A present

Thursday, December 31, 2015

Bismillahirrahmanirrahim.

Sebentar lagi bersiap untuk pindahan. Setelah kemarin sudah mengumpulkan barang-barang dan membawnaya ke rumah kakak di Antang. Kini mengumpulkan barang-barang yang masih tersisa. Setelah di kumpulkan, ternyata masih lumayan banyak. Masih ada sekitar 1 kantong besar, kantong sepatu yang ketinggalan, dan 2 tas ransel yang masing-masing penuh. Wah, banyak juga yah.

Yang membuat repot sebenranya bukan masalah banyaknya. Tapi dengan apa kami membawanya. Kemarin kami memabawanya dengan kendaraan roda empat alias mobil. Kini harus membawanya dengan motor. Tak apalah. Ini sudah sering terjadi. Sering sekali saya dan kakaku yang satu ini, Linda, membawa banyak barang menggunakan motor. So, Enjoy aja.

Usai sholat magrib, tiba saatnya kami harus pergi. Saya dan kakak membawa barang-barang turun ke lantai 1 dan membawanya langsung ke motor. Kakak sudah mendahuluiku ke motor. Saya membawa 1 tas ransel dan kantong besar. Lumayan berat tapi saya bisa kok.

“Jadi sudah mau pindah hari ini?” ucap salah seorang temanku yang ada di ruang teacher. Ruang teacher berada di deoan tangga naik ke lantai 2. Di sebelahnya ada toilet. Di depan tangga ada sebuah meja berukuran sedang. Itu adalah meja kepala cabang (BM) kami. Di kursi dekat meja itu ada seorang staff yang duduk sambil menikmati sesuatu di layar laptopnya. Sedang satu orang lagi tengah duduk di meja paling sudut kanan menghadap ke tangga.

“Iya. Ini sudah mau pergi. Oh iya, ini” ucapku sama temanku yang duduk di kursi BM sambil menyerahkan sesuatu.
”itu barangnya?” ia menunjuk kepada kantongan besar yang sedang kuletakkan di dekat tangga.
“Iya. Masih banyak ternyata barangnya. Di atas masih ada beberapa, tapi biar disimpan disitu saja” ucapku.
”Oke deh. Saya pergi dulu ya. Sir.. Sir…” lanjutku.
”Ms…” panggil temanku. Ia pun menyerahkan hadiah padaku. Hadiahnya berbentuk kotak.
“Oh..” saya berbalik dan menerima hadiahnya sambil tersenyum.
“Makasih sir” ucapku. Oke deh.. let’s go.
”Oh iya anto yang kerja tugasku kan? Kalau ada yang mau ditanyakan, tanyakan saja. Besok saya ke sini” lanjutku lagi kala memegang kantongan besarku.
”Iya mam. Besok pi toh?” tanyanya untuk meyakinkan.
”Iya, besokpi” ucapku mengiyakan.
”oke pergi dulu..” lanjutku lagi sambil mengangkat kantongan besar itu.
”Mau di bantu mam?” tanya anto.
”Tidak usah. Saya kuatji (red: saya kuat kok)” ucapku dengan yakin.
”Yaya.. anak teknik” ucap anto.
”Ohh.. jelas..” ucapku sambil berlalu pergi. “Saya pergi dulu.. Assalamualaikum”

Saya pun menghampiri kakak yang sudah menungguku di atas motor di luar. Saya mengangkat barang besar itu dan meletakkannya di tengah. Saya pun naik. Dengan space yang sangat sedikit, saya mencoba duduk senyaman mungkin di ujung sadel. Let’s GO. Dan kami pun meninggalkan tempat ini menuju ke tempat baru.

Semoga ini adalah salah satu hijrah menuju hidup yang lebih baik. Semoga keputusan ini senantiasa di ridhoi oleh Allah swt. lebih berkah dan mebawa banyak kebaikan. Aamiin.

Dalam perjalanan, tiba-tiba saja kepikiran dengan hadiah yang diberikan temanku. Hmm.. apa yaa.. jika bisa di tebak itu adalah buku.. Semoga.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit. Akhirnya kami pun sampai di rumah kakak. Wah, saya tinggal lagi disini. Sudah lama rasanya tak menginap disini. Kini saya harus menetap disini lagi untuk sementara. Yup, mari memulia hidup dan kebiasan baru.

Setelah meletakkan barang-barang saya merebahkan tubuh sejenak. Oh iya, tadi saya di kasi hadiah sama sir jamal. Hmm.. mari kita buka. Wah.. sebuah bukuuuu… Yeahhh… Dapat buku gratis. Assiikkkkk…
Dengan senang saya pun membuka pembungkus plastik buku itu. Pemilihan judul yang bagus. Saya pun mencoba membaca beberapa lembar. Bagus!!! Kala membacanya seakan saya tak mau berhenti membaca kisah-kisah selanjutnya. Hanya saja, saya men-stop-kan diri untuk membacanya sejenak.

Setiap kali membaca 1 part cerita dalam buku itu. Ia seakan menyalurkan energi postif. Buku itu seakan berpesan bahwa setiap perubahan kecil  yang baik akan menghasilkan suatu harapan baru dan mendatangkan perubahan besar dalam hidupmu. Oleh karenanya, saya akan membaca buku itu jika butuh semangat. Karena ia memunculkan energi dan semangat baru ^^

Terima kasih untuk hadiah berharganya teman. Bagiku Hadiah yang paling berharga mengalahkan emas adalah buku yang berisi ilmu yang bermanfaat. Sekali lagi terima kasih sir ^^

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-BTP, 20 Dec 2015

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)