Before and After Class

Wednesday, December 03, 2014

Bismillahirahmanirrahim.

before & afterseperti biasa, aku harus ke kantor setiap hari selasa. Hari ini aku harus mengajar 2 kelas. Yah, seperti biasa aku harus menyiapkan lesson plan. Before enter the class, all things to teach today must be clear and prepare well. Setelah itu baru bisa masuk kelas.

“Assalamualaikum” ucapku kala memasuki kantor. Orang-orang yang duduk di front office akan membalas salam dengan senyuman. Tapi tidak kali ini, nampaknya mereka sangat serius membicarakan sesuatu. Aku hanya melewati mereka dan menyimpan tas di meja kerjaku.

Aku pun bersiap untuk mengerjakan lesson plan. Salah satu dari mereka datang menghampiri dan menyapa dengan senyum. Aku pun tersenyum. Aku melanjutkan kembali kegiatanku. Aku masih bingung tentang lesson plan hari ini. Bagaimana caranya aku mengajar hari ini? Apa saja kegiatannya ya? pikirku.

Aku terus terpaku di tempat. Mencoba memutar-mutar pikiran di kepalaku. Apa ya? Apa ya? hmmm…

Setelah berkutat dengan pikiran sendiri, akhirnya selesai juga. Kali ini tak terlalu lama seperti sebelumnya. Jika menyangkut lesson plan, bisa sampai 3 jam baru kelar.. hihihihi (lebay)… soalnya dulu pemula sih. Masih pusing gimana-gimananya. Tapi tetap semangat aja, Lama kelamaan juga akan terbiasa. Seperti hari ini, mulai 2 jam lebih cepat dari sebelumnya. Alhamdulillah :)

Murid-murid sudah berdatangan. Murid-murid SD dan muridku juga sudah datang. Jam 4.45 kelas akan di mulai. Senang bercampur deg-degan dan capek mulai teramu satu dalam hati. Perasaan harus di siram semangat kembali. Harus cari cara nihh.. soalnya kelihatan kurang bersemangat, walau senyum selalu saja terpajang.

Bel sudah di bunyikan. Waktunya untuk mengajar. Aku ke berjalan ke depan. Di sana terlihat ifa, sedikit usil aku ingin mengagetkannya. Tapi sayang, tak berhasil. Ifa sudah terlebih dahulu meihat ke arahku. Ia tengah sibuk mencari kotak yang ada star-nya. Ya, Star untuk murid-muridnya tercinta hari ini.

Aku sedang mencari spidol kala itu. Tanpa sengaja aku masuk ke kelas children yang di ajar oleh ifa. Ketika aku masuk, para murid itu bertanya
”siapa yang ajarki?” tanya mereka kala aku memasuki kelas.
”mam evhy..” ucap ifa mengerjai mereka.
”yahhhhhh….” spontan mereka semua berteriak. Padahal aku hanya ingin mengambil spidol di kelas itu. sekilas itu terlihat lelucon. Tapi entah dalam hati ini ada sedikit getir megusik hati.

Aku pernah menjadi teacher mereka sekali. Itu hanya untuk menggantikan ifa yang tak bisa datang kala itu, mam yuni juga tak di tempat. Akhirnya aku yang harus menggantikan mereka. Awalnya aku bingung harus bagaimana? karena ini pertama kalinya. Apalagi ini dadakan. Aku di beritahu untuk menganti beberapa menit sebelum masuk. Tahu kan, bikin lesson plan saja aku memerlukan waktu 3 jam waktu ini. Nah, malah dadakan gini. Aku pun membuat lesson plan with the power of kepepet deh. Let’s teach.

SEpertinya aku tak cukup handal mengendalikan anak-anak dan keadaan kelas. Aku masih butuh banyak hal yang harus di pelajari. Mengajar tak semudah yang terlihat, butuh semangat pejuang di dalamnya dan kelincahan serta stategi untuk mengatur kelas dengan baik serta tertib. Teriakan anak-anak tadi menjadi teguran tersendiri. Aku harus lebih semangat.

Kadang memang aku terlihat sangat lelah.  Sebelum masuk kelas, aku mengumpulkan semua kekuatan untuk bisa menunjukkan semangat. Tapi efek lelah dan tak semangat itu masih tersisa. SEhingga keceriaan yang muncul tak maksimal. AKu harus bisa lebih bersemangat. Aku wajib belajar dengan ifa yang selalu semangat dalam kelas. Walau ia baru mempersiapkan lesson plan beberapa menit sebelum masuk kelas, kadang juga sehari sebelumnya. SEmangatnya dalam mengajar aku rasa menjadi salah satu senjatanya dalam menaklukkan anak-anak itu. Sukses buat ifa :)

Untuk diriku, semangatlah. Karena mengajar dan menjadi guru itu pekerjaan mulia. KIta mengajarkan yang baik kepada mereka. Makanya, diriku kamu harus lebih giat belajar. Ngga boleh malas-malasan. Coba deh cari gimana caranya agar bisa terus-terus semangat setiap hari. Cara agar kita selalu semangat menjalani pekerjaan kita.

Aku pun masuk kelas. Aku mengubah diri seketika. Mengajar dengan semangat agar kelas dan anak-anak belajar dengan semangat kali ini. Walau dalam kelas masih ada yang belum bisa aku atasi. SEkarang waktunya untuk berpikir agar anak-anak itu bisa belajar dengan baik. Aku harus bisa. Insya Allah, pasti bisa. Yeahhhhh…

Usai mengajar, aku sholat magrib. Lalu bersiap lagi untuk kelas selanjutnya. Kelas selanjutnya mulai pukul 7.00 – 8.30 malam. Alhamdulillah, semua berjalan lancar walau sedikit lelah akan selalu terukir di wajah. Tapi anak-anak ini membuatku semangat kembali.

Usai kelas ke-2 ini, berakhirlah acara mengajar hari ini. Aku berbincang-bincang sejenak sama siswa yang masih menunggu jemputan. Setidaknya membuat mereka tidak bosan menunggu jemputan. Pembicaraan kami mengalir begitu saja. Ada sedikit pembicaraan yang menarik.

Aku bertanya kepada sheila (nama samaran) tentang rencananya ke depan. Ia ingin melanjutkan pendidikannya di UGM selepas SMA. Ia akan mengambil jurusan pendidikan. Ternyata dia ingin menjadi guru. SEpentan aku bertanya “mengapa mau jadi guru?”

“Saya mau jadi guru SD. Karena kalau di SD bisa mendidik anak-anak dari yang benar-benar tidak tahu menjadi tahu. Kalau TK kan kita cuman main-main. Kalau SMP kan sudah punya bekal dari SD” ucapnya dengan jelas dengan gaya khasnya.

Aku sangat bangga dengan cita-citanya. Ditengah-tengah pergaluan anak muda jaman sekarang, sungguh ini adalah hal jarang. Seorang anak muda yang sangat bersemangat untuk belajar dan selalu ceria sudah memiliki visi yang jelas dalam hidupnya. Semangat yaa.. Insya Allah, kamu bisa menggapai cita-cita kamu yang mulia :)

Tiba-tiba saja pembicaraan kami sampai pada adiknya. Adiknya yang dulu sekolah di jawa tidak pernah mendapat ranking atas di sekolah. Setelah adiknya pindah sekolah di Makassar selalu ranking 1. Ia mengungkapkan pendapatnya perbedaan pendidikan di Jawa dan di sini, Makassar.

“Di Jawa, jika memang tidak pandai maka akan tinggal kelas. Di Makassar, asal anaknya guru ini, ada uang biar bodoh bisa naik kelas juga. Di sini, uang.. uang.. jadimi semua” ucapnya. Hati ini sedikit miris mendengar ucapannya. Tapi memang benar, kadang praktek KKN masih terjadi disini bahkan di sekolah sekalipun. Walau aku belum pernah melihatnya langsung, tapi aku rasa wanita di depanku ini pernah merasakannya.

“ya, kadang memang begitu. Tapi di daerahku tinggal, di soppeng tidak begitu sekaliji.” aku mencoba mengubah sedikit paradigmanya bahwa tak semua seperti itu.

Pembicaraan yang asyik malam itu. Kami masih ingin ngobrol namun penjemput sudah datang. Lain kali jika ada waktu lagi, kita akan punya cerita lain lagi untuk di bicarakan. Semangat ya.. sheila :)

huffttt…

Capeknya hari ini. Sebelum pulang aku merapikan semua barang-barang dan bersiap pulang. Pak OB menghampiriku dan mengatakan bahwa sepupuku tadi datang. Hmm… harusnya aku bertemu dengannya. Aku harus memberikannya titipan dari tante. Tak lama ternyata Ia datang lagi. Oke sipp.. ayo berikan bingkisannya.

Kami pun ngobrol sebentar dan ia menawarkan untuk berkunjung ke rumahnya. Sebenarnya aku ingin. Aku ingin mengunjungi istrinya yang sedang hamil sekalian silaturrahim. Tapi apa daya, waktu terus berjalan. Ini sudah jam 9 malam. Aku harus pulang. Aku tak bisa ke rumahnya. Aku tinggal jauh. Aku pun memberikan pin BBMku. Ternyata dia sudah punya pin BBM. Jadinya ngga bakal susah lagi di hubungi. Siip deh..

yupp.. waktunya untuk pulang. Aku pulang bersama mam erni. Walau hanya setengah jalan, tapi paling tidak ada yang menemani. Sebelum pulang, aku menyempatkan diri untuk minum dulu.

Ahhhhh… segarnyaaaaa… Let’s go home!

Alhamdulillah ^^

Makassar, 2 Desember 2014

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)