Warung Koffie Batavia di Makassar

Saturday, April 22, 2017

Bismillahirrahmanirrahim

Siang ini saya jalan-jalan ke mall baru yang katanya Mall Gaul dengan #pipo alias Phinishi Point Mall. Letaknya di Tanjung Bunga bersebelahan dengan hotel The Rindra di Makassar. Mall ini baru saja melakukan grand launching tanggal 21 April 2017 kemarin. 


Ketika masuk pintu utama mall, kita akan disuguhkan pemandangan tempat-tempat nongkrong dan makan. Salah satunya adalah Warung Koffie Batavia. Hari ini merupakan soft opening dari warung ini. Terlihat orang-orang memenuhi kursi-kursi yang ada.

Di sana saya bertemu dengan teman-teman blogger yang sedang berkumpul bersama untuk acara icip-icip menu di warung ini. Namanya mungkin saja warung, namun tampilannya tentu tak seperti warung tegal di pinggiran jalan. Bisa dibilang ini adalah warung ala resto. Apalagi tempatnya di dalam mall tentu lebih gaul daripada warung kopi kebanyak.

Mari sedikit berbicara tentang warung ini. Kabarnya Warung Koffie Batavia yang ada di Makassar ini merupakan outlet ke delapan di Indonesia. Warung ini sudah ada di beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Jambi, dan Balikpapan. Yang terakhir adalah di Makassar ini dan mewakili outlet pertama di kawasan Indonesia Timur.

Berhubung saya sudah kekenyangan dari rumah karena sudah makan berat alias nasi plus tempe seporsi siang ini, saya pun memilih menu kue-kue yang ada. Pilihan saya pun jatuh pada kue Poffert Jes. Kue ini adalah kue tradisional dari Belanda. Biasanya Poffert Jes ini berbentuk bundar seperti pancake namun dengan ukuran yang lebih kecil. Penyajiannya pun sering dipadukan dengan gula halus, mentega, atau madu.

Di Warung Koffie Batavia ini bentuknya sedikit berbeda. Kali ini mereka menyajikannya dalam bentuk bulan-bulat kecil yang ditaburi dengan gula halus. Satu porsinya disajikan sejumlah sembilan kue yang diatur menjadi segitiga dengan satu buah di bagian tengah. 

Poffert Jes ala Warung Koffie Batavia
Setelah mencicipi kue ini, rasa-rasanya teringat memori masa lalu. Dulu ketika jaman saya SD atau SMP, saya pernah merasakan rasa yang sama. Entah itu untuk dimakan biasa atau acara-acara tertentu. Rasanya seperti adonan tepung yang dicampur dengan mentega dan gula lalu dibentuk dan dibakar di atas pan. Perpaduan manis dan asin menyatu dalam setiap gigitan. 

Selain kue ini masih banyak menu-menu lainnya yang disiapkan. Karena namanya warung kopi, tentu saja mereka punya menu khas kopi tersendiri. Menu ini bernama Koffie Peranakan. Kopi ini merupakan campuran kopi tubruk dan susu kental manis yang dapat disajikan panas atau dingin. Ada juga beberapa kopi lainnya seperti robusta, arabika, luwak, dan lain sebagainnya.

Berhubung saya bukan penikmat kopi, saya pun memesan Ice Green Tea kesukaan. Di sini ice green teanya dapat disajikan dengan atau tanpa whipe cream. Saya pun menanti-nanti green tea itu disertai whipe cream. Sedikit kecewa karena yang datang adalah yang tanpa whipe. Tapi tak apalah, rasa Ice Green Tea-nya tetap dapat menghilangkan kekecewaan. 

Oh iya, beberapa varian menu lainnya seperti appetizers, menu utama, dan desserts juga ada. Menu appetizers-nya yakni singkong goreng, martabak telur keju mozarella, martabak telur biasa/curry, roti bakar kornet keju, siomay, dan bitterballen. Bitterballen ini merupakan kudapan khas Belanda yang berbentuk bola-bola kecil dengan diameter berkisar tiga hingga empat centi. Rasanya seperti kroket dimana isinya adalah daging sapi yang dicincang lalu dibalut dengan tepung dan digoreng dengan minyak panas.

Adapun menu utama yang disajikan adalah Nasi Kuning, Nasi Goreng, Nasi Uduk Warung Batavia, Bakso, Gado-Gado, Bebek Goreng, Bubur Ayam, Sop Buntut, dan Soto Ayam. Sedangkan dessertnya ada kue cubit, martabak manis, roti bakar, Poffert Jes, dan Tape Goreng Keju. Perlu diingat bahwa istilah Martabak Manis di Makassar sama dengan Terang Bulan. 

Beberapa menu yang disajikan di warung ini
Tape Goreng Keju
Bubur Ayam
Nasi Uduk Warung Batavia
Skefo, kue cubit di warung ini dapat disajikan dengan dua pilihan. Ada yang setengah matang dan ada yang matang. Untuk setengah matang, adonan diatasnya akan melted sehingga jika di diamkan beberapa saat ataupun dimakan ketika sudah dingin tidak akan ada masalah. Namun bila kita memilih memesan kue cubit yang matang, ada baiknya dimakan ketika masih hangat. Karena jika sudah dingin, adonan kue akan menjadi bantet dan cita rasa kue cubit akan berkurang. 

Kue Cubit
Jadi, bagi teman-teman yang belum pernan mencicipi kue cubit atau ingin mencoba menu khas dari negeri Belanda bisa langsung menuju ke tempat ini. Warung ini juga cocok digunakan untuk berkumpul bersama teman ataupun keluarga. Yang paling penting siapkan budget minimal 100 ribu rupiah untuk menikmati makanan plus minuman di sini. Saran saya ketika berkunjung ke sini, ada baiknya memakan sesuatu sebagai penganjal perut terlebih dahulu tapi jangan sampai kenyang ya. Secukupnya saja. Mengapa? Karena penyajian makanannya berkisar 15 hingga 20 menit plus harum semerbak bumbu dapur yang sedang ditumis dapat menambah rasa lapar.

Foto bersama MAMs and family
Anyway, apapun dan dimana pun pilihan kalian untuk makan. Jangan lupa berdoa sebelum makan yaa :)

Alhamdulillahirabbil'alamin
Makassar-Shelter Landak
22 April 2017






You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)