Jumat, 07 Desember 2018

,
Bismillahirrahmanirrahim

Di jaman Now, siapa sih yang tidak mengenal aplikasi pemutar video yang satu ini, YouTube. Bisa dibilang aplikasi ini adalah gudang informasi yang ditayangkan dalam bentuk video. Rasanya setiap kali butuh informasi yang membutuhkan praktek langsung, YouTube ini akan menjadi tempat pencarian pertama. Misalnya ingin mencari cara membuat kue, cara menggunakan make up tuk pemula, memperbaiki printer, dan lain sebagianya. Cara ngehack website orang juga ada di sana. Oopsss Jangan ditiru yang terakhir ini. 

Bagi kalian para pemula yang menyukai kecantikan, beauty-beauty-an, skin care, dan make up, lima YouTuer berikut sangat saya rekomendasikan untuk kalian kunjungi. Apalagi jika kalian mau natural look, cuzz deh cari channel mereka.

PONY Syndrome

PONY ini adalah orang korea yang memiliki brand make up sendiri. Namun, dalam tutorial make up yang dia sediakan banyak juga menggunakan brand-brand lain. Hal yang paling saya suka adalah tips dan triknya dalam pengamplikasian make up karena sangat mudah dan hasilnya memuaskan serta tetap terlihat natural. Inilah mengapa saya lebih suka melihat make up tutorial korea, karena mereka selalu mempertahankan prinsip “make up cantik tak harus tebal apalagi menor”. Jika kita bertemu dan melihat saya menggunakan make up, maka itulah hasil dari belajar di sini.

Oh iya, soal bahasa memang menggunakan bahasa Korea. Tapi jangan khawatir, ada subtitelnya versi bahasa inggris. Lumayan juga meningkatkan kosa kata bahasa Inggris di dunia per-make-up-an.

Michelle Phan

Di channel yang satu ini, kalian akan lebih banyak membahas tentang skin care dari bahan-bahan alami dan make up tutorial juga. Biasanya saya lebih suka melihat skin carenya lalu mempraktikkannya di rumah. Hal yang paling sering saya gunakan adalah rice water atau air beras sebagai toner. Namun, untuk orang-orang dengan kulit wajah kering tidak boleh menggunakannya terlalu sering.

Sayangnya, saat ini Michelle Phan sudah tak lagi aktif di YouTube Channelnya. Meski begitu kalian tetap bisa melihat video-video skin care dan make up yang sudah di upload sebelumnya dan tonton oleh ratusan ribu orang. Untuk bahasanya tersedia dalam bahasa Inggris. Lumayan untuk melatih listening.

Alifah Ratu Saelynda

YouTuber yang satu ini berasal dari Indonesia. Saya suka sekali melihat cara Alifah Ratu mengaplikasikan make up di wajahnya. Di sinilah saya benar-benar melihat bagaimana make up mempengaruhi tampilan wajah seseorang. Jika wajah kalian berjerawat dan mau tampil mulus ke pesta, segera sarankan segera buka tutorial versi kak Ratu ini.

Molita Lin

Mendengar tutorial dari kak Molita Lin ini sangat menyenangkan. Dengan cara bicaranya yang khas, membuat diri ini betah nonton video tutorialnya sampai habis. Tidak hanya itu, tips dan make up tutorial yang dai tawarkan juga tidak terlalu menor dan berdasarkan kebutuhan. Namun, setiap tipsnya biasanya lebih disesuaikan dengan kulit beliau. Kalian tentu tahu bahwa tidak semua orang memiliki jenis kulit yang sama. Oleh karena itu, jika kalian memilih mengikuti sebuah tutorial atau skin care tentukanlah berdasarkan jenis kulit kalian.

Suhay Salim

Untuk YouTuber Indonesia keturunan Arab ini memiliki khas tersendiri dalam menyajikan videonya. Kalian bisa jadi tidak bosan menonton videonya hingga akhir karena ucapannya yang cepat dan kocak yang bikin ketawa. Kadang kala saya tertawa terbahak-bahak. Meski begitu, kakak yang satu ini adalah racun skin care dan make up yang memiliki kemampuan meracuni fikiran untuk membeli suatu barang berdasarkan reviewnya.

Mengapa? Karena ia akan memberikan review yang jujur tidak peduli itu endorse atau bukan. Jika ia suka maka di bilang suka, jika tidak suka maka akan dibilang tidak suka plus efek yang ditimbulkan setelah pemakaian akan dia sampaikan di video-videonya. Jadi jika produknya bagus maka itu berarti bagus, paling tidak itulah yang saya percayai dan semoga demikian adanya.

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day18

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Barombong,

6 Desember 2018, 10:02PM!

Kamis, 06 Desember 2018

,
Bismillahirrahmanirrahim

Setiap orang pasti punya rencana-rencana masa depan. Nah, sebentar lagi kita akan berganti tahun. Apa saja yang akan kalian lakukan di tahun mendatang? Siapa tahu saja kita memiliki rencana yang sama dan bisa melakukannya bersama-sama. Ada pepatah mengatakan “Mengerjakan sesuatu bersama lebih menyenangkan dan dapat menyemangati satu sama lain”.

Back to #Serba5! Kali ini akan membahas tentang lima hal yang harus diselesaikan di tahun 2019. Insya Allah!

Goes to Bali

Mungkin bagi sebagian orang, hal ini sudah basi. Sekarang tuh kesannya sudah waktunya beranjak lebih jauh. Jauh dari kampung halaman dan melihat hal-hal baru di luar bumi ibu pertiwi alias ke luar negeri. Namun apa daya, saya belum menjajaki setengah tanah kampung halaman. So, kenapa tidak kita mencoba dulu menjajaki daerah yang paling terkenal bahkan di luar negeri sana.

Pernah beberapa tahun silam, teman saya berkunjung ke sebuah negara. Ia lalu bertemu dengan seorang teman asli sana. Mereka bercakap-cakap tentang Indonesia. Betapa kagetnya ia mengetahui bahwa Bali adalah bagian dari Indonesia. Selama ini, mereka mengenal Bali namun tidak mengenal negara yang bernama Indonesia. Duh, sedih tuh dengarnya.

Melanjutkan Project TuSiwork

Tahun ini, saya dan beberapa teman berhasil menyelesaikan sebuah proyek sosial dan mendirikan komunitas Tunanetra Sighted Network. Oleh karena itu, di tahun mendatang, rencananya kami akan melanjutkan proyek sebelumnya dan juga akan melakukan beberapa inovasi proyek lainnya. Kami juga berharap bisa berkolaborasi dengan beberapa komunitas untuk proyek selanjutnya.

Apply Scholarship
Bagi kalian yang mengenal saya, tentu sudah tahu aktifitas tahunan yang satu ini. Bisa dibilang saya ini adalah salah satu dari sekian banyak Scholarship Hunter di dunia. Belum menemukan rejeki beasiswa di tahun-tahun sebelumnya, bukan berarti harus menghentikan langkah saya di tahun-tahun mendatang.
Salah satu motto saya adalah “Hidup itu harus tetap semangat untuk membuat hidup kita menjadi hidup”

Selesaikan 12 Buku

Aktifitas yang satu ini selalu menjadi agenda tahunan yang tak pernah tercapai. Hikssss.. Oleh karena itu, semoga tahun berikutnya bisa dimudahkan dan benar-benar bisa tecapai. Mengapa sebelumnya tidak tercapai? Banyak hal yang menjadi kendala. Salah satunya adalah pekerjaan. Hal lainnya adalah banyaknya pengalih perhatian seperti tidur dan main game. hehehehe

Finished Jane Austen Books

Ini adalah satu-satunya rencana yang baru akan saya canangkan. Baru kali ini saya menemukan buku yang bisa digunakan untuk belajar sekaligus meningkatkan bahasa inggris. Ini juga ada hubungannya dengan apply scholarship. Jika ingin mendaftar beasiswa khususnya ke luar negeri, penting sekali memperhatikan penguasaan bahasa inggris. Apalagi di setiap pendaftaran rata-rata mensyaratkan sertifikat kemampuan berbahasa inggris dari pelaksana resmi. You know, it’s not piece of pie. Bagi saya, itu tak semudah yang dibayangkan.

Itulah seri #serba5 kali ini. Doakan diri ini agar dapat menyelesaikan paling tidak lima rencana dari sekian ratus rencana seperti yang tersebutkan di sini. Kalian juga jangan sampai ketinggalan ya membuat rencana masa depan. Saat ini adalah waktu yang paling baik untuk segera mengambil kertas dan tuliskan rencana-renacanmu agar hidup lebih terarah. Chayo!^^

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day17

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Barombong,

6 Desember 2018, 8:43PM!

Rabu, 05 Desember 2018

,
Bismillahirrahmanirrahim

Ini adalah tulisan ala-ala mimpi 1 juta dollar-nya Merry Riana. Tapi ini versi yang 100 Juta rupiah saja. hahahaha... Kira-kira, apa yang akan kalian lakukan jika diberikan uang 100 Juta Rupaih? Atau Pernahkah Anda memimpikan mendapatkan Uang sebanyak itu? Atau tidak pernah sama sekali? Seperti saya. Hehehe

Bisa dibilang, saya paling jarang bermimpi mendapatkan uang. Lebih sering bermimpi untuk jalan-jalan keliling dunia mengunjungi negara-negara impian. Namun, jika ditanya seperti ini, maka mungkin hal inilah yang akan saya lakukan. Mungkin dan semoga bisa terwujud!

Naik Haji atau Umroh bersama

Dari dulu saya sangat ingin punya kemampuan untuk membayarkan Ayah saya untuk menunaikan ibadah Haji. Jadi, uang ini akan langsung dipakai untuk mendaftarkan beliau naik Haji. Jika tidak memungkinkan, maka akan diganti dengan umroh bersama Ayah dan kakak-kakak tercinta. Kayaknya Umroh aja sudah menghabiskan uangnya ya ^^

Bersedekah Ke Anak Yatim

Sebagian besar dari uang ini adalah hak anak yatim dan fakir miskin, maka mari kita bagikan hak mereka sebelum menggunakannya. Semoga dilapangkan dadanya untuk melakukan hal ini di dunia nyata.

Beli Koleksi Buku Hadis dan Terjemahan Al-Qur’an

Jika belum sempat membaca, paling tidak kita sudah memiliki koleksinya. Jadi, jika ingin membaca atau harus mencari suatu referensi tinggal membuka buku-buku tersebut. Semoga diberi petunjuk, hidayah, dan kemudahan untuk mempelajarinya dan mengamalkannya. Semoga juga dimudahkan dalam mengajarkan kepada keluarga dan keturunan di masa depan.

Membeli Barang-barang yang dibutuhkan

Ada baiknya digunakan untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan untuk menunjang kehidupan dunia dan semoga juga untuk akhirat. Karena sejatinya hidup kita di dunia hanya sementara. Oleh karena itu, kita juga harus memikirkan apakah hal-hal yang kita beli itu berguna juga untuk kehidupan akhirat kelak. Misalnya, membeli gadget lalu dimanfaatkan juga untuk mendengarkan Al-Qur’an. Jika bisa, kenapa tidak? Dari pada canggih tapi tidak bernilai akhirat. Lebih baik canggih plus bisa mengantarkan ke jalan syurga. Sepakat?

Mungkin seperti itulah hal-hal yang ingin saya lakukan. Semoga jika uang itu benar-benar ditangan bisa melakukan yang pertama dan kedua dengan penuh lapang dada. Aamiinn. Doakan teman-teman. Mari kita saling mendoakan untuk kebaikan dunia dan akhirat. Aamiin

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day16

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Barombong,

5 Desember 2018, 12:18PM!

,
Bismillahirrahmanirrahim

Siang itu pesawat beberapa menit  lagi akan lepas landas. Saya sedikit was-was. Diri ini sudah duduk rapih di kursi pesawat. Sementara, kami masih menunggu dua orang teman. Duh, di manakah mereka?  ucap diri ini dalam hati.

Saya memiringkan sedikit kepala kea rah pintu. Dua orang terlihat terengah-engah memasuki pesawat dan menuju kea rah di mana diri ini duduk. Itulah dua teman yang kami tunggu. Temanku yang akan berangkat bersama ke Jakarta menggunakan pesawat terbang. Inilah kali pertama saya bepergian dengan kendaraan ini.

Excited, takut, dan tegang bercampur menjadi satu. Diri ini pun memperhatikan gerakan pramugari yang memperagakan hal-hal penting yang harus diketahui sebelum penerbangan dilakukan. Lalu, mencoba memasang seat belt dan akhirnya dibantu oleh teman duduk. Sungguh memalukan, tapi maklumlah ini adalah pengalaman pertama.

Sesampainya di Bandara, Langsung saja kami menuju pengambilan barang. Meski hanya empat hari, namun koper kecil menjadi pilihan untuk menyimpan barang bawaan. Kali ini kami akan menuju ke suatu tempat di Jakarta.

Sepanjang perjalanan dari Bandara menuju ke Taman Mini Indonesia, saya hanya melihat berbagai pohon dan tanda-tanda jalan. Kadang kala atap rumah atau gedung-gedung. Selain itu, otak ini tak mampu lagi melihatnya. Ini sudah lama sekali, kira-kira Sembilan tahun yang lalu.

Taman Mini merupakan tempat berkumpulnya rumah-rumah adat se-Indonesia. Itulah pengetahuan yang saya miliki kala itu. Meski tak sempat meng-ekplore tempat ini secara keseluruhan karena ada kegiatan  seminar yang kami ikuti di sana. Namun, paling tidak dapat meihat-lihat beberapa rumah adat yang sebelumnya tak pernah terbayangkan.

Kali kedua ke Kota ini, masih dengan  sebuah kegiatan. Diri ini terpilih sebagai salah satu pemuda untuk mewakili Sulawesi Selatan dalam mengikuti kegiatan Kongres Kebudayaan Pemuda Indonesia yang diadakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam kegiatan inilah, kami diperkenalkan berbagai wisata sejarah yang ada di Ibu Kota.

Inilah saat di mana saya melihat sisi lain dari Kota Jakarta. Betapa banyak tempat bersejarah di sini. Mulai dari Museum Bank Indonesia, Museum Fatahillah, Museum Nasional, Museum Kebangkitan Nasional, dan Kota Tua. Ingin sekali waktu itu melihat Monumen Nasional (MONAS) namun tak sempat lagi karena diburu oleh waktu untuk menyelesaikan kegiatan kami.

Lalu, saya diminta lagi untuk menghadiri training selama tiga hari di Jakarta. Karena merasa sudah pernah ke Kota ini sebelumnya, saya memutuskan untuk pergi walau sendiri. Banyak yang berpendapat bahwa itu agak sediit berbahaya. Namun, tak apalah, tak ada salahnya menambah pengalaman.

Pada kesempatan ini,  saya pun melakukan segalanya sendiri dengan bermodalkan alamat yang dituju , kendaraan yang dapat digunakan, serta nomor HP yang dapat dihubungi. Tak ragu, saya menaiki mobil Damri yang akan mengantar ke terminal akhir. Waktu itu saya mulai sedikit was-was, karena bus damri yang saya tumpangi sampai pukul 9 malam.

Saya pun turun dari damri. Seseorang supir taxi menghampiri yang dapat dikenali dari baju seragam yang dikenakannya.
“Mau kemana neng?” ucap lelaki supir itu.
“ Saya mau ke sini” saya menyebutkan sebuah alamat waktu itu.
“Wah kalau ke sini, 150 ribu neng” lanjutnya.
“Wah maham sekali pak, 50 ribu aja” ucapa saya.
“Tidak bisa neng. Kalau tidak mau ya sudah” ia pun tak acuh lalu duduk di sebuah batu yang terletak di pinggir jalan terminal.

Orang kedua lalu menghampiri dan proses tawar menawar pun terjadi. Kami akhirnya bersepakat untuk membayar 35 ribu rupiah fix namun harus menunggu hingga jam 10 malam. Katanya sih untuk menghindari macet karena katanya saat ini jalannan masih padatnya. Waktu pukul 10.30 malam, kami pun berangkat. Ia tetap menyalakan argonya. Dalam perjalanan kami, ia pun mulai membuka percakapan dan melontarkan pertanyaan kepada saya.

“Mbak dari mana?” tanyanya.
“Saya dari Makassar, Pak” jawab diri ini singkat.
“Wah! Orang Makassar katanya galak-galak ya mbak, apalagi yang ceweknya” ujarnya. Dalam hati “oh ya?”
“Saudara saya istrinya orang Makassar katanya galak mba” lanjut si bapak sopir. Hahahhaa.. saya hanya bisa tersenyum sama si bapak padahal dalam hati tertawa.

Tak banyak kata yang keluar dari mulut ini. Jemari ini sibuk memaikan jari di atas keyboard HP untuk menanyakan jalan dan alamat pasti rumah teman saya. Meski sempat nyasar dan si bapak mulai ngoceh. Akhirnya alamatnya ketemu juga. Argo menunjukkan angka Rp. 32.000, -. Untunglah tadi saya hanya menawarkan 35 ribu rupiah. Jadi tidak rugi-rugi amatlah.

Di lain waktu, harus kembali lagi ke Ibu Kota. Kali ini dapat beasiswa belajar bahasa inggris gratis selama satu bulan. Bersama beberapa teman lainnya, kami ditempatkan dalam satu rumah kos-kosan yang dekat dengan tempat les. Berjalan setiap pagi dan menjalani aktifitas kelas dari jam 10 pagi hingga jam 4 sore. Karena ini adalah kewajiban, kami tak boleh protes tentang jadwal belajar karena sudah menyanggupi sebelumnya.

Di sini lah saya mulai merasakan kehidupan layaknya orang Jakarta. Tepatnya di Jakarta Selatan. Yang terlihat hanyalah gedung-gedung tinggi. Terik matahari dan udara panas bahkan di waktu subuh.

Karena uang saku belum keluar, kami makan dengan hematnya. Setiap pagi, bersama teman kamar, saya makan di salah satu warteg terdekat. Kadang kala kami membungkusnya ke tempat les. Karena cukup melelahkan bila harus naik turun dan berjalan kaki keluar untuk mencari makanan murah di sekitar gedung perkantoran. Apalah daya, saya dan teman saya hanyalah seorang penganguran yang beruntung mendapatkan beasiswa belajar TOEFL iBT selama sebulan.

Dengan segala pengalaman ini, tinggal di Jakarta memang penuh tantangan. Apalagi jika diri ini tak terbiasa dengan segala hiruk pikuk kota, polusi udara, dan kepadatan kendaraan setiap hari. Meski begitu, saya sangat bersyukur atas segala pengalaman ini. Masih ada pengalaman lainnya yang mengantarkan ini bisa melihat Monas dari dekat meski belum bisa masuk di dalamnya. Mungkin suatu saat bersama teman atau pasangan tercinta (^^)

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day15

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Barombong,

4 Dessember 2018, 11:48PM!
,
Bismillahirrahmanirrahim


Beberapa tahun silam, teringat ketika pertama kali melakukan perjanan keluar kota dengan sebuah kapal laut. Bersama ke-12 teman yang lainnya, kami akan beranjak ke sebuah kompetisi nasional di salah satu kampus teknologi terkenal di Kota Bandung. Ini pula saat kali pertama diri ini menginjakkan kaki di pulau Jawa.

Kota pertama yang kami jajaki adalah Kota Surabaya, tempat kapal ini berlabuh. Sebenarnya tak sepenuhnya menjajaki. Diri ini hanya mengunjungi monument kapal selam yang tak jauh dari stasiun kereta api yang akan membawa kami menuju kota Bandung.

Rasanya tak menyangka, diri ini akan keluar kota. Sejak dulu hanya bisa melakukan sesuatu yang tak jauh dari rumah, karena keterbatasan kemampuan finansial. Namun, kali ini ada kesempatan tuk membuktikan diri melalui sebuah kompetisi.

Pandangan pertama yang melekat di kota ini adalah bangunan-bangunan tua yang atapnya masih memepertahankan arsitektur dari jaman penjajahan Belanda. Lalu, mata ini tertuju pada sebuah taman dekat kampus dan tempat kami menginap. Sebuah asrama dekat Mesjid Salman ITB. Baru kali ini berkunjung ke sebuah taman asri nan nyaman serta dingin meski terik matahari cukup bersinar.

Langkah kaki ini kemudian menuju Alun-alun kota. Rasanya di sempanjang perjalanan yang kulalui banyak outlet-outlet yang memajang baju-baju di took mereka. Waktu itu, teman saya menyebutnya Factoty Outlet. Katanya sih bajunya murah-murah dan bagus. Sempat memasuki salah satu outlet dan berakhir pulang dengan tangan kosong. Model baju dan budget belum mampu disesuaikan.

Sesampainya di alun-alun kota, berasa berada di dalam “surga” belanja. Dulu masih banyak para pedangang kaki lima yang menjual berbagai hal. Mereka berjejeran di sekitaran mesjid di alun-alun. Banyak barang yang dapat dibeli dengan harga murah, namun kualitas masih bisa dibilang bagus. Di sinilah jadinya membeli beberapa buah tangan untuk dibawa pulang ke kampong halaman.

Meski tak juara dalam lomba, namun perjumpaan kali ini cukup mengasyikkan. Di kompetisi yang berbeda kami kembali lagi ke kota Ini. Kali ini bersama dua teman yang lainnya terpilih menjadi Finalis dalam Electrical Engineering Award 2009. Kami masuk dalam 5 besar dan memperoleh kesempatan presentasi dihadapan para finalis, juri dan peserta dari berbagai kota. Meski hasilnya tak cukup memuaskan, namun rasa syukur sudah bisa kembali ke kota ini. Kali ini berkunjung ke pasar minggu pagi dan berkunjung ke kebun binatang untuk pertama kalinya.

Dipanggil untuk tinggal selama beberapa pekan di Bandung, saya pun kembali ke sana untuk mendapatkan coaching dalam rangka memperkuat fondasi ilmu untuk megembangkan organisasi yang baru ekspansi di Makassar. Di sinilah saya benar-benar merasakan betapa indahnya Kota Bandung ini. Bahkan saya merasakan telah tinggal lama di sini.

Orang-orang yang ramah dan suka menolong. Saya pun bisa pergi kemana-mana sendiri dengan kendaraan umum seakan tinggal di kota sendiri. Kadang kala menikmati pemandangan kota dengan berjalan kaki dari suatu  tempat ke tempat lain. Suasana nyaman tanpa rasa takut bepergian sendiri ke Mall, pasar, alun-laun, dan beberapa tempat lainnya.

Kalau dulu tinggal lebih lama lagi, mungkin saya akan menjajaki dan hafal jalan-jalan ke beberapa tempat wisata seperti lembang dan lain sebagainya. Sayangnya tak bisa tinggal lama. Sepulang dari sini, harus segera mengerjakan PR dari hasil coaching yang didapat.

Terima kasih untuk semua teman yang telah mengenalkan Kota ini. Kalian adalah bagian dari ingatan masa lalu yang indah. Terima kasih pula ingin menjadi teman dari seorang pemalu di masa lalu, meski sekarang masih pemalu. Bagaimana dengan kalian? Adakah memori spesial yang tertinggal di Kota ini? Yuk berbagi ingatan indah di masa lalu.

Tulisan ini tema pengganti yang diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day14

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Barombong,

4 Desember 2018, 3:50PM!
,
Bismillahirrahmanirrahim


Setelah menshare hal-hal #serba5 sebelumnya, kali ini mau share lagi lima hal lainnya yang menjadi topik dalam tantangan 30 Hari menulis oleh Blogger Perempuan. Dalam tulisan ini akan tertuang lima destinasi impian yang paling ingin saya kunjungi di masa depan. Semoga bisa dalam waktu dekat.

Mekkah
Ini adalah impian sejuta atau bahkan beribu umat muslim di dunia, begitupun diri ini. Dari dulu sudah mensetting bahwa negara yang harus dikunjungi adalah Mekkah. Jika perlu, negara ini menjadi negara pertama yang akan dikunjungi ketika pertama kali berkunjung ke luar negeri. Ingin juga mengunjungi negara ini berdama Ayah dan pasangan terpilih kelak.

Madinah
Selain sebagai rangkaian ibadah dari menumaikan Haji ataupun Umroh, saya sangat ingin berkeliling di kota yang damai dan sejahtera ini. Di sinilah kota yang senantiasa di jaga kedamaiannya oleh Allah subehanawata’ala. Jika perlu, saya dapat tinggal dan bekerja bahkan melanjutkan kuliah di negara ini.

Kanada
Entah mengapa ada hasrat untuk berkunjung ke negara ini. Rasanya begitu ingin menikmati keindahan Toronto dan sekitarnya. Salah satu wishlist juga untuk melanjutkan kuliah di sana.

Korea
Ini dia negara yang sejak dulu saya impikan setelah 3 negara sebelumnya. Meski ada kalanya diri ini berpikir, apakah karena terserang demam K-POP ataukah memang keinginan mendalam tentang sesuatu? Saya bisa bilang ya atau tidak. Di sisi lain, saya mengenal negara ini mungkin jauh lebih banyak daripada negara yang saya sebutkan sebelumnya. Utamanya soal system pendidikan.

Setelah dipikir-pikir lagi, rasanya saya sangat tertarik dengan lingkungan pendidikan di sana. Budaya “Palli-Palli” di mana orang-orang selalu ingin serba cepat dalam melakukan sesuatu. Menurut saya, ini adalah budaya yang sangat bagus untuk mendorong kita lebih produktif dalam melakukan sesuatu utamanya dalam hal belajar.  Oleh karena itu, saya selalu berusaha untuk mengirimkan aplikasi beasiswa di sini dengan harapan dapat melanjutkan study di negeri gingseng.

Europe Trip
Trip ke negara-negara Eropa adalah hal terakhir yang paling ingin diwujudkan. Jika sudah melakukan trip ini rasanya sudah mengelilingi setengah dari dunia.
Adapun destinasi lainnya setelah mengunjungi negara-negara yang tersebut di atas adalah Benua Afrika, Benua asia, lalu Amerika dan Australia plus New Zaeland. Meski begitu, tak menutup kemungkinan urutan ini bisa berubah. Tergantung rejeki dan izin dari Sang Maha Kuasa, Allah Subehanahu Wa ta’ala.

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day13

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Barombong,

4 Desemeber 2018, 2:58PM!

Senin, 03 Desember 2018

,
Bismillahirrahmanirrahim

Kalau boleh jujur, saya pun sebenarnya butuh saran untuk hidup sehat. Pasalnya, diri ini cukup tidak memenuhi syarat hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari saat ini. Namun, tenang saja! Meski saya jarang melakukannya saat ini, beberapa tahun lalu saya sempat menerapkan gaya hidup sehat sebagai berikut.

Olahraga Senam Pagi

Olahraga pagi dengan senam ini cukup mengeluarkan banyak keringat. Ini membuat tubuh saya ringan dan segar di pagi hari. Apalagi ditemani dengan angin sepoi-sepoi dari jendela atau pintu yang dibuka. Konon katanya, keringat saat berolahraga plus tiupan angin pagi yang mengenai wajah yang berkeringat akan membuat wajah kita bersih dan cerah. Mungkin ini salah satu rahasia kenapa dulu saya jarang sekali berjerawat. Bagi yang ingn tahu tips dan manfaat olahraga pagi bagi saya, silahkan berkunjung ke tulisan tersebut ya.

Minum Air Mineral

Banyak orang di luar sana yang lebih suka minum kopi. Saya pribadi sebenarnya bukan melarang, namun hanya menyarankan untuk mengurangi porsinya dan lebih banyak minum air putih. Kalian pasti sudah tahu bahwa air mineral yang bersih adalah kebutuhan primer yang harus selalu ada. Air mineral juga memilki banyak manfaat bagi tubuh, seperti menjaga kesehatan tulang, mengatur lemak tubuh, menjaga tekanan darah, menghindari penyakit jantung, menyehatkan pencernaan dalam tubuh, meningkatkan daya ingat otak, baik untuk perawatan kulit, dan masih banyak lagi. Kalian bisa googling 1000 manfaat air mineral bagi tubuh, akan beribu-ribu artikel yang membahas tentang hal ini bahkan dalam banyak versi bahasa.

Makan buah

Mungkin sebagian orang sudah tahu bahwa makan buah juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh utamanya bagi buah yang banyak mengandung vitamin C. Hal ini sangat baik untuk menjaga ketahanan tubuh sehari-hari. Saya biasanya makan buah sebelum makan, atau dalam sehari biasanya hanya makan buah. Biasa juga mengganti makan malam dengan makan hanya buah. Ini bukan dalam rangka diet mengurangi makan, tapi dalam rangka diet memperbaiki pola makan atau keseimbangan gizi yang masuk dalam tubuh. Biasanya saya makan ayam setiap hari dan jarang makan buah disela-selanya karena tak tersedia setiap hari di rumah. Oleh karena itu, untuk menyeimbangkan gizi, sehari saya makah hanya buah saja dan minum air mineral.

Makan Sayuran

Ini adalah hal yang paling jarang saya makan. Dulu tak suka makan sayuran. Namun, setelah membaca bagaimana manfaatnya terhadapa tubuh, saya pun jadi suka dan selalu mencari sayuran jika ke suatu acara entah kawinan, akikahan, dan acara lainnya. Soalnya di rumah kadang jarang masak, dan malas masak juga --” hhehe . So, buat kalian yang dimasakkan sayuran atau rajin masak tiap hari, jangan pernah melewatkan menu ini.

Minum Susu Murni (tanpa gula)/Minuman Vitamin C/Madu

Nah, ini dia minuman paling andalan selain air mineral, susu murni. Jika habis begadang beberapa hari, minum ini seperti malaikat kuda putih yang dikirimkan oleh Allah Subehana Waa Ta’ala. Miniman ini memberikan kekuatan luar biasa dan membuat tubuh yang tadinya drop jadi sehat kembali. Kadang- kadang juga diganti dengan minuman yang mengandung banyak vitamin C atau madu.

Anyway, apapun makanan yang kalian makan, semoga kita tetap berpegang teguh pada pedoman hidup kita yakni Al-Qur’an. Yakni : makanlah makanan yang didapat dengan cara yang baik,  bersih, lagi halal. Ini yang paling penting! Dijamin Sehat selama tidak berlebihan, karena berlebihan dalam memakan sesuatu itu tidak baik! – evhy kamaluddin

“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” (Q.S. An-Nahl: 66)

“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).  Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (Q.S. An-Nahl : 69)  

Inilah 5 tips hidup sehat versi saya. Bagiaman dengan kalian? Ada saran supaya bisa lebih hidup sehat lagi? Segera beritahu ya di kolom komentar. Paling tidak, hal tersebut akan menyelematkan seorang manusia yang membaca tulisan ini beserta komentar-komentarnya.

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day12

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Barombong,

3 November 2018, 1:18 AM! 
,
Bismillahirrahmanirrahim




Berbicara masalah koleksi, tentu memilki perspektif yang berbeda-beda. Apakah koleksi itu merupakan kumpulan barang-barang yang ditumpuk di rumah atau barang-barang yang kita kumpulkan dan dipelihara dengan baik? Pertama, mari kita lihat dulu pengertian kata koleksi.

Jadi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata koleksi berarti 1 kumpulan (gambar, benda bersejarah, lukisan, dan sebagainya) yang sering dikaitkan dengan minat atau hobi objek (yang lengkap); 2 kumpulan yang berhubungan dengan studi penelitian; 3 cara dan sebagainya mengumpulkan gambar, benda bersejarah, lukisan, objek penelitian, dan sebagainya. Sedangkan kata mengoleksi merupakan  mengumpulkan (menjadi satu); menjadikan barang-barang sebagai koleksi.

Jika merujuk dari arti yang sudah disebutkan, maka dalam tulisan kali ini akan membahas tentang koleksi dengan arti yang pertama yaiutu koleksi benda yang paling disukai. Nah, apa saja benda-benda yang sangat saya sukai adalah sebagai berikut.

Stationery / Alat Tulis

Mungkin bagi sebagian orang memiliki stationary bukanlah sebuah koleksi namun sebuah kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Jika memiliki beberapa saja misalnya dua – lima buah, tentu kepemilikan tersebut berdasarkan kebutuhan. Bagaimana jika punya belasan bahkan puluhan? Menurut saya, ada tiga kemungkinan. Bisa saja memang untuk kebutuhan kantor atau pekerjaan, penjual alat tulis-menulis, atau memang mengoleksi hal tersebut.  Seperti saya yang suka mengoleksi pulpen, gunting, paper clip, sticky note, stabillo, dan masih banyak yang lainnya. Saat ini lebih menyukai alat tulis-menulis yang unik-unik yang tak mudah ditemukan dipasaran.

Pita-Pita dan Pernak-Perniknya

Koleksi unik lainnya adalah pita. Saya sangat suka membeli barang yang satu ini. Awalnya, diri ini ingin membuat usaha handmade dengan berbahan pita. Karena manajemen waktu yang kurang  baik antara membuat pernak-pernik dari pita dan kerjaan kantor kala itu, akhirnya harus memutuskan fokus pada pekerjaan kantor terlebih dahulu. Jadinya, pita-pita ini masih menumpuk dan menjadi koleksi menyenangkan tersendiri bila melihat deretan warna-warna yang berbeda. Belakangan sedang mencari pita dengan motif-motif unik sehingga dapat menambah variasi-variasi baru untuk handmade nantinya plus menambah deretan pita unik.


Oleh-oleh dari Luar Negeri

Biasanya oleh-oleh ini akan saya simpan dengan rapih. Mulai dari gantungan kunci, pin-pin, pembatas buku, kartu pos, pulpen, miniature gedung atau landmark suatu negara, dan lain-lain. Untuk tempelan kulkas biasanya langsung ditempel saja di kulkas biar langsung digunakan.

Buku-Buku

Nah, ini adalah hal yang paling disukai. Koleksi buku! Biasanya jika ada buku diskon dan punya uang bakalan memborong buku-buku yang menarik di pandangan mata setelah membaca sinopsisnya. Kadang-kadang dimarahi sama saudara karena banyak buku-buku yang ditumpuk namun entah kapan akan dibaca. Hehehe… Namanya juga koleksi, iya kan? Mau dibaca kapan pun juga tak masalah, yang penting punya dulu bukunya. Hahahaha… Bukan contoh yang baik! Jika punya buku bacalah segera agar segera dan segera dapatkan manfaatnya.

Kartu Post (Post Card)

Belakangan lagi tertarik untuk mengoleksi lebih banyak lagi kartu pos. Saat ini sedang mendaftar postcrossing. Di mana kita bisa saling bertukar kartu post dari berbagai negara. Menerima juga berbagai macam kartu pos yang kosong yang belum digunakan atau ditulisi sesuatu, namun tetap mengoleksi kartu pos yang ditulisi pesan-pesan tertentu, apalagi yang memilki dampak positif.

Cukup sekian tulisan kali ini. Jika teman-teman mau memberikan hadiah atau memberi oleh-oleh ke saya, sangat direkomendasikan memilih salah satu item di atas. Feel free to contact me through my e-mail : evhy.kamaluddin@gmail.com. Kali aja ada yang mau mengirimkan hadiah, boleh meminta alamat saya melalau email. Diri ini akan menerimanya dengan senang hati selama yang dikirim adalah hal-hal positif dan baik ya (^^)

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day11


Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Barombong,

3 Desember 2018, 12:16 AM!

Follow @hervianakamaluddin