Muridku Ujian

Friday, December 19, 2014

Bismillahirrahamanirrahim.

Dengan santainya aku memasuki kantor sore itu. Dipikiranku aku tak perlu melakukan apa-apa hari ini. Hari ini hanyalah ujian. Tak perlu lagi mempersiapkan lesson plan. Ujian juga akan di awasi oleh staff bukan diriku.muridku ujian

Aku pun datang telat. Aku telat sekitar 5 menitan. Karena aku pikir aku hanya datang untuk memberi murid-muridku semangat. Kala aku datang, orang seakan bersyukur. “Akhirnya datang juga” ucap seseorang.
”ah.. kenapa?” ucapku santai. Ternyata akulah yang bertanggung jawab untuk tes hari ini. Akulah yang harus mengawasi mereka. Tesnya pun baru aku tahu. Penjelasan singkat sesingkat-singkatnya segera diberikan padaku. Aku hanya bisa mendengarkan dan melaksanakan perintah itu.

Kenapa ngga bilang dari kemarin sih kalau yang akan mengawasi adalah teachernya? Kenapa ngga bilang sih kalau teacher juga ikut andil dalam ujian terutama speaking. Betapa paniknya diri ini dalam hati. Aku pun mencoba melaksanakan sesuai perintah. Waktu persiapan tak banyak. Ini sudah harus segera di laksanankan.

Ujian sesi pertamapun berakhir sekitar 45 menit. Ujian kali ini terdiri dari writing dan speking. Semoga saja mereka masih mengingat pelajarannya. Siipp deh! Semangat murid-muridku.

Usai ujian sore itu, ujian untuk murid-murid malam akan ada lagi. Kali ini aku tak lagi mengawasi mereka di writing test. Aku hanya mengetes untuk speaking. Aku sudah menemukan cara efektif kali ini. Oleh karenanya, ujian speking kedua ini lebih menarik dan efisien. Yeahhhh…

Setiap usai ujian. sebuah survey kepuasan siswa di bagikan. Para siswa harus memberikan pendapat mereka tentang guru, IEC, staff, dan beberapa pertanyaan tambahan. Aku sangat senang melihat hasilnya. Aku meyakini bahwa semoga itu adalah dari hati. Rata-rata kepuasan guru hasilnya bagus.

Yang menjadi PRku adalah tentang siswa yang lanjut. Sebagai guru sangat di harapkan untuk mengajar dengan sangat memuaskan agar murid-muridnya akan terus lanjut di level berikutnya. Aku sedikit kahawatir masalah ini. Tapi aku berdoa semoga saja mereka semua bisa lanjut. Tapi kita tak tahu juga bahwa banyak faktor X yang berpengaruh terutama orang tua.

Aku pun berjanji. Untuk teaching berikutnya akan lebih di prepare dan berusaha menjelasakannya dengan simple dan lebih semangat lagi. Amin.

Ujian pun selesai. Mari kita pulang ^^

Alhamdulillahirabbil`alamin.

Makassar, 18 Desember 2014

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)