Awal Tahun yang Bermakna

Sunday, January 15, 2017

Bismillahirrahmanirrahim

Malam pergantian tahun baru telah tiba. Satu hal yang paling menyesakkan hati adalah saya harus menghabiskan malam itu di tempat kerja. Maklumlah tempat kerjaku seperti halnya dengan rumah sakit dimana sistemnya shift-shift-an dan harus stand by. Apalagi pergantian tahun baru ini agak rawan kriminal sehingga penjagaan di tempat kerja harus benar-benar siap. Walau begitu saya berusaha melakukan yang terbaik yang saya bisa. Saya pun berusaha mengisi waktu jaga dengan membaca buku atau sekedar bercakap-cakap dengan orang sekitar.


Sebagai pekerja sosial di salah satu NGO (Non-Goverment Organization), saya cukup menikmati pekerjaan ini. Di sini saya bisa membantu banyak orang dan bisa lebih berguna. Apalagi jika dapat membuat orang-orang di sekitar saya tersenyum. Kebahagiaan pun datang dengan sendirinya. Saya paling bahagia ketika dapat membantu orang-orang di tempat saya bekerja, jika tidak dapat membantu saya sedapat mungkin berusaha untuk tetep menyemangati dan memberikan senyum terbaik. Karena senyum adalah sedekah. Senyum tulus akan sampai ke hati. Itu yang saya percayai.

Detik-detik pergantian tahun pun hampir tiba. Saya masih duduk di kursi jaga sambil memegang HP. saya sedang menikmati waktu bermain game yang ter-download di HP saya. Awalnya saya kurang tertarik untuk menikmati kembang api dan tetap berada di dalam ruangan. Namun, suara petasan yang kian lama kian terdengar membuat saya berdiri melangkah pergi untuk melihat kembang api. Awalnya agak kecewa ketika di depan tempat kerja saya tak dapat melihat apapun. Beberapa waktu kemudian, saya dapat melihatnya dengan mengarahkan pandangan de sebelah kiri. Kali ini benar-benar terlihat jelas.

Kembang api pun meletus satu persatu. Indah terlihat walau tak banyak. Bunyi-bunyi sorak kawan-kawan juga turut meramaikan. Ucapan " Selamat tahun baru" juga terdengar. Sesekali saya memperhatikan sekelilingku. Banyak diantara orang-orang yang bersamaku juga menikmati pemandangan ini. Terlihat wajah-wajah senang menyelimuti suasana malam yang meriah.


Sekitar pukul 00.30, saya kembali masuk ke dalam tempat kerja yang kerap disebut sebagai shelter. Maaf saya tidak dapat mengungkapkan jelas tentang tempat ini. Namun yang pasti, tempat ini adalah tempat dimana terdapat banyak ladang pahala jika dilakukan dengan penuh keikhlasan tanpa keluhan. Saya kembali masuk dan segera menuju meja panjang yang berada di loby lalu menuju ke tangga yang tak jauh dari meja itu. Cukup melangkah sebanyak 5 langkah ke kiri. Kemudian menghadap ke kanan, lurus, dan kita akan mendapatkan tangga di samping lift yang tidak terpakai. 

Saya pun menaiki tangga dan langsung menuju kamar di lantai 2. Jika sampai di lantai 2 tinggal belok kiri, dan tadaaa.... kita pun akan berada di depan kamar 201. Ini kamar khusus untu para social worker perempuan. Disanalah kami menghabiskan malam untuk stand by jika ada kejadian emergency. Saya sudah sangat lelah dan akhirnya terlelap diatas kursi sofa yang berfungsi sebagai kasur.

Ke-esokan harinya, di awal tahun yang cerah saya bangun pagi-pagi dan kembali ke rumah. Sampai di rumah tak ada juga makanan. Entah apa yang saya lakukan ketika itu. Tiba-tiba saya mendapatkan kabar dari teman. Beliau baru balik dari Umrah. Subhanallah.. Mau jugaa Umrah.. 
Kami pun bertemu dan berbincang-bincang. Beliau sangat menikmati waktunya disana, waktu dimana dia tidak memusingkan masalah pekerjaan, waktu dimana dia beribadah kepada Allah swt. 

Dari pertemuan itu, saya mendapatkan sedikit inspirasi dan motivasi. Sambil makan bakso, saya juga berbincang-bincang dengan saudara beliau. Ia bertanya tentang pekerjaan saya. Saya pun menjelaskan panjang lebar, namun maaf tak bisa saya jelaskan di sini.

Usai itu, saya pun menuju ke tempat janjian lain. Seharusnya saya ke sana sejak tadi, namun waktu bersama ija-chan tidak dapat di lewatkan. Untungnya teman saya sudah janjian dengan orang lain juga sebelumnya sehingga saya pun tak perlu khawatir untuk datang telat. Maaf yaa kakak :(

Motor ini pun melaju dengan standar kecepatan rata-rata 40-50 km/jam. Untunglah di awal tahun baru ini hujan tak datang di siang hari. Sebelum-sebelumnya, tanggal 1 januari akan menjadi tanggal dimana hujan turun dengan derasnya. Saya masih teringat beberapa tahun yang lalu hujan awet dari pagi hingga malam menjelang. Kali ini jalanan pun aman terkendali, macet pun tak saya rasakan.

Akhirnya sampai juga di tempat tujuan setelah sebelumnya sempat terlewat. Sebuah Cafe yang lumayan terkenal di daerah Jl.Hertasning adalah tempat itu. Di sana berbagai hidangan ala cafe dapat dinikmati utamanya kopi. Saya pun memarkirkan motor di depan cafe dan menaiki tangga menuju pintu masuk. Ketika masuk mata saya mulai jelalatan mencoba mencari sang teman. Mata saya langsung tertuju kepada dua wanita yang sudah duduk santai di bagian depan paling ujung sudut kiri dari pintu masuk. Mereka terlihat diam-diam dan sibuk dengan gadget masing-masing. Saya pun berjalan dengan pelan dan perlahan-lahan untuk mengagetkan mereka. Soalnya mukanya serius semua. Tapi yah.. usahanya Gatot alias gagal total. Mereka tak kaget sama sekali. wkkkk 

Tak lupa untuk selalu tersenyum. Saya pun menikmati waktu bersama mereka. Saya mencoba membantu perpindahan domain untuk blog seorang teman yang baru saja membeli domain. Saya sangat antusias dengan kegiatan ini karena ini berhubungan dengan blog dan saya pun dapat belajar dengan membantunya. Senang rasanya bisa berada ditengah-tengah mereka. (Tapi bukan jadi orang ketiga kan? hmmmm... gimana yaa... pastilah saya jadi orang ke-3 yang datang.. :) )

Terima kasih untuk waktunya yang bermakna
Ada satu hal yang paling menyenangkan dan membuat kami tertawa bersama. Kala itu setelah perpindahan blog berhasil dari blogger menjadi domain baru.. yeahhhhh.. akhirnya iseng-iseng kami mengkepoi tulisan awal-awal ketika mulai nge-blog. Tawa lepas tak dapat dihindarkan. Maklum tulisan-tulisan diawal itu agak lebay, puitis, dan memang masih belajar. Ditambah lagi, yang membaca pun menambahkan ekspresi ketika membacanya yang membuat diri ini tak sanggup menahan tawa. Hmmm... bisa dibilang tulisannya masih seperti ini sih. #eh (berarti tidak ada peningkatan dong?) *Hanya bisa tersenyum :D*

Saya benar-benar merasa bahagia hari ini. Ini adalah hadiah kebahagiaan di awal tahun. Semoga kebahagiaan dan kehangatan pertemanan ini senantiasa awet dan tak lekang oleh waktu. Suka.. Suka.. Suka.. sekali. Baru kali ini saya benar-benar tertawa lepas dalam kebahagiaan. Lebay kedengarannya memang, tapi itulah kenyataannya. Alhamdulillah.. terima kasih teman telah menjadikan waktu ini bahagia dan penuh makna. 


Alhamdulillahirabbil`alamin
Makassar-Shelter Latimojong, 
13 Januari 2017

#CatatanAwalTahun-1 Januari 2017

You Might Also Like

1 komentar

  1. Iya, kalau baca postingan2 awal di blog memang bikin senyum2 sendiri. Aku pun juga begitu, Evhy. Ngga pa2 lah ya, namanya juga proses :) Yuk semangat terus ngeblognya.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)