2 Pelajaran di 2 April

Friday, April 03, 2015

Bismillahirrahmanirrahim.

Pagi ini di awali dengan aktifitas olahraga. Seperti biasa saya akan senam di dalam kamar. Lucunya saya pake sepatu olahraga sambil mengikuti gaya senam di video yang kuputar. hehehe… Biar feelingnya dapet gituuuu…

Setelah itu, saya pun kembali bekerja. Hari ini jadinya harus bersih-bersih. Sang OB kantor belum datang. Oleh karenanya, saya yang bekerja di bagian admin harus membersihkan dan menyiapkan kelas. Saya pun membersihkan dan mengepel lantai di semua ruangan. Ditambah lagi pintu kaca yang harus di bersihkan. Yahh.. sabar aja. Insya Allah bermanfaat kok ^^

Magrib menjelang, waktunya berbuka puasa bagi yang menjalankan puasa sunnah. Saya pun membeli 4 buah kue sus di toko seberang. Kuenya sungguh enak. Apalagi kalau lagi lapar-laparnya. Jam 7 malam, siswa belum juga datang. Banyak yang datang terlambat. Rata-rata alasan yang di lontarkan adalah macet.

Macet terjadi di daerah Daya hingga pintu masuk BTP. Itulah sebab utama mengapa orang yang tadinya selalu datang lebih awal, kini ia pun terlambat. Rute ke tempat kursus harus melewati daerah macet itu. Wajar saja, hari ini ia sungguh sangat terlambat. Hampir semuanya terlambat 30 – 45 menit.

Setelah kelas selesai, beberapa siswa tinggal untuk sementara. Dua diantaranya akan belajar sambil menunggu macet kelar. Pukul 9 semuanya pun berlalu pergi, kecuali 1 orang. Orang ini menemaniku dan mengerjakan soal-soal matematika. Seharusnya aku mengajarinya. Namun tak sengaja diriku punya chating dadakan dengan seorang teman.

Temanku ini sedang berada di jepang. Agak sulit untuk mengatur waktu dengannya. Oleh karenanya, saya pun mengambil kesempatan itu. Kami mengobrol banyak. Rindu juga rasanya mendengar suaranya yang serak-serak. “Lama tak jumpa ya” ucapku.

Kami pun bercakap-cakap. Banyak hal yang kudapatkan dari cerita dan pengalamannya. Terutama pengalaman ketika dia bekerja di level MC dulu. Ada 2 hal yang sangat mengena. Hal itu adalah:

1. Ketika melakukan sesuatu, berangkatlah dari diri sendiri lalu berpikir tentang orang lain.

2. Ketika kita bekerja akan ada yang namanya external factor yang tak dapat kita kontrol, external factor ini kadang membuat diri menjadi down dan performance menurun. Oleh karenanya, kita benar-benar harus meyakinkan diri sebelum mengambil sebuah tindakan. Pikirkan tentang apa yang kita inginkan ketika mengambil opportunity itu, sehingga membangkitkan semangat kembali.

Thanks for sharing tonight Yuri ^^
Sorry ya for Dirfan kalau ngga sempat sahring tentang soal-soal matematikanya Hari ini Sad smile Sungguh tak bermaksud begitu.

Alhamdulillah… Hari ini berakhir dengan penuh arti.

Alhamdulillahirabbil`alamin.

Makassar-BTP, 2 April 2015

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)