Back to Work!

Wednesday, December 10, 2014

Bismillahirrahmanirrahim.

Back to Tuesday. Hari ini harus ngajar lagi 2 kelas. Hmmm… gimana nih, hujannya awet banget pagi ini, pikirku.Back to work Awalnya pikiran-pikiran negatif mulai merasuki otakku. Namun, segera kutepis pikiran itu. Pikiran untuk cancel class hari ini baru saja hinggap di benakku.

Ah, jangan! This is my responsibility, pikirku. Aku harus menunaikan tugas. Walau hujan aku tetap ke kantor (hihihihi). Aku harus tetap memberikan ilmu kepada murid-murid sekalian hari ini.

Untuk lesson plan, aku tak lagi kerepotan. Aku sudah membuat lesson plannya beberapa hari sebelumnya. Kini aku tinggal mempersiapkan beberapa bahan penunjang dari lesson plan yang sudah kubuat.

Pukul 11 lewat beberapa menit, aku sudah bersiap-siap untuk ke kantor. Aku harus datang lebih awal untuk mempersiapkan bahan ajar hari ini. Aku pun berangkat usai sholat dhuhur. Dalam sekejap aku berubah menjadi manusia biru hari ini. Aku mengenakan mantel hujan biru. Mantel hujan ini terduri dari jaket dan celana. Aku pun terlihat seperti manusia biru di tengah jalan. Manusia biru yang tengah mengendarai sepeda motor.

Perlahan-lahan aku menaikkan kecepatan motor. Kecepatan tak melebihi 40 km/jam. Maklumlah, di musim penghujan seperti ini harus berkendara dengan sangat hati-hati. Jalan sangat licin. Apalagi sekarang masih gerimis mengundang. hihihihi.. jadi ingat sama lagi jaman dulu. Masih ingat lagu dangdut melow “Gerimis mengundang”? Aku cuman ingat lirik pas gerimis mengundangnya aja.. hihihihi.. (kenapa jadi ngomongin ini ya? Back to the story).

Sesampai di kantor, aku langsung masuk saja.
“Assalamualaikum” ucapku ketika mendorong pintu dan memasuki kantor.
”Wa’alaikum salam” ucap sang admin di Fo ketika melihatku. Ia memberikan senyum lebar hari ini. Makasih atas sedekahnya mam.

Aku menggantung mantel hujanku di dekat toilet. Toilet terletak di bagian belakang lantai 1. Dari pintu masuk, lurus saja ke dalam. Toilet akan segera terlihat di sebelah kanan.

Dari arah toilet, aku berjalan ke depan. Di sebelah kanan terlihat meja-meja untuk masing-masing teacher. Aku pun menuju ke mejaku. Aku meletakkan tas di kursi. Kemudian mengeluarkan laptop. Kini siap untuk mencari gambar dan beberapa kata yang akan aku ajarkan dalam bahasa Inggris. Let’s find it!

“Mam bahasa inggrisnya STNK apa?” tanyaku pada wanita yang tak jauh dari tempatku duduk. Ia adalah mam erni, teacher coordinator kami.
”hmm… apa ya? coba cari di kamus deh. saya lupa-lupa juga” Ucapnya. Aku pun mencari beberapa kata di google translate. Aku menemukan semua kata yang kucari. Walau begitu aku tetap menanyakan kembali untuk memastikan.

Waktu cepat berlalu, tak terasa sekarang sudah pukul 3.33 sore (Aku ngeliat jamnya pas jam segini lho, pas banget.. keren deh angka 3.33). Waktunya untuk sholat ashar. Dengan segera aku beranjak dari tempat dudukku. Aku pun menunaikan sholat.

Oh iya, rasanya lama tak ke kantor. Aku baru ke kantor lagi hari ini sejak jum’at lalu. Banyak perubahan yang terjadi di kantor. Mam laras potong rambut dan mulai memakai make up. Biasanya dia tak pernah memakainya. Check per check, ternyata beliau lagi dekat dengan seseorang. Ihiiiii… Mam laras, hatinya sedang berbunga-bunga. Pantas saja hari ini dia nampak lebih cerah dan lebih cantik dari sebelumnya.

Ada lagi. Mam lia juga tampak berbeda. Biasanya ia memakai rok ke kantor. Kali ini, ia mengaenakan celana yang mirip jeans. Lupa namanya apa, hehehhe (readers: lupa atau ngga tahu??. aku: hmmm… entahlah. hihihi). Hari ini beliau nampak lebih casual. Ditambah high heels tinggi membuatnya semakin tambah tinggi. Jadi ngga berani dekat-dekat. Yah, nasib anak yang di karuniayi tubuh mungil ^^

Mam erny, my teacher koorninator, memberikan selembar kertas. yah, ini tugas investasi. Waktu mengerjakannya selama 1 pekan. Aku tahu ini untuk diri sendiri juga. Namun, saat ini rasanya banyak sekali yg harus saya kerjakan. Kadang bingun mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Aku mengambil kertas itu. Tak bisa kupungkiri jika tersimpan sedikit beban di hati. Namun, ini ku coba untuk tak menampakkan. Aku mencoba untuk menyelesaikannya segera.

Usai sholat, rasa lapar mulai menggerogoti perut ini. Entah mengapa perutku biasa tiba-tiba sakit akhir-akhir ini? Aku harus makan. Ia seakan berteriak dan memberi tanda untuk segera di beri makan. Padahal biasanya aku paling malas makan. Makan pun tak terasa apa-apa. Mungkin Ia lelah kali ya? hmm…

***

“kak evhy lama tak jumpa. 보고 싶어요 (pogo siphoyo = rindu)” ucap ifa yang baru saja memasuki pintu dan melihatku duduk. Ia langsung menuju ke arahku.
”네, 보고 싶어요 (ne, pogo siphoyo = ya, rindu juga)” ucapku. Kami pun cipika-cipiki. Anak-anak yang melihat kami terseyum. Kami hanya tertawa melihat mereka.

Ifa pun tengah mempersiapkan kelasnya. Ia sedang membuat lesson plan.
“fa, ayo pergi makan” Ucapku pada ifa yang kini duduk di depanku di meja Fo. Ifa setuju. Kami berdua berjalan beriringan keluar kantor. kami menuju ke tempat makan di seberang jalan.

“mau makan apa?” tanya ifa.
”hmm.. apa ya?” ucapku. Sebenarnya aku sendiri bingung mau makan apa. Rasanya tak ada makanan yang menarik perhatian. Taka ada makanan yang ingin sekalai kumakan. Tapi aku harus makan.
“Mba mie goreng bisa di buat 1/2 porsi saja? soalnya banyak sekali 1 porsi” tanya ifa mba-mba yang jaga di sebuah warung makan.
“ehe.. nda bisa mba” ucap mba tadi sambil nyengir.
”oh. Kak kita apa?”Tanya ifa lagi padaku.
”hmm.. ifa, berdua maki saja” ucapku pada ifa.
”oh oke kak. Pesan 1 saja mie goreng mba” ucap ifa. Kami pun menuju tempat duduk. Aku memilih tempat duduk yang ada kerupuknya. Yang dekat dengan kerupuk, hehehehhe.. Soalnya bisalah dimakan-makan sambil menunggu pesanan. Ifa bangkit dan memberitahu si mba di dalam untuk membagi 2 porsinya. lalu ia pun duduk kembali.

Pesanan kami datang sekitar 10 menit kemudian. Mba itu datang mengantarkan 2 piring. Yang satu berisi mie goreng. Satunya lagi piring kosong beserta sendok dan garpu.

“Kak bagi 2mi” ucap ifa yang menyerahkan padaku piring berisi mie goreng. Aku membagi 2 makanan itu. Aku memberika porsi yang lebih banyak kepada ifa. Karena aku tak bisa makan banyak. Maaf ya ifa. Hanya saja, ifa memberikan sedikit lagi padaku. Okelah, aku habiskan makanan ini.

Usai makan, kami tinggal membayar. Kejaian menjengkelkan terjadi. Kami harus menunggu kasir yang entah kemana. Belum lagi harus menunggu makanan yang dibungkus. Tapi bukan soal menunggu sih. AKu sedikit jengkel sama mas-mas yang melayani kami. Sangat tidak.. tidak.. sopan. Bisakan kalau ngomong sama pelanggan ngga pake urat.
”Mas makanan yang di bungkus belumpi jadi mas?” tanya ifa kepada mas-mas pelayan di depan kami. Ia juga yang melayani kami di kasir.
“belum mba! Bikin nasi goreng dulu, baru pesananya mba.” ucapnya.
”Iya mas? Kenapa mas?” tanya ifa ulang. Ifa tak mendengarnya dengan jelas. Soalnya agak ribut akibat kebendaraan yang lalu lalang di depan. Warung ini berada di pinggir jalan raya.
”Belum mba! Kan ada pesanannya orang dulu di bikinkan. Ada yang pesan nasi goreng dulu. Di dalam cuman 1 kompornya. Jadi harus di buat satu-satu” ucapnya dengan nada jengkel. Ifa pun terdiam. Aku juga ikut terdiam. Ingin rasanya menegur mas itu. Tapi sudahlah, itu hanya menambah masalah. Emang urusan kita kalau cuman satu? Memang kita harus tahu? kan cuman ngga kedengaran tadi. Bisakan bilang aja, “Maaf mba tunggu sebentar”. Aku rasa ngga perlu marah. Lagian kita kan pelanggan. Pelanggan itu adalah raja. Kita juga ngga ngeselin kok. Kesel dehhhh….

Tak lama makanan itu datang. Kami langsung pergi. Kelas sudah mau mulai. Just take a breath first. Than we enter our class.

Kelas hari ini berasa messy. Banyak yang tak datang. Yang datang hanya 5 orang. Maklum ini musim ujian. Anak-anak itu rata-rata meminta izin untuk tak ikut kelas. Terutama kelas malam. Tak ada satupun murid yang datang. Rata-rata mereka sudah menghubungi mam lia , sang admin, untuk tak datang hari ini.

Yah, tak apalah. Itu untuk mereka juga. Walau harus tak mengajar hari ini, nikmati saja waktu bersama mam yang lain. Aku hanya duduk di FO bersama mam lia. Menemani beliau bercakap-cakap dan bersendagurau hingga akhirnya jam pulang kantorpun tiba. Aku pun pulang bersama mam lia. Suami beliau sedang sakit. Ia tak bisa di jemput.

Semoga cepat sembuh, suaminya ya mam lia. Semangat! Semoga mual-mualnya pertanda baik. Amin ^^

Alhamdulillahirabbil`alamin :)

Makassar-JILC, 9 Desember 2014 

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)