas hari ini Ya Allah ^^

Alhamdulillahirabbil`alamin. ^^

Makassar-Barombong, 17 November 2014

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)