1st time to be “CHAIR”

Monday, April 06, 2015

Bismillahirrahmanirrahim.

“Kak bisa jadi chair tak?” ucap jihad di telfon tadi malam.
”Hah? kenapa saya?” ucapku agak kaget.
”Sebenarnya kak Ahmad kak. Tapi lagi sakit. Kak pudel minta saya, tapi kan saya mau pulang besok. Saya juga ada acara keluarga. Jadi nda sempatka juga. Jadi kitaji satu-satunya yang bisa” ucap jihad.
”Hmmm… bagaimana ya?” ucapku sambil berpikir. “Tapi jihad datangji?” tanyaku.
”Datangja sebentar kak” ucapnya. Yah.. seperti biasa aku akan berkata “Iya kalau begitu. Tapi tanya mereka buat hubungika. Jam berapa haruska pergi?” lanjutku bertanya.

Telfon pun tertutup. Sinyal kadang kurang bagus. Jihad pun membalasnya melalui sms “Kak besok datangmi jam 9 pagi ikut LCM dulu. Terus habis itu baru selection. Dresscode formal”.

Pagi itu aku bangun terlambat. Sholat subuh jadi telat juga. Entah mengapa aku tak mendengar bunyi alarmku sama sekali. Apakah memang tidurku sangat pulas? ataukah terlambat tidur gara-gara tak bisa tidur? arrrrrr… huft..
Usai sholat subuh yang telat itu (astagfirullah..), aku kembali tertidur. Tak terasa, aku bangun sekitar pukul 8.30 pagi. Ya .. Allah…. harus cepat-cepat. Orang-orang sedang antri untuk menggunakan kamar mandi. Aku harus menunggu antrian. Tapi aku mempercepat antrianku menjadi orang selanjutnya. Aku sudah buru-buru. Namun, apa daya pada akhirnya aku pun terlambat.

Aku berangkat tepat pukul 9 pagi. TELAT DEH!!!!…
Kenyataan berbicara lain. Acara belum dimulai. Masih menunggu beberapa orang lainnya. Seperti biasa, pasti molor dikit deh. Alhamdulillah.. at least aku sudah di sana sebelum acara di mulai. Thank you YA ALLAH..

Di sana bagiakan melakukan silaturrahmi. Aku bertemu dengan banyak teman-teman lama (lebih tepatnya junior-juniorku… mentang-mentang paling seniorrr.. hihihi). Alhamdulillah… teriakan dan pelukan sayang antara kami (cewek-cewek) benar-benar erat. Bahagianya diri ini. Walau ini berlangsung hanya sebentar tapi tak apa ^^

Acara pun dimulai. Aku sendiri belum tahu apa tugasku. Orang-orang pada sibuk dengan tugasnya masing-masing. Aku baru apa yang harus kukerjakan setelah pukul 11 lewat. Itu pun berdasarkan instruksi pudel. Aku benar-benar blank. Lama tak bercengkrama dengan dunia AIESEC. Aku pun lupa alur dan prosesnya.

Akhirnya selection pun dimulai. Aku diangkat sebagai chair untuk me-lead jalannya selection. Namanya juga pertama dan baru belajar, tentu banyak sekali kekurangan yang timbul. Aku sedikit grogi tapi let it flow aja. Ini kan memang tanpa persiapan. Lalukan saja apa yang harus dilakukan. Aku berusaha sebaik mungkin untuk menjalankan tugasku. Walaupun banyak juga yang salah-salah dan sedikit koreksi, tapi Alhamdulillah.. semua berjalan dengan baik dan lancar.

Hal yang paling penting kupelajari ketika menjadi chair pertama kali adalah:

  • PD Aja, kita kan dalam tahap belajar. Semua kesalahan masih bisa di perbaiki kok. Yang penting kita mau belajar dan memperbaikinya.
  • Persiapkan diri sebelumnya. Agar tak terjadi banyak kesalahan
  • Melihat para applicant yang begitu semangat untuk melakukan open speech dan question n Aswer session membuatku semangat juga.
  • Aku melihat betapa banyak orang-orang berkembang disini. Aku menjadi bersyukur pernah menjadi salah satu penggerak organisasi ini.
  • Melihat generasi-generasi baru AIESEC Unhas yang sangat antusias mengikuti selection untuk pemilihan leader-leader di term depan membuatku sangat sadar bahwa organisasi ini memberikan peran yang luar biasa dalam perkembangan diriku. Walau pada akhirnya segalanya kembali pada diri sendiri. Yang merubah diri kita adalah diri kita sendiri. AIESEC hanya tempat yang digunakan untuk membantu kita mengubah diri menjadi lebih baik, belajar, dan meningkatkan skill yang kita butuhkan.
  • Apapun hasilnya nanti segalanya bergantung kepada diri kita.
  • Ada kata-kata uang sangat memebkas di benakku “Orang yang memiliki banyak skill dan kemampuan (value) bisa kaya kapan pun, sedangkan orang yang memiliki banyak uang dapat miskin kapan pun”

Yah… itulah hal-hal yang kupelajari hari ini. Selamat kepada para Applicant yang mendapatkan confidance untuk lanjut ke tahap interview. Semangat!!! Yang belum confidance, jangan menyerah. Untuk mendapatkan value di AIESEC tak harus jadi vice president. Karena value yang kita dapat tergantung seberapa sering kita menggunakannya dan membuatnya menjadi kebiasaan dalam kehidupan kita sehari-hari dimanapun kita berada.

TETAP SEMANGAT!!!!

Alhamdulillahirabbil`alamin.

Makassar, 5 April 2015

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)