Dari Tradisional menjadi Modern di Femme 2017

Monday, April 10, 2017

Bismillahirrahmanirrahim

Mengikuti acara Femme 2017 adalah suatu kepuasan tersendiri bagi saya sebagai penikmat fashion. Mata saya sungguh dimanjakan oleh berbagai koleksi fashion tanah air. Kali ini saya berkesempatan untuk mengikuti pembuakaan acara Femme 2017 yang diadakan di Four Poin by Sheraton Makassar. Pembukaan ini cukup meriah dengan mengakat motif cobo' di kain sutra Sulawesi Selatan.

Motif cobo' yang merupakan motif kain tradisional di sulap menjadi fesyen modern oleh dua perancang busana di pembukaan Femme 2017. Perancang tersebut adalah Ibu Ida Noer Haris perancang asal Kota Makassar dan juga merupakan ketua IWAPI Sulawesi Selatan. Perancang lainnya adalah Priyo Oktaviano perancang nasional yang diundang khusus untuk membuka acara pembukaan ini. 

Koleksi ibu Ida ini sangat membeningkan mata saya. Kali ini beliau memadukan motif cobo' dengan mengambil corak warna kuning dan hitam. Warna ini sangat terlihat elegan sekali. Baju-baju yang di peragakan oleh model dalam acara ini sangat cocok digunakan untuk acara-acara formal maupun semi formal. 
Koleksi Ida Noer Haris dalam Peragaan Busana di Pembukaan Femme 2017
*Pict taken by Fillyawie

Beberapa Koleksi Wanita desain Ibu Ida yang diperagakan oleh Model
*Pict by QiahLadkiya

Beberapa Koleksi Pria desain Ibu Ida
*Pict by QiahLadkiya
oh iya, motif cobo' ini merupakan kain dengan motif menyeruapai unjung tombak atau segitiga runcing yang berjajar beraturan. Dalam buku refleksi 100 Tahun Lembaga Purbakala Makassar 1913 - 2013 dijelaskan bahwa motif cobo ini melambangkan kekuasaan. Dijelaskan juga bahwa motif ini memiliki fungsi estetis untuk memperindah Istana. Pandangan suku Bugis tentang motif ragam hias pucuk rebung (cobo'-cobo') bermakna kesuburan dan kebahagiaan.

Satu hal lagi yang unik dalam peragaan busana beliau adalah model yang meragakan bukanlah model-model tinggi kurus semampai seperti model-model pada umumnya. Model-model tersebut adalah model-model yang sudah memasuki usia yang terbilang tak muda lagi. Meski demikian, model tersebut masih sangat elegan berjalan di runway Femme 2017.

Untuk koleksi Mas Priyo kali ini, Ia memamerkan rancangannya dengan tema "Jardin De Fleur" yang merupakan bahasa prancis berarti Taman Bunga. Mengapa tema ini yang diambil bukan tema yang bahasa Makassar? Itu karena beliau pernah tinggal menetap di Perancis dan itulah khas yang dimiliki oleh dirinya. Dalam konferensi pressnya Ia menyebutkan bahwa rancangan kali ini ingin memamerkan taman bunga. 

Koleksi Mas Priyo dalam Pembukaan Femme 2017
*Pict taken by Fillyawie

Beberapa koleksi Mas Priyo yang diperagakan oleh model
*Pict by fillyawie
Beliau mengakui bahwa dalam pemotongan kain sutra motif ini tidaklah mudah. Dibutuhkan keseimbangan pemotongan agar terlihat rapi dan sejajar. Untuk rancangan desainnya, Ia pun memadukan kain sutra motif cobo' dengan beberapa kain seperti brokat, tule dan lainnya. Koleksi yang akan ditampilkan terdiri dari lima belas koleksi wanita dan enam koleksi laki-laki. Warna-warna yang ditampilkan adalah warna-warna pastel atau soft seperti kuning muda, champange, dan warna lainnya. Desain-desainnya sangat cocok untuk digunakan pada acara pesta. 

Priyo Oktaviano paling Kanan saat penyerahan cinderamata Femme 2017
*Pict by QiahLadkiya
Selain kedua desainer tersebut, ada lagi desainer Hengki Kawilarang yang mengangkat motif ini sebagai corak rancangannya. Ia menutup acara Femme 2017 dengan desain yang dipadukan dengan jenis kain lainnya seperti brokat, tule, dan lainnya sehingga menciptakan pakaian pesta tradisional yang modern. Rancangannya juga digunakan oleh Titi DJ pada saat membawakan lagunya di acara penutupan. 

Koleksi Pria rancangan Hengki Kawilarang di Penutupan Femme 2017
*Pict by QiahLadkiya

Koleksi Wanita rancangan Hengki Kawilarang
*Pict by QiahLadkiya

Ibu Icha, Hengki Kawilarang, Ivan Gunawan, dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar
*Pict by QiahLadkiya

Ibu Icha - Chair women Femme, Titi DJ, dan Ibu Maya - Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar
*Pict by QiahLadkiya
Oleh karenanya, sebagai warga negara yang baik sudah patutnya kita mendukung karya-karya anak bangsa. Mari berkarya sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing. Meskipun saya sangat menikmati acara ini, saya tetap berharap ke depannya desain-desain yang ada di Femme dapat lebih syar'i dan memunculkan ciri khas muslim dan muslimah yang dipadukan dengan motif khas daerah Sulawesi Selatan namun tetap elegan dan modern. Tak ketinggalan Blogger MAM (Makkunraiina Anging Mammiri) dengan dresscode Tradisional Kontenporer di acara pembukaan Femme 2017. Jaya terus Femme, Jaya terus MAM :)

OOTD MAM bersama Kepala Dinas Pariwisata di Pembukaan Femme 2017
*Pict by QiahLadkiya

Yuk ramaikan Femme 2018 mendatang... see you.. 

Alhamdulillahirabbil`alamin
Makassar-Barombong, 10 April 2017

You Might Also Like

9 komentar

  1. kalau Femme memang international ki kak evhy,, dulu tahun 2012 pernah ada pameran khusus hijabnya.. 2 hari itu di isi khusus fashion show muslimah, keren tapi gak tau deh kenapa makin kesini makin kurangmi, mungkin karena sudah ada Moeslim Fashion Expo yaa tiap tahun juga sama Tren hijab expo itu.. nanti deh kalo ada yg Tren hijab expo kuajak yukk :-*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak.. bisa jadi karena adami khusus muslim juga. Ditunggu ajakannya kakak.. sukaka liat fashion show :)

      Delete
  2. Heloow Evhy, bagus sekali additional information tentang motif cobo2 nya 👍🏻. Keren deh, senang bisa bertugas dengan evhy kemarin 😉

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo kak awiee.. makasih kak sudah berkunjung.. senang juga bertugas sama kak awie bisa dapat banyak foto 😆😆😆😆 mantap sekali foto2nya kak sama kak qiah 😍😍😍😍

      Delete
  3. Mengutip dari kata-katanya Ivan Gunawan kak, memang sudah seharusnya motif tradisional diolah jadi lebih modern supaya penggemar fashion bangga mengenakan motif tersebut. Jadi, motif tradisional tidak hanya sekedar jadi bawahan seperti sarung, tapi juga bisa jadi pakaian yang looknya modern dan bisa bersaing dengan fashion dari negara lain. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali kak yanii :) Kita harus terus meningkatkan produk-produk lokal untuk bisa bersaing di dunia international atupun global :)

      Delete
  4. kalau boleh tahu koleksi fashion by Ida Noer Haris diperagakan oleh model-model siapa sj yah (pada gambar diatas)... ?

    Di acara Femme tiap tahunnya apakah juga diperagakan Fashion khusus pria?

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)