Senin, 17 Desember 2018

Hal yang disesali. Apakah kalian juga menyesali hal ini?

Bismillahirrahmanirrahim

Setiap orang biasanya memiliki sesuatu yang masih disesali di masa lalu. Saya pun tak luput dari hal yang satu ini. Namun, kadang fikiran ini senantiasa mensugesti untuk membuang luka masa lalu dan cukup mengenang hal-hal yang positif nan menggembirakan.  

Meski sudah berjuang melupakan masa lalu, namun penyesalan senantiasa selalu hadir dalam setiap lini waktu. Saat ini dan detik ini pun banyak hal-hal yang sangat disesali.

Sholat tidak On Time

Urusan dunia memang senantiasa lebih menarik perhatian sehingga sering kali membuat lalai dalam urusan akhirat. Itulah yang sering saya alami. Kadang kala terlalu sering asyik dengan diri sendiri, bahkan sekeliling pun berasa ruang hampa seakan tak ada siapa pun di sekitar. Akhirnya larut dalam urusan yang sesungguhnya masih dapat ditunda, tapi tak mendengarkan panggilag Sang Maha Penyanyang.

Belum memahami Al-Qur’an

Mungkin banyak diluaran sana yang sama seperti saya yang tidak paham akan kitab suci yang menjadi petunjuk hidup baik dan buruk. Pertanyaannya adalah apakah kalian pernah menyesali hal ini? Jika hingga saat ini kita belum juga menyesalinya, mungkin harus mengorek-ngorek dan mengetuk-ngetuk pintu hati dan mengatakan “adakah iman di dalamnya?” Ini adalah hal yang sangat-sangat ingin saya pelajari. Semoga Allah subehanahu wata’ala memberikan kita hidayah dan petunjuk serta kemudahan untuk memahaminya. Aamiin

Berbakti kepada Orang Tua

Rasanya diri ini masih harus bekerja keras untuk bisa berbakti kepada mereka. Paling tidak berusaha untuk menyakiti hati mereka. Karena bagaimana pun juga, jasa mereka tidak akan pernah tergantikan oleh apapun di dunai ini. Tinggal jauh dari orang tua, tentu memiliki dampak positif dan negatifnya. Di satu sisi, kita dapat menjaga lisan kita dalam keseharian. Namun di sisi lain, justru kita tidak memiliki waktu untuk dihabiskan bersama merawat beliau yang masa hidupnya kian hari makin berkurang. T-T

Mengenal Allah dan Rasulullah lebih dekat

Tidak mengenal Rabb dan Rasulullah tercinta adalah salah satu alasan mengapa ahlak ini masih sungguh buruk. Rasulullah adalah teladan yang paling sempurna bagi kita untuk menjalani hidup. Beliau mencontohkan banyak hal yang sungguh baik diterapkan dalam setiap aspek kehidupan. Hanya saja, urusan dunia dengan banyaknya ilmu pengetahuan yang begitu berkembang pesat kadang membuat kita luput untuk mengenalnya lebih dekat.

Sama halnya dengan Allah Subehanahu wata’ala, Sang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Jika kita masih merasa kecewa atas segala doa yang belum dikabulkan, tentu itu manusiawi. Namun, itu juga merupakan bukti bahwa kita tak sepenuhnya mengenal-Nya dan percaya pada-Nya.

Adakah kalian menyesali hal-hal diatas? Sungguh semoga diri kita senantiasa menyesal saat ini dan berusaha untu mendekatkan diri kepada Sang Khalik yang Maha Penyayang, Pengasih, Pemurah, dan Maha Segala-galanya. Ya Allah berilah kami, kesempatan untuk mampu mengenal-Mu dan Rasul-Mu yang tercinta, pemberi syafaat di akhirat kelak.

Tulisan ini diikutkan dalam #BPN30DayChallenge2018 #bloggerperempuan #Day23

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Antang,

16 Desember 2018, 4:22PM!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir. Semoga bisa bermanfaat selalu :) Amin.
Jangan lupa komentarmu ya, karena komentarmu adalah semangatku untuk terus berbagi ^^)

Komentar yang mengandung SARA, link hidup, dan spamming akan dihapus ya.. Terima kasih atas perhatiannya :)


Follow @hervianakamaluddin