Apa Sih Penetapan Ikon Kuliner Kota Makassar?

Thursday, December 01, 2016

Bismillahirrahmanirrahim.

Kemarin, senang sekali bisa berkesempatan menghadiri acara Sosialisasi Penetapan Ikon Kuliner Makassar. Acara ini di buka oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar, Ir.H.Rusmayani Madjid, M.Sp dan dihadiri oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari 14 Kecamatan, Institusi Pendidikan, Komunitas Blogger, dan perwakilan beberapa Hotel-Hotel di Makassar.

designed by ev
Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan Ikon Kuliner Makassar yang telah ditetapkan sebelumnya dimana ikon ini akan menjadi delegasi pariwisata kota Makassar untuk mengangkat citra Kota Makassar di level nasional maupun internasional dalam bidang Kuliner. Adanya kegiatan ini diharapkan agar terjadinya synergy antara PKK, institusi pendidikan, dan Blogger untuk menyediakan informasi ataupun mengembangkan kuliner Kota Makassar sehingga citra kuliner dapat lebih dinikmati dan diketahui oleh masyarakat secara luas. Hotel-hotel di Makassar pun diharapkan agar dapat bekerja sama dalam menyediakan kuliner-kuliner ini sebagai sajian khas Kota Makassar untuk para wisatawan dan tamu-tamu mereka dengan berpatokan pada 10 Ikon kuliner Kota Makassar yang sudah di tetapkan.

Salah satu hal yang melatar belakangi Penetapan Ikon Kuliner ini adalah adanya potensi besar Kota Makassar dalam hal kuliner. Potensi-potensi tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Produk makanan dan minuman ternyata banyak diminati oleh masyarakat dan wisatawan. Misalnya Coto adalah yang paling  banyak diminati sehingga perlu untuk ditingkatkan
  2. Pertumbuhan bisnis makanan makin berkembang secara signifikan, sehingga bisnis makanan kuliner pun bisa dilakukan dan dikembangkan
  3. Makanan dan minuman ikut berkontribusi dalam promosi pariwisata
  4. Adanya ciri khas untuk peningkatan potensi kekayaan etnis dan budaya Kota yang heterogen
  5. Dapat menjadi usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat
  6. Meningkatkan daya tarik wisatawan
  7. Pertumbuhan signifikan dari gourmands (pencinta makanan dengan cita rasa khas)
  8. Menggali dan melestarikan kuliner sebagai identitas masyarakat
  9. Meningkatkan citra destinasi
  10. Mendorong minat kunjungan wisatawan
  11. Meningkatkan potensi ekonomi dan pendapatan masyarakat
  12. Mempromosikan dan mengenalkan kekayaan budaya masyarakat
  13. Memperluas kesempatan kerja dan lapangan usaha
  14. Meningkatkan PAD
  15. Mendorong penyerapan produk-produk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan
  16. Mambangun masyarakat yang sehat dan sejahtera
Potensi-potensi ini memberikan beberapa peluang yang dapat dikembangkan oleh pemerintah Kota Makassar untuk meningkatkan citra kulinernya sebagai berikut:
  1.  Kuliner sebagai gaya hidup masyarakat modern
  2. Cita rasa kuliner yang sangat eksotis
  3. Kuliner sebagai makanan sehat
  4. Metode memasak yang lebih atraktif
  5. Ketersediaan bahan baku lokal
  6. Identitas budaya masyarakat

Setelah beberapa peluang dan potensi-potensi yang ada tentu ada pula beberapa tantangan yang dihapadi oleh pemerintah dalam pengembangan industry kuliner di Kota Makassar. Adapun tantangan yang dihadapai, yaitu:
  • Pola hidup latah masyarakat
  • Apresiasi terhadap kuliner masih rendah
  • Identitas makanan belum tereksplorasi
  • Kreativitas dan penyajian masih sangat konvensional
  • Belum ada standardisasi produk
  • Promosi dan pemasaran masih terbatas
Nah, Sosialisasi Penetapan Ikon Kuliner Makassar ini adalah salah satu langkah awal pemerintah untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada. Hal ini patut untuk di apresiasi. Dengan kegiatan ini diharapkan akan sangat membantu dalam merumpun pihak-pihak terkait yang akan dapat berkerja bersama-sama dalam peningkatan kulitas kuliner di Indonesia, khususnya Kota Makassar.

Sebelum penetapan ikon kuliner ini tentu ada beberapa hal yang dilakukan diantaranya proses identifikasi, proses penilaian berdasarkan survey, dan barulah ditetapkan berdasarkan hasil suvey. Adapun list identifisaki Kuliner Makassar dan proses penilaiannya dapat dibaca di : Identifikasi Penilaian Ikon KulinerKota Makassar.

Para peserta sosialisasi
Yang paling berkesan dari acara ini adalah ketika pemateri Bapak DR. H.Samsul Rizal, S.sos, M.Pd, Pakar kuliner Makassar, mengingatkan tentang budaya makan sebelum saya merantau ke daerah Makassar di tahun 2007. Selama saya tinggal bersama orang tua, ketika waktu makan tiba Ayahlah yang harus dipersilahkan makan terlebih dahulu. Tidak boleh makan sebelum Ayah makan atau Ayah sudah mempersilahkan makan, jika belum dipersilahkan maka jangan makan terlebih dahulu karena itu tidak sopan. Jadi rindu sama kampung halaman.

Penyampaian materi oleh Narasumber
Satu hal lagi, pakar Kuliner kita menjelaskan beberapa filosofi beberapa kuliner  Kota Makassar dalam acara ini. Penyampaiannya cukup apik dan informatif namun masih berdasarkan beberapa isu-isu saja belum merujuk kepada sebuah referensi tertulis. Oleh karenanya, ketika ditanya tentang referensi atau siapa saja orang-orang yang dapat ditemui untuk mendapatkan referensi terkait beliau belum dapat memberikan rujukan namun beliau sangat tertarik untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dan membuat sebuah proyek untuk itu. Beruntung, seorang perwakilan dari Asiosasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) DPD Sulawesi Selatan, Bapak H.Lukman, memaparkan bahwa dari APJI ini memiliki program kerja untuk menerbitkan Buku Resep 4 Etnis di tahun 2017 dengan menyertakan filosofi makanan tersebut seperti makna moral, kesehatan, dan sejarahnya. Beliau juga mengajak semuanya untuk dapat bekerja sama dan berkontribusi dalam menjalankan program kerja ini. Selain itu, beliau juga menghimbau agar para instansi atau masyarakat yang bergerak dibidang kuliner dapat bergabung di APJI karena ada banyak pelatihan-pelatihan bidang kuliner serta dapat membantu biaya modal untuk UKM (Usaha Kecil Menengah) hingga 25 juta rupiah tanpa anggunan dengan beberapa syarat.

Cukup sekian cerita mengenai Sosialisasi ini, dari tadi pasti menunggu apa saja sih yang masuk ke dalam 10 Ikon Kuliner Makassar saat ini? Mari mapir Inilah Dia 10Ikon Kuliner Makassar.

Alhamdulillahirabbil`alamin
Makassar-Barombong, 
1 Desember 2016

You Might Also Like

8 komentar

  1. Coto Makasar...sy sukaaaa..meski bukan asli sana tp sy suka krn pakai ketupat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mba inaa..
      Yukk jalan-jalan ke Makassar ;)

      Makasih sudah mampir ya ;)

      Delete
  2. Replies
    1. Ada juga soto Ayam di Makassar kak..

      Salam kenal, terima kasih sudah mampir ;)

      Delete
  3. wow mendalami kuliner itu sesuatu yang bukan bidang saa banget hehehe.
    tapi benang merah kita ada di pariwisata. Sekarang ini kayaknya untuk mempromosikan segala sesuatu butuh yang namanya awareness campaign.
    Bukan cuma soto Makassarnya, tetapi juga apa yang diwakilinya. begitu bukan mbak? hehehe.
    oh iya mbak kalau bebetulan lagi cari tips fotografi mampir juga dong ke blog saya di
    gariswarnafoto[dot]com
    yuk mariii, terima kasih buat artikelnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Mas.. untuk tulisan mengeni 10 kuliner favorite yang di tetapkan ketika itu bisa dilihat di

      http://www.evhykamaluddin.com/2016/12/ini-10-kuliner-terbaik-kota-makassar.html?m=1

      Btw, makasih udah mampir ya mas jack.. nanti saya mampir di blognya ;)

      Delete
  4. Makassar, pengen ke sana Kebetulan nenek tiri suami di sana, tp kami blm berkesempatan mengunjungi. Moga kpn2 bisa ksana dan menikmati ikon2nya Makasar :D TFS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiinn.. Semoga keinginannya kesampaian ya Kak :)
      Aamiin

      Terima kasih sudah mampir ya :)

      Delete

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)