Waktunya Pulang

Saturday, January 30, 2016

Bismillahirrahmanirrahim.

Usai meeting dan surprise parti siang itu, saya buru-buru untuk pulang. Kali tak pulang ke rumah yang biasanya. Kali ini saya ingin ke kampung halaman. Rindu rasanya spend time with my father. Rindu suasana kampung yang tenang dan damai. Rindu angin sepoi-sepoi. Pokoknya rindu semuanya.

siang itu pun, seorang teman berbaik hati mengantarkan saya ke terminal. Kami berdua berasal dari daerah yang sama. Oleh karenanya , kami lumayan dekat (cieeeeee…. Eittssss jangan salah paham dulu…). Dia adalah seorang cewek berusia 2 tahun lebih muda dari saya. Orangnya baik. Dia membawaku pergi. Saya tak tahu jalan mana yang ia tempuh. Namun yang pasti ia membawaku menuju tempat kendaraan yang akan membawaku pulang.

Sesampainya di daerah terminal ia langsung menuju ke jalur mobil terminal. Awalnya saya kaget, mengapa ke lajur ini? Memangnya bisa? Harusnya kan saya di antar ke jalur penumpang. Namun ia bersikeras mengantarku langsung masuk ke tempat mobil itu berada dengan sepeda motornya.
“Bayar Rp. 5000,-“ kata bapak di loket. Wah, ternyata ada loketnya. Awalnya temanku pikir loketnya hanya seharga Rp. 2000,-. Ternyata sudah naik ya. 
“Turunkan saja disana” ucapku sambil menunjuk ke suatu tempat. “Nanti saya bisa jalan saja ke sana” lanjutku lagi. Dia pun menuju ke tempat yang kuperlihatkan. Saya sempat turun.
”Disini saja” ucapku ketika turun.
“Hmm.. Tidakji itu. Naik saja. Nanti baru dibayar” ucapnya. Saya pun naik. Segera ia pun melaju masuk dan meninggalkan tempat tadi.
“Tahu dimana tempat mobil untuk jurusan ke soppeng (salah satu nama kabupaten di sulawesi selatan)?” tanyanya.
“Ia, saya tahu” ucapku. Kami pun sudah sampai di tempat tujuan, mobil angkutan umum jurusan soppeng. Ia mengenal seseorang disana. Mereka bercakap-cakap. Saya pun menjadi penumpang pertamanya. Tinggal menunggu penumpang yang lain agar bisa segera berangkat.

Di dalam mobil itu saya duduk sendiri menunggu. Saya hanya di temani HP dan headset yang terpasang di telinga. Angin sepoi menghampiri membasuh wajahku. Terbayang angin sepoi-sepoi di kampung. Kala mata ini terpejam, terbayang suasana kampung. LOVE IT!!! Waktunya pulang… Yes.. My father wait meeeeeeee… YEAHHHHHH…

Mobil pun mulai beranjak sore itu dan kami pun berangkat beberapa menit kemudian. PULANGGGGGGG…

Alhamdulillahirabbil`alamin.
Ditulis di:
Makassar-BTP-TIC,
30 Januari 2016

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)