Kala Doaku Terkabul

Thursday, January 08, 2015

Bismillahirrahmanirrahim.

Hari ini aku terbangun dini hari. Tak ingin melewatkan kesempatan terijabahnya doa, aku langsung melangkah ke kamar mandi. Kubasuh bagian tubuhku untuk berwudhu. Lalu kutunaikan sholat untuk bermunajab kepadanya.

Sudah 7 hari ini hujan tak hentinya turun. Ia benar-benar mengguyur se-isi kota. Aku mulai risau. Hari ini aku ingin keluar. Kondisiku masih sedikit lemah. Rasanya masih sedikit mual bila kena air hujan ataupun sedang dingin.

Aku pun berdoa untuk hari ini.

YA Allah.. semoga hari ini aku bisa melihat langit biru. Awan tak menutupi langit. Aku bisa mengurus hal yang harus kurus sampai selesai tanpa hujan. Hanya untuk hari ini saja Ya Allah..

Subuh menjelang nampaknya akan hujan. Sekitar pukul 6 pagi, air masih terdengar memantul di atas atap rumah. Suara logam terkena air terdengar samar-samar. Hmmm.. Semoga hari ini tak hujan.

Ketika aku akan berangkan. Langit biru mulai terlihat. Alhamdulillah. Hujan pun juga tak ada. Aku tak basah hari ini. Alhamdulillah YA Allah..

Aku pun mengurus segala hal yang ingin kulakukan. Yang paling penting adalah membeli sebuah note untuk menemaniku selama tahun 2015. Aku kesana tanpa kena hujan. Alhamdulillah.. kata ini tak bisa berhenti ku ucapkan.

Aku tengan duduk di sedel belakang motor. Kakak memboncengku hingga tempat kantornya. Aku menengadah ke atas. Langit mulai semakin tampak banyak. Sedikit demi sedikit awan putih bermunculan. Awan hitampun sedikit memudar diatas. Meski begitu ia tampak sedang bergerak.

Aku menghabiskan pagi di tempat kerja kakak. Aku kesana hanya untuk menumpang mandi. Air di rumah sangat tidak memungkinkan digunakan untuk mandi. Airnya lumayan nampak kotor ditambah lagi bau yang sedikit tak enak tercium darinya.

Hujan sempat turun. IA bahkan turun dengan derasnya. Aku berdoa lagi hal yang sama. Hari ini aku ingin ke kantor. Ini adalah hari pertamaku keluar rumah dan masuk kantor. semoga nanti tak hujan ucapku.

Kala aku meninggalkan tempat kerja kakak, hujan pun berhenti. Aku terus melaju menuju tempat kerja. Aku tak mendapatkan hujan sama sekali. MAtahari juga sangat menyengat tubuhku.

Subhanallah… Alhamdulillah… Sungguh indah langit biru itu. Terima Kasih Ya Allah. Aku sampai dengan selamat dan tak tersentuh air hujan.

Inilah pembutian sejati bahwa Allah swt. selalu mendengarkan hambaNya. Ia akan mengabulkan doa-doa hambaNya. Sungguh hanya IA yang dapat mengatur hujan itu. Subhanallah.. Alhamdulillah… AllahuAkbar..

Alhamdulillahirabbil`alamin ^^

MAkassar, 7 Januari 2015

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)