Nadia, Ija, dan Evhy

Friday, January 16, 2015

Bismillahirrahmanirrahim.

Tanggal 14 Januari 2015

Hari ini aku hanya di rumah. Tiba-tiba ada ajakan untuk bertemu. Kami pun membuat group chat. Pertemuan kami pun di tetapkan tanggal 15 Januari 2015 pukul 7 Malam. Tempat masih dibicarakan.

****

Tangal 15 Januari 2015

Pukul 5 sore, chat pun kembali terjadi. Ini untuk memastikan tempat pertemuan kami. Aku, nadia, dan ija saling berembut di line. Aku adalah penentu tempatnya. Terserah diriku akan bertemu di tempat mana. Kami pun memutuskan untuk bertemu di pantai. Tempat itu adalah tempat favorite kami. Tempat makan pisang epe di pantai dekat mesjid. Oke FIX!

Aku pun segera bersiap-siap. Aku mandi dan menunggu sholat magrib. SEtelah sholat dan membereskan kamar. Aku pun berangkat sekitar pukul 7 malam. Sudah telat sih, walau begitu di usahakan cepat datang. hehehe

Aku pun sampai sekitar pukul 7 lewat 20 menit. Aku langsung memarkir motor di samping mesjid. Aku mencoba mengscan keberadaan nadia atau ija-chan. Apakah mereka sudah di sini? Aku melihat di sekeliling. Tak kutemukan sosok yang ku kenal.

Aku mengaktifkan paket data. Ingin chat di group line.
“Saya sudah di lokasi teman-teman” kata nadia dalam chatnya kala aku membuka group kami di line. 
“Oh.. nadia saya juga sudah disini. Nadia dibagian mana?” ucapku di chat.
”Evhy di bagian mana? Saya sudah di tempat penjual pisang epe” ucap nadia.
”Saya di…” baru saja aku ingin menulis chat. Nadia menelfon.
“Hallo… nadia dimana?” ucapku.
“Saya di tempat pisang epe yang dekatnya mandiri” ucapnya. Aku pun menuju ke tempat itu  sambil menggenggam telfon.
Nadia pun terlihat. Kami langsung bersalaman cipika-cipiki.

“Jadi kita mau dimana?” Ucapku.
”Dimana bisakah? Saya tahunya cuman disini” ucap nadia sambil menunjuk tempat makan pisang epe di samping kami.
”Biasanya sih anak-anak di depan situ” ucapku sambil menunjuk ke tempat di sebelah tempat yang dimaksud nadia. Setelah berdiskusi sekitar 5 menit, kami pun memutuskan makan di tempat yang kutunjuk.

“Ah, evhy di sanami? Padahal saya tunggu dari tadi dirumah” ucap ija di line chat.
”Oke. Tunggu ma 15 menit lagi saya sampai. Saya masih di rumah” lanjut ija.
”Oh iya kah?” Aku sedikit kaget. Aku tak tahu jika perjanjian dengan ija bahwa aku ke rumahnya terlebih dahulu.
”Maaf ija chan, saya tidak lihat chat di atas. hahaha” Ucapku pada nadia dan chat di line. Nadia sedikit tertawa. Miskom lagi deh. hehehehe.. Sungguh aku tak memperhatikan chat kami dari tadi sebelum ke tempat ini.

Aku dan nadia makan terlebih dahulu sambil menunggu kedatangan ija chan.
”Saya rasa coklat keju” ucapku pada nad yang akan memesan.
”Coklat keju 1 sama keju 1” ucap nadia, memesan.

Aku pun bercerita-cerita ringan dengan nadia. Nadia bercerita tentang perusahaan yang kemarin kami bicarakan. Ia sudah mendapat kabar dan panggilan untuk interview lagi. Alhamdulillah. Tapi ada sedikit hal yang masih harus di klarifikasi. Nadia akan berangkat lagi ke Jakarta dalam waktu dekat.

Ija pun datang sekitar 20 menit kemudian.
“Bagaimana 15 menit saya sampai?” ucap ija chan kala datang menghampiri di tempat kami.
”Bukan. Lewat dari 15 menit” ucapku dan nadia mengikuti.
Kami pun bercerita banyak. Pembicaraan kami berlangsung seru. Apalagi kalau ngomongin masalah jodoh-jodohan. hhiihihihi..

Kami sempat tertawa. Mungkin tawa kami terlalu keras karena terbawa suasana. Kami pun tak sadar bahwa kami sedang berada di tempat umum. Seorang laki-laki yang duduk di meja di belakangku tiba-tiba mengeluarkan komentar. Suaranya lumayan kerasa. Kami agak sedikit tersinggung dan barulah sadar akan perbuatan kami barusan. Nampaknya kami memang tertawa kerasa dan sangat asyik. Laki-laki itu menanggapi pembicaraan kami.

Aku pun terdiam, nadia dan ija juga tiba-tiba memelankan suara. Aku hanya bisa senyum-senyum menyadari perbuatan kami. Setelah beberapa menit, kami membicarakan tempat selanjutnya yang akan kami tuju.

Kami pun mengendarai mobil nadia dan meninggalkan motorku dan ija. Setelah kembali dari peradauan selanjutnya, kami akan menjemput mereka (read:motor) kembali. Aku, ija, dan nadia menuju ke mobil setelah membayar pisang epe kami. Alhamdulillah.. ditraktir sama nadia. Dapat makanan gratis lagi kite malam ini.

Kami pun membicarakan destinasi selanjutnya di mobil. Di mobil, kami lebih banyak bercanda lagi. Tiba-tiba kami mengganti destinasi dari yang sebelumnya di Melindo menjadi tempat lain. Kami pun berputar-putar sebentar. Kemudian berlabuhlah mobil ini di depan Piza Café.

Asyikk.. kali ini kami akan makan pizza.
”Eh, jangan ribut nah. Jangan kayak tadi. Disini tempat …” ucap nadia.
”Tahan tawa ija” lanjut nadia lagi.
”hahahha” aku hanya bisa tertawa. Sungguh malam ini penuh canda.

Terima kasih atas traktiran dan kelucuan malam ini teman-teman. Terima kasih sudah mengisi malam ini dengan candaan kalian. Terima kasih atas cerita-cerita kalian. Terima kasih sudah berbagi dan mendengarkan. Alhamdulillahirabbil`alamin.. Uhibbukifillah ukhti-ukhti.. ^^

Alhamdulillahirabbil`alamin ^^

Makassar, 15 Januari 2015

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)