Belajar & Nobar

Wednesday, December 24, 2014

Bismillahirrahmanirrahim.

belajarAku terbangun dari tidur. Sungguh tak enak rasanya dengan orang tua emi chan. Aku baru bangun jam 10 pagi. Maaf :( Jadi malu sendiri rasanya.

Aku menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Aku lalu mengambil lembaran materi yang akan kita pelajari hari ini. Tadi malam agak capek untuk belajar, akhirnya kami pun tertidur. Pagi ini kami harus melanjutkan belajar.

Kali ini kami belajar di part Neural Network. Materi bacaanku lebih jauh dari emi chan. Aku maklumi bahwa ia sangat sibuk. Apalagi emi tak mau lanjut membaca jika ia tak memahaminya. Benar sih, tapi terkadang diriku tetap lanjut untuk sementara. Karena biasanya aku menemukan jawabannya di halaman selanjutnya. Aku pun bisa memahami secara keseluruhan walaupun aku kadang tidak menuliskan kesimpulannya.

Jika emi bertanya dan aku sudah menuliskan kesimpulannya, aku akan langsung menjelaskan. Namun, sebaliknya aku harus membacanya ulang kembali. Begitu seterusnya. Emi membuatkan the pagi itu. Aku menikmatinya sambil membaca.

Siang menjelang, Kami pun makan bersama. Ini menunda proses belajar sejenak. Usai itu, kami pun melanjutkan belajar kembali. Sesungguhnya kali ini aku agak kurang sreg belajar. Emi pun nampaknya setengah-setengah. Sedari tadi ia terus saja chating. Walau begitu aku tetap melanjutkan bacaanku. aku pun akan menjelaskan jika ia sudah bertanya.

“Aku kesini untuk belajar, bukan untuk tidur” ucapku dalam hati. Siang itu sangat membuat ngantuk. Aku mencoba menahannya dan tetap melanjutkan bacaanku. Aku hampir saja tertidur tapi aku kembali lagi. Akhirnya aku tenggelam dalam asyiknya membaca dan memahami materi yang kubaca. Aku terus melanjutkannya sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 1.30 siang.

Keringat mulai terasa lengket. Aku harus segera mandi. Aku harus egera ke tempat kakak untuk membersihkan diri. Rasa lengket ini sangat tak enak. Emi masih terbuai dalam tidur. Ia tidur di kursi sofa tempat kami belajar. Aku bangkit dari kursi. AKu bersiap-siap untuk pulang.

Sesungguhnya aku ingin menunggu hingga emi cah terbangun. Tapi aku tak tahan dengan keringat ini. Aku terpaksa membangunkannya. Maaf yaa emi chan :(

Aku pun berpamitan dan menuju ke tempat kakak. Tempatnya tak jauh dari sini.
“Mau kemana? Ayo petgi nonton.” ucap kakak ketika aku sampai di sana.
”SEmbarang. Saya mandi dulu. Darika rumahnya temanku. Tidak di telfonji dirimu. Saya lupa bawa HPku” Ucapku padanya.
”iyuh.. pantas ada bau lain-lain. Tidak ada tuh yang telfon. Berarti tidak di cariji. Kaisan” ucapnya sedikit mengejekku.

Aku pun melangkahkan kaki menuju atas usai mendapatkan kunci kamar. AKu pun sampai lantai 3. Langsung saja diri ini masuk dan bersiap-siap untuk mandi. Tak lupa aku mencuci baju usai mandi dan menjemurnya.

Kini aku sudah siap berangkat bersama kakak. Aku harus ke BTP dulu. Aku ingin mengambil buku. Buku itu adalah buku yang akan aku gunakan untuk persiapan microteaching hari sabtu nanti. Aku harus benar-benar mempersiapkan diri.

Aku dan kakak pun menuju ke daerah BTP. Rencana awalnya adalah kami akan menonton di bioskop. Kakak akan singgah terlebih dahulu di Mtos dan aku ke BTP. Ini agar ia bisa menonton sendiri. Film yang ingin di tonton sudah aku nonton  kemarin. Aku tak ingin menontonnya 2x.

Namun rencana pun berubah ketika kami singga sebentar untuk makan. Kakak sangat lapar dan ingin makan lalapan. Awalnya aku tak ingin makan. Hanya saja, melihat menu yang di makan oleh kakak membuat perutku juga ingin menikmatinya. Kami pun makan bersama siang itu.

Adzhar pun menjelang. Awalnya kami ingin langsung pulang saja. Tapi kakak ingin sholat. Pada akhirnya kami singga juga di Mtos. Aku melihat-lihat sepatu yang terpajang di depan. Diskon 50%, tapi harganya.. wow..

Aku mengantar kakak untu sholat. Setelah itu menuju lantai 2. Aku melihat sepatu lagi. Tapi cuman sekedar melihat. Soalnya belum gajian :(

Kami pun lanjut ke lantai 3. Kami melihat film yang sedang di putar. Nampaknya kakak sudah tak berselera nonton di bioskop. Ia pun menuju ke tempat penjual kaset DVD. Aku mengikutinya di belakang. Ia memilih-milih kaset yang ada. Entah apa yang ingin ia nonton. Aku hanya melihat-lihat saja. Kali ini kami akan tetap menonton film. Ya, nonton film di rumah. hehehe

Lebih asyik sih, soalnya bisa nonton sambil makan bersama. Tertawa bersama, kaget bersama jika film horor. Yah, memang lebih seru nonton di rumah. Dan itulah yang kami lakukan malam ini :)

Alhamdulillahirabbil`alamin :)

Makassar, 24 Desember 2014

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)