Bahagianya Berkumpul Bersama

Saturday, April 04, 2015

Bismillahirrahmanirrahim.

Pagi ini pun aku terbangun pukul 10. Malam yang panjang terlewatkan tanpa tidur. Aku benar-benar menahan kantukku. Pukul 3 dini hari baru saja sampai di kosan usai menjemput jihad. Ia pun singga di rumah terlebih dulu sebelum ke rumahnya. Beliau ingin memberikan surprise ke ibunya atas kepulangannya kali ini. Oleh karenanya, ia menyuruh kami untuk menjemputnya.

Lama tak berjumpa, Aku sungguh senang bisa melihat dia hari ini. Ia bercerita banyak tentang kisahnya. Satu hal selelu bisa aku ungkapkan adalah kata “SEMANGAT!”. Aku sangat senang mengucapkan kata itu kepada orang lain. Apalagi kepada orang yang tengah berjuang maupun bekerja untuk meraih mimpi masa depan.

Sepanjang malam itu sesungguhnya aku mengantuk sekali, tapi tak bisa tidur. Lebih tepatnya tak boleh tidur. Jika tertidur sekarang maka sholat subuh akan terlewatkan. Kami berdua pun berusaha menahan kantuk. Aku yang tengah berbaring sudah sangat mengantuk. NAmun tetap kucoba bertahan dengan merespon pembicaraan jihad. Oleh sebab itu, pagi pukul 7 kami pun tertidur dengan pulasnya hingga pukul 10 pagi.

Rencananya, hari ini kami akan pergi jalan bersama. Namun satu orang tak bisa. Oleh karenanya, kami tak jadi melanjutkan rencana itu. Aku pun stay di rumah. Katanya kakakku akan datang menbawa barang-barangnya. Aku pun menunggunya namun ia tak kunjung datang. Aku pun mendownload berbagai macam presentasi. Aku ingin membaca-baca file-file itu. Siapa tahu saja, aku bisa mendapatkan knowledge baru.

“Hallo, ada ka di rumahnya tini (read: saya di rumahnya tini)” ucap kakakku yang ke-2 di telfon.
“Iya, sampai kapanki di situ?” tanyaku.
”Saya bermalam di sini” jawabnya. “Kesinimi” lanjutnya lagi.
”Tapi tidak ada motor” ucapku.
”Naik pt-pt (read:Angkot) saja” ucapnya.
”Aisshhh.. Hmmm.. dua kalika naik pt-pt?” ucapku sambil berpikir.
”IYa.. tidak pa-paji. Naik pt-pt saja” ucap kakak.
”Oke pade. Nanti saya kesitu” ucapku.

Magrib menjelang, aku pun sholat magrib terlebih dahulu. Usai itu, aku langsung bersiap-siap dan berangkat ke rumah kakak naik angkot. Aku harus menggunakan 2 angkot untuk sampai ke rumah kakak dari BTP. Setelah itu harus naik bentor lagi untuk sampai ke rumahnya.

Alhamdulillah, aku pun sampai di rumah kakak. Tak lama kemudian, datanglah kak linda membawa barang-barangnya. Ia membawa barangnya langsung ke Antang. Ia juga membawa langsat. Yahhh.. mau makan rambutan. Sebelum itu, aku pun menyantap makanan masakan kakak. Telur ceplok bumbu kecap, sayur bening, dan nasi putih. Ahhh… enaknya. Lama tak makan begini. Masakan rumah memang paling enak. Alhamdulillah.. terima kasih kakak.. (saya sampai nambah 2x).

Usai makan, aku dan kemenakanku pergi membeli rambutan. Kami sama-sama ingin memakan itu. Aku pun membeli 10 ribu (3 kg). Itu sudah cukup untuk kami. Kebanyakan malah. Setelah sampai di rumah kembali. Anak-anak langsung menyerbu kami. Ternyata mereka semua ingin makan rambutan. Kami pun menyantapnya bersama-sama.

Senangnya hati ini bisa berkumpul bersama keluarga. Berkumpul bersama ke-3 kakakku, walau tak lengkap karena satu orang tinggal jauh. Tapi tak apalah, ini sudah lumayan cukup untuk melepas rindu. Ditambah lagi bertemu dengan kemenakan-kemenakanku yang super duper ributnya. Terkadang di sana saya merasa terusik. Tapi hatiku bahagia…

Alhamdulillahirabbil`alamin ^^

Makassar-Antang, 3 April 2015

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)