Senin, 25 Juni 2018

,
Bismillahirrahmanirrahim

"Dulu saya adalah seseorang yang tidak memikirkan pembalut mana yang harus saya pilih. Jadi biasanya tuh tinggal pilih yang mana aja yang tersedia di toko" ucap Asri, seorang beauty vlogger dan youtuber yang diundang dalam kegiatan HIJUP x SoftexDaunSirih.


Bagaimana dengan teman-teman sekalian? Apakah juga sama? Jujur, sebelumnya saya juga merupakan orang yang kurang memperhatikan masalah pembalut. Sama seperti Asri, saya memakai pembalut yang ada aja di rumah, yang dibeli sama kakak. Kalau stok lagi habis, biasanya pergi beli sendiri dan kadang cari yang lebih murah apalagi pas lagi bokek, ke toko malah nyari yang lagi diskon hehehe. 

Nah, bebicara masalah pembalut tentu erat kaitannya dengan kesehatan di daerah kewanitaan. Pada tanggal 8 Juni 2018 lalu, para blogger di Kota Makassar diundang untuk menghadiri acara HIJUP Blogger Meet Up x Softex Daun Sirih yang bertempat di on 20th Bar & Dinning Sky Lounge. Di acara ini, selain ngobrol bersama beauty vlogger juga sengaja dihadirkan seorang dokter spesialis kesehatan khusus daerah kewanitaan. Beruntung rasanya dapat hadir di acara meet up kali ini, karena kami dijelaskan banyak hal tentang cara menjaga daerah kewanitaan agar tetap sehat sesuai fungsinya. Maklumlah ya, selama ini saya kurang memperhatikan hal-hal seperti ini dan hanya sibuk memperhatikan masalah pakaian, makanan, dan sesekali tentang make-up - make-up-an.

1. Faktor-faktor penyebab infeksi vagina

Dokter pun menjelaskan tentang banyak hal, mulai dari faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi daerah kewanitaan kita, yakni:
  • seks bebas, gonta ganti pasangan seksual dapat meningkatkan resiko penularan penyakit seksual yang dapat disebabkan oleh bakteri ataupun virus. Keluhan yang bisa timbul dapat bermacam-macam, entah itu keputuhan yang banyak ataupun nyeri pada bagian vagina.
  • Penyakit tertentu seperti HIV dan diabetes, bakteri dari penyakit ini dapat menyebabkan masalah daerah kewanitaan
  • Antibiotik yang tidak rasional. Sakit sedikit minum antibiotik, padahal belum tentu sakitnya membutuhkan antibiotik sehingga nantinya adapat menyebabkan resisten terhadap bakteri. Bakterinya dapat kebal terhadap antibiotik.
  • Perubahan Hormonal 
  • Merokok
  • Alkohol
  • Sters
  • Obesitas. obesitas yang tinggi dapat menyebabkan kelembaban semakin tinggi sehingga meningkatkan resiko berkembangnya bakteri di daerah lembab sekitar kewanitaan.

Kamis, 31 Mei 2018

,
Bismillahirrahmanirrahim

Cinemaxx
Buat pecinta  seri Marvel atau DC dan sederet superhero movies lainnya, berburu tiket nonton premiere film adalah satu tantangan tersendiri. Biasanya dari jauh-jauh hari sudah pasang reminder di kalender untuk melihat jadwal film terbaru di bioskop Cinemaxx atau di Traveloka untuk membeli tiket Cinemaxx Traveloka yang berupa e-tiket yang praktis dan mudah didapat. Ketinggalan premiere film bakal jadi bencana kalau ada teman lain di circlemu yang sudah menontonnya. Pastikan dirimu adalah penonton pertama karena banyak sekali kesenangan yang bisa kamu dapatkan setelan nonton bioskop di hari pertama tayangnya.

Jadi yang Pertama Memberi Rating
Penikmat film pasti bisa memberikan tanggapan yang ditunggu produser setiap selesai menonton di bioskop. Memberi rating di situs film seperti Rotten Tomatoes atau IMDB dapat menambah informasi yang terlewatkan saat menonton. Kalau kamu menyukai IMDB, di sana kamu bisa memberi review singkat.

Tapi, kamu dapat bercerita lebih banyak setelah menonton di Cinemaxx dan memberi rating serta review lebih lengkap di Rotten Tomatoes. Akan lebih memuaskan apabila kamu mendapat banyak informasi tidak hanya dari film tapi juga dari siaran televisi, majalah, dan radio. Jadi, kamu bisa memberi masukan apakah film tersebut layak ditonton teman-temanmu.


Cek Ombak Berbagi Spoiler
Jadikan aku yang kedua, kata Astrid dalam lagunya. Nah setelah nonton premiere film di bioskop Cinemaxx kamu bisa menjadikan teman-temanmu yang kedua dengan berbagi spoiler di media sosial. Segera setelah lampu bioskop dinyalakan, carilah tempat duduk paling nyaman di ruang tunggu dan ambil smartphonemu untuk menulis sekalimat dua kalimat yang menggambarkan garis besar film tapi tidak cerita akhirnya ya. Ingat, jangan pernah berbagi spoiler saat film sedang diputar kecuali di awal ada perkenalan aktor dan aktris yang biasanya dibawa untuk bertemu penonton pertama. Ini jarang sekali lho!

Baca juga : Belajar & Nobar

Penasaran, Nonton Lagi Cerita Sebelumnya
Seri superhero sering membuat pecinta filmnya frustasi karena ada saja adegan terlewat di film sebelumnya yang menjadi spoiler di film yang baru kamu tonton. Apalagi kalau nonton filmnya di bioskop Cinemaxx dan sudah terlewat beberapa waktu, lupa adalah hal yang biasa. Biar nggak penasaran, carilah seri film sebelumnya untuk menggali kisah yang terpotong di film yang baru.


Menulis Review dan Membayangkan Film Berikutnya
Puas menonton premiere film terbaru dan setelah rasa penasaran pada seri sebelumnya terjawab, kini saatnya kamu menjadi penulis cerita selanjutnya. Mulailah merangkai jalan cerita dari spoiler yang kamu dapat di film sebelumnya, menelaah dan membedah kisah di film terbaru, serta membayangkan apa yang akan terjadi dari peran-peran yang kamu tonton di film berikutnya. Review lengkap beserta bayangan kisah selanjutnya tentu akan memancing rasa ingin tahu apa sih yang sebenarnya disimpan sang sutradara.

Bikin Prank Yuk?
Pernah kesal karena membaca kata buzzer kalau film yang kamu tunggu ditulisnya mendapat rating bagus dan ternyata nol besar saat kamu tonton? Tidak sedikit yang demikian. Review jujur pasti mendapat tangapan positif dari teman-temanmu. Tapi kalau kamu tidak ingin kesal sendirian karena filmnya jelek, bilang saja filmnya super keren sehingga semua harus nonton di bioskop Cinemaxx.
Bersiaplah, prank seperti ini bisa bikin teman kamu baper berkepanjangan!

Jumat, 16 Maret 2018

,
Bismillahirrahmanirrahim

Beberapa waktu lalu kakak saya sedang mencari rumah untuk ditinggali. Rencananya beliau mau membeli rumah sendiri, namun ada sesuatu yang masih membuatnya ragu. Di jaman sekarang dimana bisnis properti yang marak dan sangat mudah ditemui tentu tak sulit lagi untuk menemukan sebuah rumah. Yang masih sulit terkadang menemukan rumah yang cocok dengan selera terlebih lagi cocok dengan kantong.

Dengan perkembangan bisnis perumahan, banyak dari para developer bekerjasama dengan bank untuk menawarkan berbagai metode pembayaran rumah yang dianggap mudah dan tidak memberatkan. Salah satunya adalah dengan membayar melalui cicilan atau biasa disebut  KPR (Kredit Pemilikan Rumah). 

Karena pernah mendengar bahwa KPR yang ditawarkan oleh developer yang bekerja sama dengan bank cenderung mendekati riba, akhirnya saya pun mencoba mencari tahu. Ada tiga jenis KPR yang saat ini diterapkan dalam bisnis properti ini, diantaranya adalah:

Minggu, 05 November 2017

,
Bismillahirrahmanirrahim


Beberapa waktu lalu saya diajak oleh seorang teman ke salah satu warung yang baru buka. Di sana kita akan mencicipi menu di warung tersebut. Namun, saat mendengar namanya nyali saya langsung ciut. Warung yang baru itu adalah Mie Pedas Sudiang yang membuka cabang di Todopuli.

Sebagai orang yang tak bisa makanan pedas, tentu saja saya tak berani untuk menginjakkan kaki di sana. Padahal warung ini cukup terkenal di daerah Sudiang yang masih berada di kawasan kota Makassar. Sampai suatu hari saya bertemu dengan teman itu lagi, dan ia tengah menulis ulasan tentang mie pedas ini di blognya. Ia juga memperlihatkan beberapa foto-foto dirinya yang tengah menikmati suasana di tempat itu bersama teman-temannya.

"Kak, bagaimana di sana? Pedis ya semua menunya?" spontan saya yang duduk di depan beliau pun bertanya sambil melihat foto yang tengah ia pilih-pilih.
"Tidak. Adaji menu yang tidak pedis. Kemarin saya makan ayam ini" tunjuknya ke sebuah gambar. 
"Oh masa? Saya pikir semuanya pedas karena namanya Mie Pedas hehehe" ujar saya kala itu.
"Oh iya, kalau mau bisa ke sana. Coba makanannya. Lumayan enak. Di sana juga ada lantai 2 yang private room kalau mau meeting atau ada acara. Itu bisa digunakan" ungkap beliau menjelaskan.
"Oh, ihh keren di'. Bagaimana kalau besok kita meeting di situ?" tanya saya kepadanya.
"Bolehji" ucapnya.

Warung Mie Pedas Sudiang Cabang Todopuli tampak depan
Akhirnya, saya pun mengundang teman-teman untuk datang ke meeting di tempat itu. Ceritanya sekalian ngumpul sambil makan-makan dan membicarakan masa depan #eh. Kita mau membicarakan masa depan kegiatan sosial yang akan dilakukan.

Tampak Dalam Warung Mie Pedas Sudiang Cabang Todopuli

Spot Sebelah Kanandari Pintu Masuk di Warung ini
Keesokan harinya, kami pun berjanji untuk bertemu siang kira-kira pukul 14.00 WITA. Sayangnya, hanya saya dan satu orang teman lainnya yang sempat hadir, yang lain masih sibuk dengan urusan pekerjaan. Karena hanya kami berdua,  diputuskanlah untuk menikmati makanan saja sambil bercerita hal-hal ringan.

Teman yang akrab di sapa eni kemudian memesan Mie Pedas Level 2. Saya pun menyusul dengan memesan menu baru yaitu Hot & Spicy Cheesy Chicken. Hot chicken ini disajikan dengan nasi dan saus keju dengan harga Rp. 23.000,- . Untuk rasanya saya agak susah menggambarkan. Intinya saya sangat suka dan pas di lidah apalagi saus keju yang dilelehkan menambah cita rasa menu ini. Kalau penyuka keju jangan lewatkan untuk mencoba menu ini.

Mie Pedas Level 2

Menu Hot & Spicy Cheesy Chicken
Meskipun bukan penyuka pedas, bukan berarti saya tak bisa makan pedas meskipun pedasnya level rendah. Jadi, karena penasaran juga bagaimana rasa mie pedas ini, saya pun mencobanya juga. Pas di coba, saya langsung kipas-kipas mulut (bisa dibayangkan?) alias kepedisan dan langsung meminum jus jeruk yang sudah sepaket dengan makanannya. Yang mengherankan adalah rasa pedisnya itu cepat hilang dan ngga nempel di lidah. Jadi, berasa mau mencoba lagi ketika pedisnya sudah hilang. 

Pesanan kami berdua
Oh iya, untuk mie pedas ini levelnya tersedia dari 0 hingga level 20 yang diberi harga mulai dari Rp. 14.000,- hingga Rp. 24.000,-. Jika ingin menambahkan keju juga bisa, cukup menambahkan uang Rp. 7.000,- Jika ingin menambah level melebihi level 20 dapat dikomunikasikan dengan penjuanya. Selain menu ini, ada juga nasi goreng tersedia dalam level dan harga yang sama dengan mie pedas. Ada juga ayam, nasi, cemilan, Es lemon, dan berbagai minuman lainnya. 

Bagi yang ingin menikmati suasana santai ala rumah bersama keluarga, bisa memanfaat private room di Lantai 2. Misalnya, untuk acara arisan tapi malas beres-beres cuci piring setelah arisan selesai sangat cocok menggunakan fasilitas ini. Bisa ngobrol santai tanpa perlu terganggu oleh HP gara-gara teman yang suka menikmati wifi gratisan (read:saya hehehe).

Lantai 2 - Private Room
Masih di Lantai 2

Senang rasanya berkunjung ke tempat ini. Tempat dengan penataan ruangan dan cat dinding yang tak terlalu rame ditambah lagi warna catnya yang saya sukai membuat diri ini sangat nyaman menghabiskan waktu bersama teman. Tak ada rasa sesal, yang tersisa hanyalah kepingan tawa dan kenangan bersama eni chan (halahh,, mencoba puitissss wkkk).


Jika kalian punya kesempatan berkunjung atau tinggal di Makassar, jangan lupa untuk mampir mencoba makanan di sini. Tepatnya di Jalan Todopuli V no.14. Semoga pengalaman kalian lebih indah dibandingkan pengalaman saya kali ini. :D

Eh iya, saya juga membuat video pas berkunjung. Ini pengalaman pertama membuat video untuk blog. Hope you like it and enjoy the video ya :)



Sekian dulu cerita kali ini. Sampai jumpa di cerita berikutnya. 

Salam cinta dari evhy \^^/
Alhamdulillahirabbil`alamin.

Makassar, 5 November 2017






Sabtu, 07 Oktober 2017

,
Bismillahirrahmanirrahim


Sejak mengikuti suatu kegiatan bersama kakak dan menonton fashion show untuk pertama kalinya, saya menjadi lebih antusias mengikuti kegiatan yang sama yakni kegiatan fashion dimana terdapat fashion show yang akan memanjakan mata dengan karya anak bangsa melalui kreasi-kreasi kain baik tradisional maupun modern.

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan kesempatan mengikuti Pergelaran tunggal Anne Avantie di Makassar, tepatnya di Hotel Four Point Makassar tanggal 19 September 2017. Acara ini adalah acara pergelaran tunggal pertamanya di Makassar dan kali pertamanya Anne Avantie berkunjung ke Makassar. Pagelaran ini merupakan rangkaian kegiatan dari Pasar Tiban 10 yang berlangsung dari tanggal 15 – 24 September 2017 di Trans Studio Mall, Makassar.

Jumat, 22 September 2017

,
Bismillahirrahmanirrahim


Akhir-akhir ini saya suka sekali ngemil. Apa saja yang ada di kulkas atau pun di lemari penyimpanan akan saya lahap. Selama masih bisa dimakan, saya embat saja. 😅 Tak heran jika kalian melihat saya sedikit lebar 😭

Nah, beberapa bulan lalu saya mendapat notifikasi di salah satu media sosial yang aktif saya gunakan.  Kalau tidak salah notifikasinya dari chem-meal.com namanya. Hmmm.. iya itu deh namanya.  Ketika notifnya dibuka, saya pun mendapati cemilan favorit saya dari sejak SD hingga sekarang. Apalagi kalau bukan jagung marning.

Kamis, 14 September 2017

,
Bismillahirrahmanirrahim


Tanggal 6 – 10 September 2017, pemerintah kota Makassar mengadakan acara International Eight Festival & Forum atau yang lebih dikenal dengan nama F8. Tahun ini kegiatannya dirangkaikan dengan acara Hmm.. mungkin sebagian besar sudah mengenal F8 atau mungkin juga ada yang belum tahu?

Jadi, F8 Makassar ini mewakili 8 hal yang ada di Makassar, yaitu Fashion, Film, Food & Fruit, Flora & Fauna, Folk, Fine Art, Fussion Music, dan Fiction Writer & Font. F8 Makassar 2017 ini adalah kegiatan yang kedua kalinya diadakan oleh pemerintah kota Makassar.  F8 ini merupakan kegiatan International Waterfront Festival terbesar di Dunia. Apalagi dihadiri oleh banyak perwakilan, tak hanya perwakilan dari kota-kota besar Indonesia namun juga perwakilan dari Mancanegara.

Kamis, 27 April 2017

,
Bismillahirrahmanirrahim

“Belajar adalah hak setiap orang” -evhykamaluddin

Punya keluarga, sahabat, teman, tetangga, atau kenalan yang tunanetra? Jika kalian kenal dengan seorang tunanetra, cobalah untuk memperhatikan sejenak apa saja yang dapat dilakukan olehnya dan bagaimana ia melakukannya? Namun sebelum merambah jauh tentang semua itu, kita harus membangun kesepahaman tentang tunanetra.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia tunanetra berarti tidak dapat melihat atau buta. Namun tunanetra sendiri sebenarnya bukan hanya orang buta tetapi orang yang mengalami gangguan terhadap alat penglihatan sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Kelainan pada fungsi mata memiliki jenjang tersendiri dari yang ringan hingga yang berat. Adapun tingkatan tunanetra adalah sebagai berikut:
  1. Tunanetra ringan (defective vision/low vision) adalah mereka yang memiliki hambatan dalam penglihatan akan tetapi mereka masih dapat mengikuti program-program pendidikan dan mampu melakukan pekerjaan/kegiatan yang menggunakan fungsi penglihatan.
  2. Tunanetra setengah berat (partially sighted) adalah mereka yang kehilangan sebagian daya penglihatan, hanya dengan menggunakan kaca pembesar mampu mengikuti pendidikan biasa atau mampu membaca tulisan yang bercetak tebal.
  3. Tunanetra berat (totally blind); yakni mereka yang sama sekali tidak dapat melihat.

 Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa tunanetra sendiri belum tentu buta tetapi orang buta sudah pasti tunanetra.

Bagaimana tunanetra belajar?

Jika ditinjau dari intelektual yang dimiliki, seorang tunanetra umumnya memiliki tingkat intelektual yang sama seperti seorang dengan penglihatan normal kecuali terdapat penyakit tambahan seperti gangguang fungsi otak ataupun organ lainnya. Jadi ada anak tunanetra yang pintar, cukup pintar, dan kurang pintar. Intelegensi yang dimiliki pun lengkap seperti kemampuan berbicara, menganalisis, berbaur, bersosialisasi, belajar, dan sebagainya. Mereka pun memilki perasaan seperti manusia pada umumnya yakni perasaan bahagia, sedih, marah, kecewa, gelisah, senang, dan sebagainya.

Oleh karena itu, seorang tunanetra masih dapat mengikuti jenjang pendidikan seperti anak pada umumnya bergantung penanganan yang diberikan. Sebenarnya penanganan pertama dalam hal peningkatan pendidikan pada anak tunanetra adalah bagaimana seorang anak menerima keadaan dirinya kemudian diterima oleh keluarganya sehingga timbul rasa percaya diri untuk menjalani hidup. Setelah timbulnya rasa percaya diri akan ada dorongan untuk belajar dan mengasah kemampuan untuk hidup yang lebih baik. Selanjutnya tinggal mengkonsultasikan keinginannya kepada pihak sekolah.

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengunjungi sebuah yayasan pendidikan tunanetra di Makassar. Nama yayasannya adalah YAPTI (Yayasan Pendidikan Tunanetra Indonesia). Di sana saya mengunjungi kelas-kelas yang ada dan sedikit berbincang-bincang dengan guru dan murid-muridnya. Di yayasan ini terdapat kurang lebih 40 orang peserta didik tunanetra mulai dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

Ada fakta menarik saya ketahui tentang jumlah siswa yang ada di sekolah ini. Menurut salah seorang guru Sejarah di sana, mengajar seorang siswa(i) tunanetra seperti mengajar sepuluh orang di sekolah umum. Oleh karenanya, lima orang adalah jumlah yang dianggap banyak. Pantas saja ketika memasuki kelas-kelas yang ada hanya terdapat dua hingga tiga orang saja di dalam kelas karena jumlah maksimal siswa dalam satu kelas hanyalah lima orang saja. Ini dikarenakan diperlukan perhatian khusus agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal.

Dari segi usia, belajar di sekolah adalah hak siapa saja selama memiliki keinginan untuk belajar. Seperti kata pepatah, tidak ada kata terlambat untuk sekolah. Misalnya saja Agustinus, seorang laki-laki tunanetra yang berusia 24 tahun yang saat ini duduk di bangku SD kelas 6. Ia mengalami tunanetra ketika kelas tiga sekolah dasar akibat jatuh, namun barulah tiga tahun lalu ia melanjutkan sekolah kembali. Ini dikarenakan orang tuanya baru memasukkan dirinya di sekolah tersebut.

Dalam dunia pendidikan tunanetra, pembelajaran tidak dilakukan dengan menggunakan papan tulis namun lebih kepada mendeskripsikan sesuatu. Hal ini dikarenakan tunanetra lebih banyak memanfaatkan indra lain khususnya pendengaran dan indra peraba. Indra peraba disini yakni tangan ataupun kaki yang digunakan oleh tunanetra untuk mengenali benda-benda dari sentuhan tangan/kaki.

Untuk pembelajaran di sekolah sendiri, ada beberapa alat bantu yang digunakan agar tunanetra lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran. Alat bantu tersebut bergantung pada fungsinya. Ada alat bantu peraga, alat bantu tulis, alat bantu cetak, alat bantu optik, dan alat bantu pendengaran. Alat bantu peraga dapat berupa alat bantu yang dapat diamati dengan diraba atau dilengkapi dengan suara. Misalnya saja peta timbul yang dapat disentuh, ketika disentuh terdengar suara menyebutkan nama daerahnya.

Untuk alat bantu tulis dapat digunakan alat menulis Braille. Alat bantu cetak terdapat mesin ketik Braille ataupun printer Braille. Untuk alat bantu optik digunakan kaca pembesar ataupun kacamata dengan lensa pembesar namun ini hanya dapat digunakan bagi low vision atau anak tunanetra sebagian. Sedangkan alat bantu pendengaran dapat berupa talking book (buku yang berbicara), CD, dan kaset.

Oh iya, untuk dapat melanjutkan proses pembelajaran utamanya dijenjang awal seorang tunanetra harus dapat membaca dan menulis. Karena penglihatan yang terganggu, seorang tunanetra tentu sulit mengenali huruf-huruf biasa (huruf awas/alfabet) seperti A, B, C ,D, dan seterusnya. Untuk memudahkan tunanetra mengenal huruf agar dapat membaca dan menulis, diciptakanlah huruf khusus yakni huruf Braille. Huruf Braille ini merupakan sistem penulisan sentuh berupa titik-titik timbul yang mewakili huruf/karakter tertentu.

Beberapa simbol Braille yang mewakili beberapa karakter

Alat bantu untuk menulis huruf Braille
Seiring dengan berkembangnya teknologi, saat ini para tunanetra dapat menggunakan alat elektronik seperti laptop, komputer, dan hape. Dengan bantuan aplikasi pembaca layar, tunanetra dapat menggunakan barang elektronik tersebut sebagai alat bantu dalam proses belajar. Aplikasi ini dapat membaca tulisan yang ada di layar elektronik. Selain itu, jika kita menekan tombol keyboard atau tombol-tombol huruf yang ada di hape maka akan diubah menjadi suara. Contohnya, ketika kita menekan tombol “A” maka akan terdengar suara “A” versi Bahasa Indonesia.

“Laptop dan hape dengan aplikasi pembaca layar sangat membantu sekali dalam pengerjaan tugas-tugas kuliah” ungkap Risya, mahasiswi tunanetra jurusan Sastra Bahasa Indonesia Universitas Hasanuddin ketika diwawancarai via facebook. Hal ini juga diakui oleh seorang guru Bahasa Indonesia di YAPTI bahwa penggunaan teknologi ini cukup membantu, tentunya bagi orang-orang yang mampu memilki alat elektronik tersebut. Misalnya dalam menganalisa teks sastra yang tersedia, tinggal di foto lalu aplikasi pembaca layar akan membaca teks yang ada dalam foto.

Namun tetap saja penggunaan teknologi ini tidak dapat menggantikan huruf Braille. “Huruf Braille adalah ciri khas seorang tunanetra. Jika ada tunanetra yang tidak bisa membaca huruf Braille sama saja dengan buta huruf” tegas Pak Kandacong, guru Bahasa Indonesia di YAPTI yang juga seorang tunanetra. Oleh karenanya, pembelajaran membaca dan menulis menggunakan Braille tidak dapat ditinggalkan meskipun dengan perkembangan teknologi yang ada.

Selain pembelajaran di dalam kelas, ada juga kegiatan-kegiatan lainnya yang biasa mereka lakukan. Seperti kegiatan di Mushollah yakni kegiatan pengajian bulanan, hafalan Al-Qur'an, dan Qiro’ah. Kegiatan lain adalah pelatihan Braille, komputer, belajar musik, olahraga judo, dan lain sebagianya. Di YAPTI sendiri, para tunanetra sering mengikuti lomba-lomba baik lomba umum maupun lomba khusus untuk disabilitas.

“Di sini sering mengikuti lomba, bahkan lombanya bukan lagi tingkat daerah tapi tingkat nasional” tutur Ilham seorang siswa tingkat SMA kelas 1 sekaligus ketua OSIS di YAPTI. Adapun lomba-lomba yang pernah diikuti seperti lomba judo, lomba nyanyi, lomba lari, lomba catur, lomba band tingkat Sulawesi Selatan dan masih banyak yang lainnya. Berdasarkan penuturan sang ketua OSIS, juara tertinggi yang pernah diraih untuk lomba nasional adalah medali perak seperti lomba judo dan lari.

Hal ini membuktikan bahwa tunanetra memang dapat menjalani berbagai aktifitas dalam keterbatasan penglihatannya meskipun dilakukan dengan cara yang sedikit berbeda. Oleh karenanya, seyogianya dalam kehidupan sosial bernegara sepatutnya kita saling menghargai dan membantu satu sama lain. Kita seharusnya tidak memandang sinis seorang tunanetra. Karena sesunguhnya tunanetra bukanlah sebuah penyakit, itu hanyalah gangguan fungsi mata yang menyebabkan seorang tak mampu menggunakan penglihatan dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

Saya jadi teringat sebuah artikel yang ditulis oleh seorang tunanetra yang belajar di sekolah inklusif*. Berdasarkan pengalaman Ria seorang gadis tunanetra yang masuk ke sekolah inklusif tingkat SMA, kesuksesan pendidikan seorang tunanetra bergantung pada dorongan dan bantuan orang-orang yang ada di sekitarnya baik secara moril, akses, maupun penerimaan dirinya dengan tangan terbuka tanpa adanya diskriminasi di lingkungan sekolahnya. Dorongan (support) dan bantuan yang kuat serta telaten dari orang tua, guru, masyarakat, dan teman-teman di sekolah akan sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kesuksesan sang tunanetra di berbagai bidang.

Jadi, yuk kita sama-sama mendukung saudara-saudari kita yang tunanetra dengan tidak memandang remeh kemampuan mereka. Mari perlakukan mereka layaknya manusia ingin di Mari sama-sama membangun Indonesia dengan terus belajar tingkatkan ilmu pengetahuan, syukuri apa yang ada, dan menereapkan ilmu pengetahuan kita untuk hal-hal yang bermanfaat. Jangan sampai kitalah orang buta yang sebenarnya sesuai dengan sebuah kalimat dalam terminologi buta berdasarkan rekomendasi dari The White House Conference on Child Health and Education di Amerika (1930), “Seseorang dikatakan buta jika tidak dapat mempergunakan penglihatannya untuk kepentingan pendidikannya” (Patton, 1991).

* Pendidikan inklusif adalah pendidikan reguler yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa yang memerlukan pendidikan khusus pada sekolah reguler dalam satu kesatuan yang sistemik. Dalam bahasa sederhananya, sekolah inklusif ini merupakan satu sekolah untuk semua.

Referensi:
  1. Corn & Koenig. (1996). Foundation of Low Vision: Clinical and Functional Persfectives. New York: American Foundation for the Blind Press.
  2. Jamila K.A, Muhammad. (2008). Anak-Anak yang Bermasalah. Bandung: Mizan.
  3. Sumiyati Yeti. (2014). Makalah Bimbingan dan Pendidikan Anak Tunanetra, [Online]. Tersedia: http://www.academia.edu. [06 Maret 2015].
  4. Andriani, Ria. (2018). Pahit Manis Menjalani Pendidikan di Sekolah Inklusif, [Online]. Tersedia: http://pertuni.idp-europe.org/pengumuman/Hasil_Lomba_2008.php. [03 Agustus 2018]. Pemenang Lomba Mengarang Pertuni 2008 dengan tema : Akses Tunanetra ke Lembaga Pendidikan Umum dalam Setting Pendidikan Inklusif. 
  5. Sumber gambar dari: www.google.com 

Alhamdulillahirabbil`alamin
Makassar-Shelter, 27 April 2017

Follow Us @soratemplates