Sharing,Meeting, & Eat

Sunday, December 21, 2014

BIsmillahirrahmanirrahim.

Ujian telah usai, aku tak perlu memberikan extra class lagi di hari sabtu. Sesuai kesepakatan kemarin, hari ini aku akan menemani kakak. Aku akan menjaga anaknya di hotel hingga pukul 4 sore. Kami akan pergi ke acara ulang tahun anak teman kakakku.

Karena rencana ini, aku pun tak berniat untuk pergi ke kantor. Sungguh tak mood untuk kesana. Ingin rasanya menikmati kebersamaan bersama keluarga dan jalan-jalan. Oleh karenanya, aku pun memutuskan dan berjanji untuk menemani kakak.

“Mam, jangan lupa hari ini ada tactik sharing jam 1” sms dari nomor kantor.
“Astagfirullah. Maaf mam, saya lupa. Hari ini saya nda ke IEC. Saya sudah janji temani kakakku” Balasku. Ternyata telfonku sudah berdering beberapa kali. Itu dari kantor. Aku baru menerima sms ini sekitar jam 1 siang.
“Mam, katanya kita harus buat laporan hari ini” smsnya lagi. Hah? Laporan? kenikku berkerut. AKu merasa heran tentang laporan yang harus di buat tiba-tiba.

“Laporan apa mam?” tanyaku kembali dalam smsku. Aku menunggu jawaban segera. Namun jawaban itu tak kunjung datang.
”Mam, laporan apa yang diminta?” smsku lagi.

Laporan ini sedikit mengganggu pikiranku. Aku terus berpikir pergi atau tidak ke kantor.
”Mam, Raport mam. Maaf mam tadi salah. Rapornya harus di buat hari ini. Hari senin sudah harus dibagiakan” sms dari kantor lagi.
Aku pun tak mampu berpikir lagi. Mau tidak mau aku harus ke kantor hari ini. Aku belum memeriksa test writing murid-muridku. Dengan sangat terpaksa, aku membatalkan jaji dengan kakak. Aku pun mengantarkan anaknya ke hotel lalu beranjak pergi.

Sebelum ke BTP, aku juga harus mengantar kak linda ke tempat kerja. Kami pun menuju ke todopuli. Sesampainya disana, aku merasa kehausan. Kami pun membeli minuman berasa yang dingin dan menyegarkan. Sebut saja fresh tea.

Aku pun berangkat ke kantor dengan perasaan agak berat. Tapi perasaan ini harus di tepis.
“Assalamualaikum” ucapku kala memasuki pintu masuk.
”Wa’alaikum salam. Hallo mam” ucap mam sari, sang admin di FO (front Office). Ia juga melemparkan senyumnya membuatku juga ikut tersenyum :)

Aku melihat orang-orang tengah tactic sharing. Aku menuju ke mejaku untuk meletakkan barang-barang. Aku pun masuk mengikuti tactic sharing. Tampaknya banyak yang terlewatkan, namun masih banyak juga yang aku dapatkan. Aku mendapatkan beberapa jawaban dari pertanyaanku selama ini. Thank you for this sharing. I got a lot of knowledge ^^

Usai sharing dilanjutkan dengan meeting, Aku mengikuti meeting itu. Suasana sempat tegang kala membahas skip list. Aku tahu something wrong bila ada siswa yang tidak lanjut. Maybe something wrong with me, the teacher. So, sorry about that. Aku memang datang dengan perasaan yang kurang mengenakkan. It shown on my face.

Tak ada masalah yang tak bisa terpecahkan. Aku percaya solusi itu dekat. Apalagi masalah sikap dan kejadian itu tergantung bagaimana kita merespon sesuatu. Aku mencoba menstabilkan pikiranku yang baru saja goyah akibat melakukan sesuatu yang sebenarnya tak ada dalam list keinginanku hari ini. Salah satu solusi untuk masalah hari ini adalah komunikasi. Mengkomunikasikan semua masalah yang muncul, informasi yang didapat dari beberapa siswa. It’s meaning full ^^

SEtelah semua beres, Indah-studentku datang. Hari ini ia membayar uang less untuk kelas selanjutnya. Ia juga akan membayar untuk mengikuti movie blast. Besok, kami semua akan menonton dan bermain bersama :)

Indah pulang setelah memberesakan masalah pembayaran. Aku pun ikut-ikutan pulang setelah salah satu teacher pulang. Aku menuju ke todopuli. Aku akan menjemput kakak.

“Aduh, baru liat. Ternyata bensin habis” ucapku dalam hati.
”Nanti deh, kalau menuju jalan pulang.. hehehe” ucapku lagi dalam hati. Display penunjukan bensin sudah hampir mencapai level E (Empty) alias kosong.

Aku pun sampai di todopuli sore itu. Aku menunggu kakak hingga selesai bekerja. Ia akan selesai pukul 8.30 malam. Aku duduk di salah satu kursi yang tersedia di depan front office. Magrib menjelang, Aku pun beranjak untuk sholat magrib dulu.

Aku duduk kembali di tempat semula usai sholat magrib. Sesekali aku berdiri melihat kearah depan. Aku sedang menunggu penjual siomay datang. Biasanya ia datang usai magrib. sekitar pukul 6.30 malam, ia pun datang. Anak-anak sudah berkerumung di depan gerobak mas penjual siomay itu. Eh, lebih tepatnya mungkin bakso sih. Hahahaha (ngga bosa ngebedain penjual siomay di makassar sama pejula bakso yang pake motor).

Aku juga ikut dalam kerumunan itu. Namun aku hanya berdiri diam hingga giliranku tiba. Mas pun  akhirnya menanyaiku setelah melayani beberapa orang sebelumku. YEs, akhirnya baksoku sudah ada. Kini tinggal menambahkan kecap dan saus kemudian siap untuk di santap.

Aku pun duduk kembali di tempat yang sama setelah bolak-balik menambahkan campuran baksoku dengan kecap dan saus. Anak-anak sudah banyak juga yang meninggalkan tempat duduk itu. Awalnya full. Tak ada tempat untuk duduk. Itulah kenapa aku kembali untuk menabahkan campuran. Selain karena merasa kurang, juga untuk mengulur waktu agar bisa mendapatkan tempat duduk sebelum makan. Alhamdulillah cara ini berhasil ^^

Pukul 8.30 malam kakak pun selesai bekerja. Aku tinggal menunggunya membereskan barang-barangnya untuk di bawa pulang ke rumah.
“Singga dulu isi bensin” ucapku.
”oke” ucap kakak.

Aku pun mengisi bensin terlebih dahulu. SEtelah itu kami berangkat menuju R.M. ayam penyet. Aku sedikit lapar. Kakak ingin mencoba es cincau yang aku peromosikan padanya. Beberapa bulan lalu aku pernah mencobannya dan itu terasa sangat nikmat :)

Kami pun dinner bersama di sana. Kami makan ayam penyet. Mager alias malas gerak melanda tubuh kami. Untuk membayar ke kasirpun terasa malas. I’m so full and my sister’s too.
“Mas, kasirnya dimana?” ucapku ketika memanggil pelayan yang ada di dekatku saat itu.
“Disana mba” kata pelayan itu sambil menunjuk ke arah depan.
”Oh” ucapku.”Saya bilang juga apa. Disana kasirnya” ucapku pada kakak.
”Mau di ambilkan billnya?” ucap pelayan itu.
”Boleh?”tanyaku.
”Bisa” jawabnya. “Oke mas” ucapku sambil mengangguk-angguk. Pelayan itu pun melangkahkan kaki menuju kasir.

“Jangan lupa kasi tip. Seperti biasa, kak lina kalau makan kasi tip” ucapku pada kakak.
”Berapa tipnya ….” ucap kakak sambil sedikit tersenyum.
”Hmm… terserah. 2000,- hihihi” ucapku di ikuti dengan tawa kecil.
”ohh.. bukan 1000,- saja.. hahahaha” ucapnya bercanda. Kami pun tertawa bersama tentang tip ini. Hihihihi..

Kami pun pulang ke rumah setelah membayar. Pelayannya sudah mengambil bagiannya dalam uang kembalian. Hahahaha…
Alhamdulillah, hari ini kenyang ^^

Alhamdulillahirabbil`alamin :)

Makassar, 20 Desember 2014

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)