Ke permadian Lejja

Wednesday, April 29, 2015

Bismillahirrahmanirrahim.

“Mau ikut pulang sama pung Adam?” ucap ayah padaku ketika membangunkanku. Pagi-pagi sekali, ayah sudah membangunkanku. (bukan pagi sekali sih, orang jam 9 hahahaha). Hari ini saya berencana untuk pulang. Jika memang ada tumpangan gratis, why not? (biasa.. the tebengerss.. hehehe).
“Kalau mau, cepat-cepat ganti baju. Kalau sudah pulang dari pasar mereka langsung pulang ke makassar” ucap ayah.
”Oh iya” ucapku. Dengan segera saya bangun dan langsung mengganti pakaian. Langsung saja saya dan ayah ke rumah om dimana mobil itu berada. Disana saya menunggu hingga tanteku, istri pung Adam, pulang dari pasar.

“Aih.. sempit mobil naik mobil sewa saja nanti” ucap omku, Petta Odding.
“Iya. Tidak apa-apa. Nanti saya sama wahyu saja” ucapku lega. Sebenarnya agak tak tega juga ikut dengan mereka. Itu akan sangat-sangat akward. saya kurang begitu dekat dengan mereka. Tapi jika pun harus nebeng, ya waktunya untuk mengakrabkan diri. It’s also good.
”oh iya. Ada wahyu. Nanti sama wahyu saja” lanjut tante Timang, tanteku. Saya pun tak jadi pulang pagi itu. Orang-orang akan pergi ke Lejja, tempat permandian air panas. Kami akan liburan hari ini. Alhamdulillah.. karena tak jadi nebeng di om, bisa ikutan deh.

Tak lama Wahyu datang. Entah ia dari mana.
”Wahyu samaki nanti pulang” Ucapku.
”Aih.. tidak bilang. samaka temanku” ucapnya.
”Ih.. kemarin sudah saya bilang, sama maki pulang” ucapku. kami pun beradu argument sebentar sambil tertawa.
”Mana kau pilih? Teman atau keluarga?” sepupuku ikut ngeletuk.
“Yaa.. pilih mana?” saya ikut menambahkan. Suasana jadi cair dan kami tertawa. Masih ada alternatif lain. Keputusan pun diambil, saya pulang bersama kakak-kakakku esok hari. Kami akan berangkat jam 4 subuh. Tante dan sepupuku harus langsung diantar ke bandara. Mereka harus check in sekitar pukul 10 pagi. Oleh karenanya kami harus berangkat subuh agar bisa sampai tepat pada waktunya. Perjalanan kami memakan waktu kurang lebih 5 jam untuk bisa sampai ke kota makassar, ke Bandara.

***

Setelah dhuhur kami pun berangkat ke permandian air panas. Hari ini menikmati liburan dulu. Kapan lagi bisa pergi bersama keluarga yang tinggalnya jauh. Kapan lagi bisa kumpul bersama seperti ini lagi? Oleh karenanya, moment ini benar-benar harus di manfaatkan.

Untuk sampai ke permandian Air panas Lejja dari cabenge memakan waktu sekitar 2 jam. Kami pun hampir pukul 3. Alhamdulillah.. masih sempat sholat dhuhur disana. Walau sebenarnya telat sih T_T Akhir waktu.. Astagfirullah…

Wah… lama tak kesini. Karena bukan musim liburan, tempat ini pun sepi pengunjung. Hanya sedikit pengunjung yang ditemui. Tempat ini jadi serasa milik sendiri. Kami bebas melakukan apa saja dan tak banyak orang di kolam renang. Ditempat ini terdapat 4 kolam umum. 1 kolam untuk anak-anak. 3 kolom untuk dewasa. Kedalaman kolam berbeda-beda.

“Awww…” Karena sedikit orang, suhu air tetap stabil. Pertama kali memasukkan kaki di kolam kecil tak tahan. Panas bingittsss.. lama-lama sudah bisa beberapa detik. lalu naik lagi menjadi 1 menit dan akhirnya bisa bertahan hingga 10 menit. Saya tak bisa berenang, bahkan ketika memakai ban. Oleh karenanya, saya hanya mampu berendam dan pergi ketempat dimana kakiku masih sampai.

Yang tak kalah penting adalah momnet ini tak datang 2x. Jadi, moment ini harus segera di abadikan lewat foto-foto.. paling matap deh.. bisa berfoto dan berlibur bareng keluarga. Walaupun yang datang tak semuanya karena mobil tak muat, tapi paling tidak saya berada di tengah mereka. keren rasanya… Alhamdulillah…

Setelah puas 2 jam berlama-lama di air panas, kami pun kembali pulang. Dalam perjalan pulang, kami mengunjungi beberapa tempat. Ada tempat yang dinamakan “Rumah 100”. Rumah 100 ini merupakan rumah adat di daerah soppeng. Rumah ini salah satu rumah yang keramat dan banyak menjadi tujuan wisata para turis baik lokal maupun manca negara. Setelah itu, kami menuju pusat kota dimana para kelelawar berkumpul. Ini adalah salah satu ciri khas kota soppeng.

Magrib menjelang, kicauan kelelawar terdengar jelas. Kami melepas sedikit penat dan menyaksikan peristiwa itu di depan sebuah mesjid besar di pusat kota. Layaknya orang sedang piknik, kami duduk di rumput hijau sambil menikmati kue, biskuit, dan minuman yang ada. Yah.. moment indah di menjelang malam.

Alhamdulillahirabbil`alamin.

Soppeng, 20 April 2015

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)