Perjalananku kala Hujan

Sunday, December 07, 2014

Bismillahirrahmanirrahim.

perjalananAllahumma Shoyyiban Nafi’an. Lagi-lagi hujan mengguyur Makassar siang tadi. Aku hanya bisa menunggu hujan reda untuk pulang ke rumah. Sekitar pukul 12 lewat beberapa menit usai sholat dhuhur, hujan mulai sedikit reda. Kini tinggal gerimis kecil yang masih mampu dilewati walau tak pakai mantel hujan sekalipun.

Yes, Alhamdulillah. Sekarang bisa pulang. Aku pun bersiap-siap. Ternyata motor belum di keluarkan oleh kakak. Aku pun mengeluarkan motor segera. Takut kalau-kalau hujan akan deras kembali. Ketika aku mengelurakan motor, ada sedikit bekas bensin yang berceceran di lantai di tempat aku memarkirnya. Hmm.. nampaknya ia bocor lagi. Mesti di bawa kebengkel nih, ucapku dalam hati.

Aku pun memeriksa bagian bawah motor. Ya, memang bocor. Sebenarnya dulu juga pernah bocor, tapi tak lagi. Apakah ini akibat waktu aku terjatuh bersama kakak dari motor? Hmm.. entahlah. Sudah seharusnya motor ini di bawa ke bengkel. Olinya benar-benar harus di ganti.

“Kak dimana tempat bengkel yang dekat?” tanyaku pada kakak yang berada di ruang teacher. Ia sedang menyantap makan siangnya. Alhamdulillah, aku sudah selesai duluan makan siang.
“Di lurusannya UIT” jawabnya sambil menggoyang-goyangkan sendok di tanganya dan bersiap untuk menyuap makanan.
”hmm.. yang depannya?” tanyaku lagi yang masih berdiri di depan pintu.
”bukan, lurusannya..” jawabnya masih dengan gaya yang sama dengan sebelumnya.
”Hmm.. sebelumnya atau setelahnya?” tanyaku lagi.
”setelahnya..” jawabnya singkat.
”eh, sebelah kanan atau kiri?” tanyaku lagi. Sepertinya kakak mulai jengkel.
”Kiri. Adaji itu kalau lewatmi disana” jawabnya dengan nada sedikit tinggi dan dongkol.
”Oh.. oke. Satuji disitu?” tanyaku lagi.
”iya.. liat saja. Adaji itu” jawabnya dengan sangat dongkol. Ia seakan ingin melempariku dengan sendok yang ia genggam. Maaf ya kakak. Adek cuman mau memastikan saja. Bukan bermaksud untuk jahil atau apa kok. hihihi

Aku pun kembali ke motor. Bersiap menyalakan mesin. Tombol starter motor tak lagi berfungsi. Aku harus meng-starter motor dengan cara manual. Setelah beberapa kali sundulan, akhirnya mesinnya bisa menyala juga. Aku meng-gasnya beberapa kali untuk memanasi mesin sesaat.

Aku pun bersiap untuk pergi. Aku sudah memutar motor ke arah jalan raya. Tiba-tiba saja hujan sedikit demi sedikit turun dengan volume yang banyak. Lalu berubahlah ia menjadi deras.

Ya Allah, Jadikanlah hujan yang Engkau turunkan bermanfaat dan menjadi rejeki bagi kami, janganlah engkau jadikan hujan ini sebagai musibah bagi kami.- doaku dalam hati.

Aku pun masuk kembali. Aku tak bisa pulang. Hujan ini sungguh deras. Aku tak berani menerobos hujan, apalagi tanpa mantel hujan. Aku masuk ke ruang teacher. HP kak linda berdering. Sebuah no.HP muncul di layar kaca.

Angkat tak ya? angkat? tidak? angkat? Aku ragu. Tapi Hp ini terus saja berdering. Pada akhirnya aku pun mengangkatnya.

“Hallo?” Ucapku.
”Hallo.. linda &*^^$$#$^&*##@?”
”Hallo.. kak lindanya lagi naik ke atas. HPnya di tinggal di bawah” ucapku.
”Hallo… apa? apa?” ucapnya lagi. Aku mnegulang-ulang kata itu mungkin hingga 3 kali dengan nada yang sudah di besarkan. Entah mengapa belum terdengar juga. Telfonpun terputus.

Telfon itu berdering lagi. Aku mengatakan hal yang sama.
”oh.. ini siapa kah?” tanyanya. Sepertinya ia sudah mendengar suaraku.
”ini adiknya” jawabku.
”oh.. surumi linda bookingkanka tiketnya yang 600-an ribu itu. Bookingkanmi yang Sriwijaya, jam 9.30 nah.” ucapnya panjang lebar.
”oh iye” ucapku singkat. Telfonpun di matikan.

Aku menuju ke atas. Sesampainya di depan pintu, aku menegtuk pintu beberapa kali. “tok.. tok.. tok..” belum ada jawaban.
”tok.. tok.. tok..” ku ketuk kembali. Setelah ketukan ke tiga, barulah tampak seseorang mendekati pintu kaca yang buram itu. Banyangannya terlihat dari balik kaca. Itu adalah kak linda. Aku pun masuk dan langsung merebahkan tubuh di kasur. Suara hujan semakin deras mendera jalanan. Suaranya menambah kegundahan hati.

Sebenarnya hati ini sedang gundah, kak lina membutuhkanku segera pulang. Ia ingin membawa dede kecil yang sedang sakit ke dokter. Aku memegang uang yang akan di pakai. Tapi apa boleh dikata, lebih baik stay dari pada harus menerobos hujan. Aku tak sanggup kakak. Otakku terus memikirkan itu. Tak sadar aku tertidur. Aku terbawa dalam mimpi.

***

Tiba-tiba saja aku terbangun. Astagfirullah.. sudah Ashar. Aku masih saja merebahkan tubuh ini. Kepala ini terasa sakit. Aku mencoba menenagkan diri sejenak. Tak lama aku melangkahkan kaki menuju kamar mandi. Cukup 5 langkah dari tempat tidur aku sudah sampai di pintu kamar mandi.

Aku bersiap untuk sholat ashar. Aku mengambil wudhu dulu lalu sholat di bawah. Di atas sini tak ada alat sholat. Aku melangkahkan kaki menuju ke lantai dasar. Sesampainya di bawah, Aku langsung masuk ke ruang teacher untuk sholat ashar.

Aku pun keluar usai sholat. Nampaknya hujan sudah sedikit reda.
“Beli saja jas hujan di pasar sana” ucap kakak yang tengah duduk di depan komputer di front office.
“emmm.. di Agungpi” ucapku.
”Adaji yang dekat sini. Itu di sebelah yang suzuki” ucap teman kakakku yang berada tepat di samping kakak.
”oh iya, itu penjula helm” ucap kakak sambil menunjuk dengan tangan kirinya ke arah kiri.
Aku pun keluar dan melihat. IYa, ada jas hujan yang tergantung. Aku masuk dan melaporkannya.
Kak nina, teman kakak, memanggil salah satu staf untuk menemaniku memanggil si penjual. Ketika aku pergi ke sana, tak kutemukan seorang pun menjaga toko. Akhirnya aku pergi di temani oleh pak satpam.
Kami pun bertanya ini dan itu. Harga dan jenisnya, sampai menawar harga. Namun, rasanya di hati masih belum sreg dengan harga itu. Aku masih memikirkannya. Pada akhirnya tak jadi beli. Maaf ya pak sudah merepotkan. Terima kasih atas bantuannya.

Aku melihat ke arah jalan. Sekarang tinggal gerimis saja. Bisa nih, pikirku. Aku pun segera menyalakan mesin motor dan berlalu pergi. Tak lupa aku berpamitan.

“Semoga bensinnya masih sampai di pompa bensin Ya Allah” doaku dalam hati. Bensinku sedang sekarat. Jarum di meteran untuk bensin sudah menunjuk ke E (Empty). Semoga masih sampai Ya Allah.. doaku terus dalam hati.

Alhamdulillah, sampailah aku di pompa bensin. Dengan tenangnya mengantri untuk mengisi bensin. Setelah terisi, aku kembali melajukan motorku perlahan-lahan. Destinasi selanjutnya adalah Toko Agung. Aku harus sampai di sana segera. Aku pun melajukan motor dengan kecepatan standard 40 – 50 km/jam.

Toko agung selalu ramai. Saat ini yang paling ramai adalah di bagian mantel hujan. Banyak sekali orang di bagian itu, maklum musim hujan. Aku pun berdesak-desakan maju melihat contoh yang ada. Aku memilih mantel yang sesuai untuk diriku. Pilihanku jatuh pada mantel jaket+celana berwarna biru. Setelah mencobanya, aku berkeliling memutari agung. Melihat-lihat dan mencari isi boneka. Akhirnya aku menemukannya juga setelah bertanya.

Sore itu, aku hanya membeli mantel hujan dan isi boneka. Setelah membayar aku langsung menuju keluar. Aku tak langsung memakai mantel itu. Kondisi di luar masih gerimis. Nanti sajalah aku memakainya, pikirku.

Baru saja, aku melajukan motor dari tempat parkir, tiba-tiba hujan deras datang. Oh Ya Allah, harus mencari tempat berteduh. Aku pun masih sempat berteduh di depan Alfamart berada di samping toko agung. Bajuku sudah basah. Aku pun berteduh sambil mencoba memakai mantel hujan yang baru saja aku beli. Awalnya serasa tidak muat. Tapi Masih bisa di paksa untuk di muatkan. Akhirnya bisa di kancing juga setelah pemaksaan sedikit.

Aku hanya memakai atasannya saja. Tak enak mengenakan bawahannya. Lagian sudah terlanjur basah juga. Aku mengenakan atasan hanya untuk menutupi tas yang berisi laptop. Setelah terpasang dan badai hujan agak sedikit reda, aku pun berlari ke motor lalu meninggalkan tempat itu.

Selanjutnya adalah mengecheck tempat praktek dokter anak. Untungnya aku mengecheknya. Karena hari ini ternyata tempat itu tutup. Alhamdulillah, kakak tidak pergi hari ini. Jika ia pergi hanya akan membuang banyak waktu dan uang untuk membayar taxi.

Aku pun pulang setelah memastikan kapan tempat itu akan terbuka kembali. Aku melajukan motor dengan kecepatan biasa. Hujan tak lagi deras. Sekarang hanya gerimis biasa. Alhamdulillah, setelah perjalanan beberapa menit aku sampai juga di rumah.

Setelah 2 hari tak bisa pulang, kini aku menginjakkan kaki di rumah.
”Assalamau alaikum” ucapku memberi salam saat memasuki rumah.
”Wa’alaikum salam” terdengar kakak menjawab salam dengan suara yang kecil bahkan hampir tak kedengaran.
Aku menuju ke kamarku. Wah, ada apa ini? terlihat kain yang basah diatambah kasur yang di gulung dan berpindah tempat. Hmm.. rupanya kamarku kebanjiran. Air masuk dari tembok sebelah kanan. Aku pun menanggalkan mantel hujan dan mengganti pakaian hari ini.

Setelah ganti baju, aku membereskan air yang masih tergenang. Aku mengambil ember dan kain. Kain akan digunakan untuk menyerap air. Setelah itu di peras dan ditadah di ember. Usai membersekan genangan air, Kepalaku terasa pusing. Mungkin ini akibat kena air hujan.

Aku pun menyuruh ayah yang tengah duduk di depan TV untu memijat tanganku. Ia pun memijatnya. Baru saja ia memijatnya, aku sudah mengeram kesakitan. Sungguh sakit ya Allah. Walau sakit aku tetap memintanya untuk meneruskannya. Rasa peningku mulai berkurang sedikit demi sedikit. Ayah menghentikannya setelah aku menyuruhnya berhenti. Setelah ia melepaskan tanganya, rasa sakit itu hilang. Alhamdulillah.

Aku pun menyantap makan malam. Lalu Aku membuka laptop. Waktunya untuk belajar. Aku memprint materi yang ingin aku pelajari. Tetapi sebelum belajar, rasa untuk menulis jauh lebih tinggi. Aku pun mulai membuka aplikasi untuk menulis. Aku mulai menarikan jemariku di atas keyboard laptop. Aku menulis untuk kejadian hari ini. Otakku mencoba menginant kembali memori yang terjadi hari ini. Aku tahu tak semua terlukiskan disini. Ini hanya bangian yang ingin aku lukiskan. Yang paling jelas ukirannya tentu dalam kitab perjalanan hidupku yang di tulis oleh Allah swt.

Ya Allah, Ya Rabbi, Semoga dalam kitab yang Kau tulis tentang catatan perjalananku di dunia isinya adalah kebaikan. Semoga hambaMu ini bisa menerima kitab catatan itu di tangan kanan Ya Allah.. Amin.

Alhamdulillah untuk rejeki, rahmat, berkah, dan segala pemberianmu hari ini Ya Allah :)

Alhamdulillahirabbil`alamin ^^

Makassar-Barombong, 6 Desember 2014

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)