Selasa, 24 November 2015

,

Bismillahirrahmanirrahim.

finger crossSaya mengingat kisah semalam. Sesuai judulnya, kisah ini adalah Tentang fingercross. Tahukan kamu apa arti finger cross? Hmmm…. Jadi begini ceritanya. Tadi malam, saya bersama direktur dan teman kantor sedang duduk di ruang teacher di kantor. Kami merencanakan dan berbincang-bincang banyak hal untuk kepentingan kantor.

Usai pembahasan tentang website, sang direktur pun pamit pulang. Ia pun beranjak dari tempat duduknya menuju pintu keluar. Sebelum sampai di pintu keluar, kita akan melewati sebuah ruangan yang terdapat papan tulis. Papan tulis itu digunakan untuk menuliskan “words of the week”. Hari senin tiba, sudah waktunya mengganti kata-kata yang tertulis di sana. Ia lalu nyeletuk “tulis finger cross di sini”.
“Hah? apa itu finger cross? apa artinya?” ucapku dengan penasaran.
”Apa coba?” ucap sang direktur padaku.
“hmmm…” saya mencoba berpikir. Namun tak kunjung dapat kutemukan artinya dalam otakku. saya pun menaikkan tangan sambil melakukan finger cross.

Minggu, 22 November 2015

,

Bismillahirrahmanirrahim.

Ini adalah cerita tentang kak beradik yang hidup bersama. Sebut saja namanya Ana dan Arlin. Hari demi hari mereka lalui bersama. Ini bermula semenjak mereka berdua mulai bekerja di area yang berdekatan. Ana adalah seorang wanita yang periang, namun sebenarnya sangat introvert. Ia menggunakan seenap kemampuan dirinya untuk bisa berinteraksi dengan orang lain. Sedangkan Arlin seorang wanita yang sangat senang berbagi terutama pada adiknya.

Suatu hari ketika Arlin pulang dari kantor. Ia menjumpai Ana sedang duduk di sebuah meja kerja di kantornya. Mengapa mereka bisa bertemu seperti itu? Karena mereka berdua tinggal di kost yang disediakan di kantor. Arlin menemani Ana yang takut tinggal sendirian di kamar. Jika Arlin pulang, ia akan pulang ke kantor Ana. Karena disanalah mereka berdua menghabiskan hari-hari bersama saat ini. Lanjut ke pertemuan tadi.

,

Bismillahirrahmanirrahim.

Setiap kali membaca facebook, ada saja informasi yang dapat dipetik. Banyak kenangan, semangat, perasaan, dan perjuangan seorang manusia tercurah didalamnya. Walau saya tak selalu membuka dan membaca semuanya. Tak mungkin juga kubaca semuanya, terlalu banyak diri ini tak sanggup. Cukup yang perlu dan penting saja menurutku.

Mata ini tertuju pada status dari official account Asma nadia. Lagi-lagi sebentar lagi novel barunya akan difilmkan dan ditayangkan. Wahh… DAEBAKKKKK… Rasanya iri melihatnya. Mau juga.. tapi daripada munggunakan kata iri, lebih baik diubah saja menjadi kagum. Ya! Kata KAGUM lebih tepat menggambarkan perasaan ini. Jika iri, hanya akan berdampak negatif. Sedang yang timbul adalah motivasi. Motivasi yang menggali kembali mimpi yang telah lama bersemayan namun tak bergerak sama sekali.

Rabu, 04 November 2015

,

Bismillahirrahmanirrahim.

Berdasarkan judulnya, kali ini saya akan membahas tentang 3 magic word. Kata-kata ini baru saya sadari setelah bertemu dengan seorang teman beberapa tahun silam. Namanya didi, ini cewek lho yaa. Dia adalah partnerku dalam menjalankan jabatan yang sedang kuemban saat itu di salah satu organisasi global. Kami sama-sama mengurusi bagian Talent Management.

Sebagai talent management, sangat penting untuk bisa meng-engage dan bercengkrama dengan para member-member tercinta. Member-member ini rela berjuang dan bekerja dalam organisasi. Mereka bahkan meluangkan waktu, memberikan ide, dan do action ditengah kesibukan mereka tanpa harus dibayar sekali pun. Bekerja di organisasiku ibarat kita bekerja di sebuah perusahaan dengan sistem yang sudah terancang dengan baik dan professional. Walau kami masih muda, namun dituntut untuk senantiasa bekerja dengan professional.

Follow @hervianakamaluddin