Terlambat, Low Mood

Friday, December 12, 2014

Bismillahirrahmanirrahim.

LateWaktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Adzan tanda waktu azhar sudah berkumandang. Aku harus segera pergi. Jam 4.45 aku harus sampai di kantor.
“Ambo dimanaki sholat?” bisikku padanya. Ayah hanya mengedipkan mata dan berbisik “sebetar”. Aku pun menurut. Beberapa menit kemudian aku bertanya lagi. Aku pun baru di gumbrisnya ketika aku bertanya ketiga kalinya.
Orang rumah memberiku mukena dan sajadah. Aku pergi mengambil wudhu ke tempat kamar mandi di belakang. Kamar mandinya tak jauh dari tempat kami duduk dan bercakap. Cukup 10 langkah, aku sudah merada di tempat.

Aku pun menunaikan sholat. Plong rasanya sudah sholat. Nanti di kantor bisa langsung ngajar. Ayah pindah tempat bercakap-cakap. Waktu sudah pukul 4. Aku harus egera ke kantor. Aku pun meminta izin dan ayah masih stay di sana. Ia masih rindu bercakap-cakap dengan yang lain. Ia memintaku untuk menjemputnya nanti.

Aku melihat ke atas. Terlihat awan hitam mulai menutupi langit biru hari ini. Tadi pagi cerah meriah, sengatan matahari sungguh terasaka. Sepertinya akan turun hujan, pikirku. Aku langsung mempersiapkan diri. Mantel biru ku kenakan sebelum berangkat.

hmmm.. keluar dari sini lewat mana? ujarku dalam hati. Aku pun mengikuti mobil dan motor yang lalu lalang. Aku terus mengikuti jalan. Aku sangat berharap aku menemukan jalan keluar. Alhamdulillah, aku pun menemukannya. Aku menemukan jalan yang familiar bagiku.

Hujanpun menggutur di tengah jalan. Aku mengendarai motor pelan. Dipikiranku waktuku masih banyak. Jalanan sedikit macet. Terlihat banyak orang yang berteduh sebentar untuk menegnakan mantel hujan. Untung diriku sudah siap dari tadi. Alhamdulillah.

“Akhirnya datang juga” orang-orang meneriakkan kata yang sama ketika diriku tiba di kantor. Oh ternyata, oh ternyata.. aku sudah terlambat. Aku terlambat. Segera aku melepas mantel hujan yang basah dan menyimpan tas ranselku. Aku segera masuk ke kelas.
“Hay guys, I’m so sorry. Really sorry for being late” ucapku pada siswa ketika memasuki kelas.
Aku pun memulai kelas. rasanya tak bisa fokus. Kepikiran dengan besok. Rasanya sangat-sangat tak bersemangat. Tapi harus tetap ceria. Aku pun mengajar. Sebisa mungkin aku memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk membuat mereka gembira.
Memasuki jam ke-2. Semangat itu sungguh down. Apalagi yang datang hanya 2 orang. Tapi Indah, muridku, sudah datang hanya unttuk kursus hari ini. Aku tak boleh mensia-siakannya. Aku pun mencoba memberikan games. Walau agak sedikit membosankan akibat murid yang masih weak bahasa inggrisnya.

“Assalamualaikum mam” ucap murid yang baru masuk. 2 orang ini, datang terlambat. Tapi paling tidak menambah keceriaan. Karena Mega, muridku yang baru masuk, adalah murid yang paling ribut di kelas. Disaat mood ini sangat tak ada, ia mengatakan untuk mengajarkan materinya besok. Aku jadi terbawa suasana. aku mempercepat proses belajar-mengajar kali ini. Apalagi besok mereka akan ujian sama dengan diriku.

Aduh.. muridku. Sungguh, aku meminta maaf pada kalian atas pelajaran hari ini. Aku benar-benar banyak pikiran dan tak bisa melepaskannya.
“Oh iya, besok kelasnya di cancel ya. Kita pindah jam 2 hari sabtu, bisa?” tanyaku pada mereka yang hadir.
“Hmm.. bisaji mam.” ucap mereka. Dan kami pun bubar.
”Mam, belumpi waktunya, kenapa sudah keluar?” ucap salah satu staff disana.
”Nda papaji mam, selesaimi” ucapku.

huffttttt…

Waktunya pulang. Alhamdulillah ^^

Makassar, 11 Desember 2014

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)