Miss My Bed in the Night

Sunday, November 16, 2014

Bismillahirrahmanirrahim.

Miss my bedPagi-pagi sekali, aku kembali ke Rumah. Kemarin malam menghabiskan waktu di rumah sepupuku. Kakak ngga jadi ke Makassar. Jadinya spend nightnya di rumah sepupu sekalian silaturahmi.

Sesampainya di rumah, terlihat kakak iparku masih di rumah. Kamarku ternyata agak berantakan dan berdebu. Maklum, 3 hari aku tak pulang ke rumah. So, let’s clean up this house.

Tak lama kakak iparku pun pergi. Aku pun membersihkan rumah. Setelah semua beres waktunya untuk mandi dan siap-siap ke tempat kerja lagi. Hari ini aku punya extra class. Aku harus membeerikan extra class ke beberapa orang yang masih weak dan yang tidak datang hari kamis atau selasa kemarin.

Sekarang tinggal pasang jilbab. Aku pun berdiri di depan cermin yang tergantung di sudut kamarku. Aku memasang jilbabku. Tak lama aku sudah siap berangkat. Aku pun  melangkahkan kaki keluar kamar. Kamarku terletak di samping dapur. Jika keluar maka aku akan melewati dapur.

Ketika melewati dapur terlihat cucian piring yang menumpuk. Awalnya aku cuek saja dan berniat meninggalkannya begitu saja. Namun ketika kaki ini selangkah lagi keluar dari pintu rumah, hatiku tergerak. Seperti ada bisikan “Cucilah piring itu. Kasian kakak kalau pulang harus melihat itu”. Aku pun diam sejenak dan meletakkan tasku.

Aku berjalan menuju dapur. Cukup dengan 7 langkah aku sudaha berada di dapur. Dengan segera aku mencuci piring-piring itu. Jadinya rumah cukup rapih ketika aku meninggalkannya. Alhamdulillah, sekarang rasa hati sudah tenang dan senang. Waktunya untuk kerja.

Hari ini, Alhamdulillah hujan turun. Untuk pertama kalinya merasakan hujan sejak kerja di IEC. Selesai ngajar, aku duduk-dudk bersama 2 orang teman di front office. Kami bercakap-cakap sambil menunggu hujan reda.

Awalnya pembicaraan kami hanya seputar kehidupan dan berita-berita. Yang jelas ringan-ringan sajalah. Tiba-tiba saja arah pembicaraan kami berbelok. Kini topiknya tentang jodoh. Jadilah diri ini di bully mati-matian. Ditambah lagi seorang siswaku yang terlambat datang dan menunggu hujan juga ikut-ikutan. Hmmm… dia ikut mengompori. Aku jadi salah tingkah.

Sore menjelang, nampaknya hujan sudah reda. Waktunya untuk pulang. Aku yang masih duduk tengah menggalau. Tak tahu harus pulang kemana. Kakak belum membalas smsku. Aku juga menghubungi emi chan. Ia baru pulang jam 8 malam. hmm.. Ya sudahlah, aku ke JilC Toddopuli saja dulu menunggu emi chan pulang.

Kami pun meninggalkan kantor. Kami kembali ke kehidupan luar masing-masing. Jalanan terasa licin. Aku mengendarai motor dengan pelan. Alhamdulillah, sampai tujuan dengan selamat.

Aku melihat jam dinding di JILC. Rupanya sudah pukul 7 malam.
“Hmm.. masih 1 jam lagi emi chan pulang. Harus sabar” ucapku dalam hati. Karena suntuk, aku mengambil HP dari tas ranselku. Tas ini selalu setia menemaniku setiap hari. Ketika aku menyalakannya, Ada beberapa sms yang masuk.

Aku mengecheck sms itu. Hah, dari kakak. Akhirnya ia membalas smsku juga.
”Adama di rumah” balasnya. Yes, Horee!! Teriakku kegirangan dalam hati. Segera aku mengirim sms ke emi chan. Aku tak jadi ke rumahnya. Aku pun beranjak dari tempat duduk biru di depan FO JilC Toddopuli. Segera aku melangkahkan kaki menuju motor yang terparkir di depan. Aku berpamitan dan berlalu pergi.

Alhamdulillah, hari ini bisa kembali pulang ke rumah. Aku merindukan kasurku. Walau bukan spring bed empuk tapi membuat kangen. Finally, can feel it again in the night. Yeah!!!

Alhamdulillahirabbil’alamin ^^

Makassar-Barombong, 15 November 2014

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)