Yeah … Pulkam

Wednesday, April 29, 2015

Bismillahirrahmanirrahim.

Perjalanan menuju ke BTP memakan waktu sekitar 30 menit, I guess. Hopefully like that. Kakak sedang menungguku. Saya baru saja pulang dari acara Arisan angkatanku. Hari ini kami akan pulang kampung. Aku harus buru-buru agar kami bisa mendapatkan mobil untuk pulang dan bisa sampai lebih cepat di kampung. Untuk sampai di kampung, diperlukan kurang lebih 4-5 jam perjalanan.

Sekitar pukul 1.30 siang, saya memasuki pintu gerbang Balai besar laboratorium kesehatan Makassar. Disanalah saya menjemput kakak.
“Mau apa?” tanya seseorang yang berpapasan denganku kala memasuki pintu gerbang.
”Mau jemput” ucapku.
”Oh.. disana, dari tadi dia menunggu” ucapnya sambil menunjukkan arahnya.
”Oh iya, terima kasih” ucapku. Saya menuju kearah yang di tunjukkan. Disana kakak tengah duduk di sebuah kursi tunggu. Ia memegang HP. Mungkin main game sambil mendengar music agar tak bosan menunggu.

Kami pun kembali ke kosan di BTP. Saya dan kakak sudah mempersiapkan barang masing-masing. Kami tinggal mencheck barang-barang yang ingin di bawa sudah lengkap atau tidak. Tak lama kami pun menunggu angkot setelah berpamitan dengan teman-teman di kantor. Maklum, kosanku berada di kantor.

Sekitar 10 menit menunggu, Alhamdulillah, ada mobil yang menuju ke terminal. Kami tak perlu naik angkot 2x. Biasanya kita harus keluar dulu dari BTP lalu mengambil angkot menuju ke terminal daya. Kami pun menuju ke terminal. Ketika sampai kami langsung disambut oleh para supir yang tengah menunggu penumpang.
”mau kemanaki?”Ucap seorang laki-laki.
”Mau ke cabenge” ucapku. Alhamdulillah.. ada seorang supir yang akan ke daerah itu. Kami pun tinggal menunggu hingga keberangkatan.

Kami duduk-duduk di terminal. Banyak yang menawarkan makanan terutama buah. Ada seorang bapak-bapak menawarkan buah salad. Ia memegang sebongkah salad ditangannya. Beliau berkata bahwa itu Rp. 10.000,-. Awalnya kami menolak. Tapi aku baru ingat punya kembalian 10ribu rupiah dari angkot tadi, saya pun memanggil bapak itu kembali. Setelah kami memberikan uang 10ribu rupiah, sebongkah salad itu ternyata harganya Rp. 40.000,-. Saya hanya punya uang 10ribu rupiah, jadi kami hanya bisa membeli segitu sesuai apa yang ia katakan sebelumnya. Ia juga meminta-minta terus untuk menambahkan 10ribu lagi uang kami. Apa boleh dikata, kami tak bisa melakukan itu. Uang 10ribu rupiah itu juga uang sisa. Kami tak punya lagi selain uang untuk pulang kampung. Maaf ya pak, cuman punya 10ribu rupiah aja. Akhirnya ia pun memberi kami beberapa buah saja dari 10ribu itu. Ternyata harga sebenarnya 10ribu/kilo. Ya sudahlah..

Kami melanjutkan duduk santai sambil menikmati popcorn. Seorang anak kecil mendekati kami. Sorot matanya menunjukkan bahwa ia ingin makan popcorn. Kami pun memberinya. Kami makan bersama.

***

Selepas Ashar, kami pun berangkat. Let’s go to hometown. Saya menghabiskan waktu di mobil untuk tidur. Saya juga mendengarkan musik untuk menghilangkan pikiran mutah. Saya benar-benar harus memperbaiki perasaan ini. Jalanan yang berbelok-belok bisa membuat pala pusing-pusing. So, let’s think about other thing ^^ Enjoy the trip, enjoy the vacation…Yeah… see you in 5 hour a head ^^

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar, 18 April 2015

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)