Di waktu pagi 15 Dec

Monday, December 14, 2015

Bismillahirrahmanirrahim.

di waktu pagiPagi yang mendung. Awan hitam nampak menyelimuti langit. Sisa-sisa hujan tadi malam masih membekas dipinggiran jalan. Kelabu pagi, hmmm…. Rasanya ia mengerti hati ini. Saya melihat ke atas.. kutemukan setitik cahaya membuat pagi ini tetap bersinar walau tak secerah pagi-pagi sebelumnya.

seems today is the last day in my current Job. Beberapa hari ini saya berusaha menghabiskan waktu da hari-hari bersama teman-teman kantor. Entah mengapa rasanya saya akan pergi jauh. Tapi tetap saja sebenarnya saya tak tahu apa yang akan saya lakukan. BUkan tak tahu, tak pasti lebih tepatnya. Banyak hal yang menantiku ke depan, banyak jalan yang dapat ditempuh. Apapun itu, saya selalu berkata pada diri “Jangan menyerah”. Hidup ini akan selalu di penuhi cobaan. Bahkan senang pun terkadangan adalah cobaan, sehingga tak boleh berlebihan. Yang berlebihan itu sungguh tak baik.

Saya berpikir sejenak. Duduk di sebuah kursi pojok di sebuah ruangan di tempatku tinggal. Terdiam dan terus berpikir tak tentu arah. Sesekali melihat keatas. Sesekali memandangi laptop yang ada di depanku. Sesekali membiarkan tangan ini menuliskan apa yang kupikirkan. Menuliskan kondisi diri. Ahhh… terkadang merasa alay, kenapa harus menulikan hal ini. Saya jadi tersenyum jika mengingat diri sendiri dan membaca tulisan ini. Berharap tulisan ini tak dibaca oleh siapa pun. Hanya ingin menuliskannya.

Hahaha.. Diri ini lucu ya. Berharap sesuatu, tapi tetap saja di uplod di blog yang bisa di akses oleh semua orang. “Jangan di upload kalau tidak ingin dibaca orang” bisik-bisik dari dalam hati. Tapi tetap saja diri ini melakukan apa yang ingin dilakukan. Tetap mengupload karena ini adalah tulisanku. Kukumpulkan semuanya disana, di blog pribadiku. Agar tulisanku tetap ada. Agar kutahu bahwa aku pernah ada dan beberapa sejarah yang terukir dalam hidupku.

Sebentar-sebentar hati ini berubah-berubah… sedikit senang, tiba-tiba sedih, lalu tersenyum, hampir saja air mata menetes, lalu tersenyum kembali. hmmm… terdengar suara seperti hujan turun. Saya melihat ke jendela. Yup, hujan turun. Jalan-jalan pun mulai basah kembali. Hujannya lebat. Saya teringat tentang ibu. Jadi ingin menangis di pelukannya. Tak apa boleh dikata, ia sudah tak nampak. Ia sudah berada di alam lain. Mata ini berkaca-kaca. Saya pun memutar sebuah lagu. “OPICK – Satu Rindu”. Lagu rindu menemani pagi ini.

Saya meraih sebuah buku. Mari membaca saja sambil menikmati pagi di temani lagu rindu di waktu hujan ^^

Alhamdulillahirabbil`alamin.

Makassar, 15 Desember 2015

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)