AIESEC Unhas Election

Sunday, December 28, 2014

Bismillahirrahmanirrahim.

Usai mengikuti workshop Toefl hari ini. Ifa mengajakku untuk menemaninya ke sebuah toko mainan. Ia ingin membeli hadiah untuk sepupunya tercinta. Sepupunya masih kecil. Ia meminta untuk di belikan gasing (bebled).

Aku pun setuju untuk menemaninya. Sebelum kesana, ia harus mampir lagi ke acara Election untuk memberikan suaranya. Ia adalah salah satu full member AIESEC OE Unhas. Ia akan memilih the next president of AIESEC OE Unhas. Aku pun harus kesana juga.

Sore itu, tiba-tiba hujan sangat deras. Untungnya sebelum hujan aku mampir untuk membeli bensin. Kala mengisi bensin tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Aku pun masih sempat untuk mengenakan jas hujan sebelum keluar.

Sebenarnya aku ingin langsung pulang saja dan menunggu ifa di tempat kakak. Namun, aku sudah berjanji untuk menandatangani sebuah surat. Itu adalah surat pernyataan kesediaan untuk menjadi mentor. Aku menyetujui untuk menjadi mentor karena tak ingin memberatkan pekerjaan ifa. Ia memiliki banyak pekerjaan lain yg harus diselesaikan.

Selain itu, ifa juga membawa LAPTOPKU di mobilnya. aku pun harus tetap berjuang melawan arus hujan untuk tetap sampai tempat tujuan. Setelah perjalanan sekitar 20 menit, alhamdulillah aku pun sampai. Untungnya jalanan tak terlalu padat dan tak macet. Aku pun bisa sampai dengan cepat.

Sampainya di LAN Antang-Baruga, aku langsung berteduh di pintu masuk. Di sebelah kanan adalah pos satpam. Aku berteduh sejenak sambil berpikir apakah ifa sudah sampai atau belum. Sesekali aku menoleh kebelakang. Terutama jika ada mobil hitam yang lewat. Aku juga melihat ke tempat parkir di samping kiriku. Disana full. Namun, mobil hitam milik ifa tak ada.

Hmm… mungkinkah iya belum sampai atau sebaliknya? Aku terus berpikir sejenak sambil membawa motorku ketempat parkir yang ada di sebelah kiri. Di tempat parkir pun, aku masih menengok ke jalan raya di depan.

Sekitar 10 menit menunggu, nampaknya ifa sudah sampai. Mungkin ia memarkir di tempat lain. Di depan pintu masuk juga ada tempat parkir. Aku pun langsung menuju pintu masuk. Aku memalingkan wajah ke kanan. Mobil hitam itu sudah parkir di sana. Berarti ifa sudah sampai, ucapku dalam hati.

Aku memasuki gedung dengan perlahan. Jas hujan biru itu masih melekat di badanku. Disana terlihat seorang satpam sedang berjaga. Aku tak enak untuk masuk basah-basah. Aku pun melepas jas hujanku.
”Cari siapa?” tanya pak satpam yang tengah duduk.
”Anak AIESEC Pak” jawabku.
”Yang dari Unhas ya?”tanyanya lagi.
”Iya pak” jawabku dengan singkat sambil mengangguk.
”Oh, jas hujan itu? Ada memang resletingnya atau kamu yang kasi sendiri” ucap pak satpam padaku kala diriku melepas jas hujan.
”Ah, ada memang pak. Jas hujannya memang kayak gini” ucapku sambil di ikuti senyum dan melepas jas hujan bagian bawah.
”Oh. bagus ya. Beli dimana?” tanya pak satpam.
”Beli di Agung pak”ucapku sambil meletakkan jas hujan di atas speaker.
”Yang di ratulangi ya?”tanyanya lagi.
”Iya pak. yang di depan mari” ucapku.
”Iya saya tahu” ucapnya.
”Bawa saja naik jas hujannya. Tidak apa-apa. Ruangannya ada di atas sana bagian ujung” ucap bapak itu sambil menunjukkan arahnya.
”Oh di atas sana pak” ucapku sambil menunjuk arah yang sama. Hanya ingin memastika.
“Iya kesana saja. Lurus” ucapnya.
”Oke pak. Makasih pak” Ucapku sambil mengangguk sedikit dan berlalu pergi.

Aku pun naik tangga. Lift terasa mengerikan menjelang magrib. Mana hujan deras di barengi sedikit suara dentuman langit yang bergerumuh. Cuman di lantai 2, naik tangga tak masalah, ucapku dalam hati.

Sampai di lantai dua, aku langusng berbelok ke kiri. Disana terlihat orang yang kukenal. Ia melambaikan tangan padaku. Aku pun membalasnya juga ditambah senyum. Ia suah mengenaliku dari jauh. 

Aku lalu melangkahkan kaki menuju tempat duduknya. Dengan 20 langkah Aku sudah berada di depan orang itu. Disana ada kursi yang berhadapan. Aku pun meletakkan barang-barang di kursi depan mereka. Aku lalu melangkah ke toilet yang letaknya di samping mereka. Disana juga ada mushollah.

Lepas dari toilet aku kembali ke kursi itu dan duduk disana. Hujan masih saja mengguyur. Suaranya terdengar hingga dalam ge dung. Langit pun terlihat gelap. Aku mengecheck jam. Rupanya sudah hampir magrib. Jamku sudah menunjukkan pukul 6.17pm. Sepertinya memang sudah magrib.

Aku dan 2 orang lainnya pun masuk ke mushollah. Aku masuk mengambil air wudhu terlebih dahulu.
“Kak evhy, mauki masuk? sudahmi di buatkan motion” ucap seorang cowok yang mengetuk pintu kamar mandi. Ia tahu kalau aku ada di dalam.
”IYa. Tapi saya sholat dulu.” ucapku dari balik pintu itu.
“Oh oke” ucapnya. lelaki itupun melangkah pergi.

Usai sholat, aku dan 2 orang yang baru saja selesai sholat langsung menuju ke ruangan Election. Aku tengah berdiri di depan pintu. Aku memberi kode pada orang yang berada di dalam ruangan.
”Boleh masuk” ucapku tanpa suara. Seseorang dari dalam ruangan pun mengangguk.

Aku masuk bersama Ulla, temanku. Aku masuk bagaikan orang asing. Namun itu tak berlangsung lama. Aku melayangkan senyum kepada setiap orang yang melihatku. Tentu saja disana banyak juga yang mengenalku. Rata-rata mereka adalah member waktu jamanku memegang sebuah jabatan penting di organisasi ini.

Aku duduk di bangku ke 2 baris ke 2. Ulla mengikuti di sampingku. Aku hanya mendengarkan orang-orang berbicara di depan. Sekarang nampaknya sedang ada presentasi. Kebetulan presentasi finance. Wow! Banyak juga uangnya ya ini organisasi hehehe..

“Orang disini sudah sholat magrib belum?” tanyaku pada lelaki di samping kananku.
“Belum kak. Ini bisa jadi suggestion untuk kedepannya” ucapnya.
“Iya. selalu kayak gini kan?” lanjutku. Tak lama waktu magrib akan berakhir. Forum belum juga di istirahatkan untuk sholat magrib. Aku sedikit kesal dan risih. Untukku ini tak masalah, aku sudah sholat magrib. Tapi bagaimana dengan yang lain? Aku selalu memperhatikan jam. Ingin sekali rasanya diri ini angkat bicara. Namun aku tak punya wewenang apapun dalam forum ini. Aku baru saja masuk dan harus mengikuti flow yang ada.

Untungnya, chair (MC) cepat tanggap dan memberikan peringatan kepada pembicara di depan. Waktunya sudah habis. Akhirnya waktunya untuk istirahat. Aku pun bercengkrama dengan yang lain. Cipika cipiki bersama teman-teman yang sudah lama tak jumpa. Senyum manis, jabat tangan, dan pelukan erat pun dilayangkan untuk gadis-gadis yang kutemui. Hari ini seperti hadir dalam acara reuni.

Di sela-sela istirahat, ifa memanfaatkan waktu untuk menadatangani contrak as a mentor. Aku akan jadi mentor untuk oGIP (salah satu functional yang mengurus proses exchange ke luar negeri). Sambil bertanya-tanya tentang tugasku sebagai mentor, aku masih berpikir. Sesungguhnya jika bukan karena ifa, mungkin aku takkan menerima tawaran itu. Karena konsep mentor sendiri pun tak terlalu jelas adanya di mataku. Tapi tak apalah, ini untuk meringankan beban orang lain. Yeah, akhirnya aku tandatangan.

Waktu istirahat selesai. Kini waktunya untuk pengumuman the next president. Aku dan ifa juga waktunya untuk pergi. Aku tak berminat untuk mengikutinya. Calonnya cuman 1 orang, ini seakan menunjukkan kepastian. Apalagi aku dan ifa memang berencana ke suatu tempat. Stay disana hanya kan memakan waktu.

Ketika sampai di bawah, hujan deras masih mengguyur jalan-jalan. Aku belum bisa pulang. Aku dan ifa akhirnya menunggu. sementara menunggu aku ngobrol-ngobrol dengan beberapa member. Ifa juga tengah asyik bersama fikar, temannya. Obrolan ini memakan waktu lama. Pada akhirnya kami pun mengikuti pengumuman hasil election.

Aku tengah mengenakan jas hujan. Aku bersipa untuk meninggalkan tempat itu. Waktu pengumuman tiba. Aku yang tengah mengenakan jas hujan bersanding disamping kandidat. Ini sekedar lucu-lucuan. Aku berhasil memebuat orang-orang tertawa dengan tingkah gokil kali ini. Sebenarnya tidak gokil, mungkin aku hanya terlihat lucu atau aneh saja hehehe.

SELAMAT untuk the next presedent of AIESEC OE UNHAS. Selamat berjuang. Semoga tetap bisa mengimbangi impiannya dan menjadi pribadi yang lebih baik :)

Akhirnya, waktunya pulang. Pada akhirnya aku tak jadi pergi bersama ifa. Waktu sudah pukul 7 malam. Itu sudah terasa malam untuk ifa berkeliaran. Ia sudah harus pulang. OKe sip! Mari kita pulang.

Alhamdulillahirabbil`alamin ^^

Makassar, 27 Desember 2014

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)