His name is Rajab

Thursday, December 17, 2015

Bismillahirrahmanirrahim.

IMG_20151217_091755Saya tengah berada di rumah sakit. Kala itu menunggu jemputanku untuk pulang ke rumah. Semalaman saya menjaga anak sepupuku yang masuk rumah sakit. Ia kena musibah kecelakaan bermotor. Kala menunggu, saya mengunjungi seorang pasien. Ia adalah anak-anak berusia 4 tahun.

Ia sangat cerewet. Saya pun menghampiri bansalnya.
“Hallo…” ucapku lalu di ikuti senyuman. Ia hanya tersenyum.
“Siapa namanya?” ucapku lagi. Ia cuman balik tersenyum.
”Muhammad Rajab” ucap sang nenek yang duduk di dekatku.
“Ohh.. Rajab..” saya tersenyum kembali. Saya melihat-lihat kearahnya.
“Sakit apa nek?” tanyaku.

”Sakitnya seperti anak itu” ucapnya sambil menunjuk kepada pasien anak-anak di sebelah. Seorang anak berusia 6 bulan yang kepalanya membesar. Ia menderita penyakit hidrosepalus.
“Oh! Jadi sudah di operasi?” ucapku dengan sedikit kaget sekaligus prihatin.
”Belum yang ke-5 kalinya. Besok, Insya Allah operasinya” ucap sang nenek.
”oh, jadi sudah ada selangnya?” tanyaku lagi.
”Iya. Ini..” jawab nenek sambil menunjukkan ke tempat selang itu terpasang di tubuhnya.

kebetulan waktu itu, ia melepas baju. Saya melihat selang itu dengan sangat jelas. Berdasarkan penuturan orang tua anak yang mendapat penyakit yang sama yang berada di sebelah bangsalnya, biasanya selang itu di masukkan ke dalam tubuh. Selang itu di pasang di otak dan terhubung ke bagian perut untuk mengeluarkan cairan di otak. Hal ini dilakukan agar cairan di kepala tidak menumpuk dan membuat kepala menjadi besar.

“Berapa umurnya rajab?” tanyaku lagi.
”4 tahun. Rajab sudah 4 tahun” jawab nenek lagi. Hatiku sedikit miris. Ia baru berusia 4 tahun namun harus melalui operasi sebanyak itu dan begitu pula selanjutnya. Setiap 5 tahun sekali, ia harus melakukan operasi lagi. Operasi pergantian selang seiring bertambahnya usia.

Walau begitu, Rajab yang kutemui kala itu masih bisa tersenyum dan tertawa. Saya pun mengambil foto dan berfoto bersama. Ia terlihat senang sekali. Akhirnya saya mengambil fotonya. Tingkahnya mulai lucu dan menggemaskan. Ia sangat-sangat menyukainya. Kami terkadang bercanda dan menyurusnya menyanyi.
“Ayo menyanyi.. ini mau dikasi masuk di TV” ucap bapak-bapak yang berdiri di depanku. Ia adalah bapak dari anak yang menderita penyakit yang sama. Anaknya baru saja berusia 2 bulan. Anak itu juga harus melakukan operasi dan pemasangan selang dalam tubuhnya. Ya.. Allah…

Ya.. Allah.. Tegar sekali.. Tegar Sekali mereka. Tak pernah terbayangkan olehku bahwa ada orang-orang di luar sana yang menderita penyakit yang harus mereka rawat seumur hidupnya. Senyum dan tawa mereka memberi semangat baru dalam hidupku. Sungguh! Ditengah penyakit yang harus mereka tanggung, mereka masih mampu memberikan keceriaan bagi sekitarnya, terkhusus bagi diriku. Saya ikut menikmati canda tawa mereka dan membawa semangat baru bagi hidupku.

Saya merasa sangat terharu. Allah swt. memberikan kesehatan yang kadang tak kupedulikan. Sementara orang-orang disekitarku saat ini tengah memohon agar diberi keajaiban berupa kesembuhan dan hidup normal tanpa harus berada dirumah sakit berhari-hari. Takkan ada yang mampu melawan takdir. Oleh karenanya, jika engkau masih di beri takdir sehat, baik, dan waktu bersama keluarga. Manfaatkanlah takdir itu dengan sebaik-baiknya. Karena kita takkan pernah tahu kapan Allah swt. mengubah dan mencabut atau mengubahnya. Penuhi hidup ini untuk menyalurkan semangat dan berbuat baik kepada orang-orang disekitar kita siapapun itu. Karena sejatinya, kita semua adalah saudara dan Allah swt. menyukai orang-orang yang berbuat baik kepada keluarganya.

Yaa.. Allah.. ampunilah kami yang masih kurang bersyukur atas nikmat sehat yang Engkau berikan. Mampukan kami memanfaatkan waktu dan sehat ini untuk berbuat baik kepada sesama manusia. Aamiin

Hmm… sesekali sepertinya diri ini memang harus berkunjung ke rumah sakit atau mengunjungi orang sakit. Agar hati ini mendapatkan semangat baru dan mengingat betapa beruntungnya kita saat ini. Teruntuk Rajab, Ramadhan, dan david beserta orang tuanya (nama anak-anak yang menderita hidrosepalus di kamar 4, lontara 3) yang sabar dan kuat ya. Allah swt. takkan memberi cobaan kepada hamba-Nya melebihi kemampuan mereka. Itu artinya kalian mampu melalui masa-masa krisis dan tumbuhlah menjadi anak-anak berprestasi dan berguna bagi orang tua, sekitar, nusa dan bangsa. Terima kasih atas semangat dan senyum yang telah kalian bagi. Saya sangat bersyukur bertemu dengan kalian walau hanya beberapa jam.

Alhamdulillahirabbil`alamin.

Makassar, 17 Desember 2015 (5 Rabi al-awwal 1437 H)

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)