Menulis itu menyenangkan

Sunday, December 07, 2014

Bismillahirrahmanirrahim.

lets writeBanyak orang berkata bahwa menulis itu sulit. Bagiku tidak. Menulis adalah kegiatan yang mudah dan menyenangkan. Kenapa? Menulis menjadi mudah karena kita tinggal menuangkan apa yang ada di pikiran kita lalu di tuangkan dan di tuliskan kembali dalam bentuk teks. Menulis menjadi menyenangkan, karena dengan menulis bisa menjadi tempat merenung, berpikir, menyalurkan ide sesuka kita. Takkan ada orang yang bisa melarang apa yang ingin kita tulis. Karena tulisan kita merupakan sebuah karya orisinil yang kita ciptakan. Tulisan kita adalah ide kita.

Muncul banyak pertanyaan, diantaranya:

Kenapa saya ngga bisa menulis?

Pernah menulis status di facebook? Pernah corat-coret kertas cakaran? Pernah menulis di buku? Jika pernah berarti anda tergolong orang yang bisa menulis. Hanya saja banyak di antara kita tak menyadari potensi ini. Banyak diantara kita, ketika ingin menulis mau langsung menghasilkan karya yang bagus. Padahal di karya pertama seseorang menulis, memang agak sulit menciptakan karya yang bagus dan apik seperti karya penulis besar.

Mengapa mereka mampu menciptakan tulisan sebagus itu?
Kamu bisa bertanya kepada orangnya langsung. Orang-orang yang telah memiliki karya buku, novel bahkan buku atau novelnya sudah sampai ke manca negara adalah orang yang sangat terbuka. Mereka sangat senang jika ada yang bertanya kepada mereka. Mereka akan sangat senang menjawab pertanyaan kalian. Bisa jadi dari semua yang kalian tanya, mereka akan mengungkapkan satu kenyaataan yang sama. Rahasianya adalah dengan terus menulis. Ya, menulis, menulis, menulis, latihan, latihan, latihan, menulis. Dengan menulis apa saja yang ada di kepala mereka, mereka tengah latihan untuk menciptakan karya yang spektakuler.

Kadang malas nulis, tipsnya gimana?
hmm.. ini dia nih tantangan terberat seorang penulis. Kadang memang bagi penulis pemula seperti saya, menulisnya pake mood. Nulis kalau lagi good mood buat nulis, atau lagi nemu ide yang menurut kita bagus baru deh nulis. Wah, wah, ini bahaya nih. Kalau kamu ingin jadi penulis yang suatu saat terkenal, penyakit mood ini harus kamu lawan.
Caranya?
Hmm.. kamu harus memiliki komitmen kuat akan impianmu. Kalau bisa tulislah di kertas bahwa kamu ingin jadi penulis terkenal, dan buat target latihan menulis berapa tulisan dalam sehari. Saran untuk penulis pemula sih, 1 tulisan setiap hari cukup. Tapi seiring waktu tambahlah target itu. Tempellah di dinding kamarmu tulisan tadi sebagai pengingat. Ini tujuannya agar kamu selalu ingat akan impianmu. Jadi tak ada waktu untuk lemas demi impian. Bergaulah dengan orang-orang yang juga suka nulis. Salah satu group yang aku masuki adalah IIDN (Ibu-Ibu doyan Nulis). Disana tempatnya para wanita-wanita yang suka menulis. Kalau pun kamu belum menikah masih tetap bisa gabung kok. Tenang saja, ibu-ibu hanya julukan untuk wanita. Kamu bisa juga mencari komunitas lain yang ada di daerah kamu. Bisa jadi, kamu juga bisa jadi pencetus suatu komunitas baru untuk dunia menulis di daerahmu. Dengan bergaul dengan orang-orang yang impian dan hobbynya sama dapat membangkitkan semangat menulis. Ngga hanya itu, kamu bisa jadi menemukan ide cemerlang dan banyak cerita-cerita unik dan menarik yang dapat kamu hasilkan. Bahkan kamu bisa ikutan lomba-lomba menulis. Tujuan utamanya bukan hanya untuk menang, tapi lebih kelatihan menulis, menemukan dan mengembangkan ide yang ada.

Jadi rahasia untuk menjadi seorang penulis adalah menulis. Menulislah. Tulis apa saja yang ada dalam hatimu, benakmu, pikiranmu, sekitarmu, hal-hal yang menarik bagimu. Tuangkan perasaanmu dan jangan pernah berhenti. Sebab penulis tetaplah seorang penulis jika ia menulis. Ketika ia tak lagi menulis, maka dia tak lagi menyandang profesi seorang penulis.

Nah, selanjutnya tunjanglah dirimu dengan membaca. Membaca dapat memberi kita ide. Membaca dapat memberi inspirasi. Dengan membaca kita juga menambah kosakata. Kita juga mampu menilai tulisan mana yang baik. Hingga akhirnya kita jadi lebih pandai memilah kata-kata dalam tulisan kita. Semakin hari tulisan kita pun semakin jauh lebih baik. Bandingkanlah tulisanmu yang pertama kali kau buat dengan tulisan setelah 1 tahun lamanya menyempatkan waktu untuk menulis 1 jam 1 hari dan membaca minimal 30 menit/hari. Apa yang kau rasakan? Hanya engkau yang tahu.

Maka dari itu, teruslah menulis dan membaca. Mari bersama-sama mencerdaskan diri dan bangsa dengan membaca dan menulis. Menulis dan meng-share tulisan. Let’s do it, take it easy. Menulis itu menyenangkan.

NB: Lagi kepikiran ini. Sudah lama ngga baca buku dan nulis lagi baru sepekan balakangan. Tulisannya jadi agak kaku. Beda banget sama tulisan-tulisan sebelumnya yang sudah di latih dan dibarengi dengan membaca. Harus ke gramedia nih beli stock buku ^^ Harus banyak gaul juga nih sama ibu-ibu doyan nulis. Biar tambah semangat lagi nulisnya + dapat bahan informasi cara menulis dan lomba-lomba menulis dan blogging.

huffff.. Semangat!!! Need Internet Connection every day :(

Alhamdulillahirabbil`alamin. \^^/

Makassar-Barombong, 7 Desember 2014

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)