Senin, 25 Februari 2019

,
Bismillahirrahmanirrahim

Dua pekan lalu, tepatnya tanggal 9 Februari 2019, di Confie Cafe & Co-working space yang baru saja pindah ke Jl. Penjernihan Raya Kompleks PDAM no. 7 Makassar, Sobat LemINA menggelar kegiatan Nulis Blog Relawan atau bisa disingkat NBR. Kegiatan ini merupakan kali pertama di tahun 2019. Untuk sesi pertama ini, NBR menghadirkan materi Bedah Blog yang bertujuan untuk membuat blog bagi pemula dan bedah template blog agar tampilannya lebih terlihat menarik. 

Tepat pukul 10.30 peserta yang hadir baru 4 orang. Padahal yang mendaftar ada 13 orang. Barulah saya melihat chat di WA dan menemukan bahwa dua diantaranya tidak jadi datang. Akhirnya dengan kondisi 4 peserta, 5 dengan saya dan 6 dengan pemateri kami pun memulai kegiatan di ruangan yang kira-kira berukuran 3x6 meter.
Peserta yang hadir saat kegiatan dimulai
Dengan menghadirkan seorang pemateri yang telah lama bergelut di dunia bloger, Kak Unga akan membagi-bagikan tips cara membuat blog dan bagaimana membuat tampilan blog yang menarik. Kelas ini khusus diberikan untuk para pemula ataupun yang masih bingung mengutak-atik template blognya agar terlihat menarik. Meskipun demikian, yang sudah jago dalam hal blog tidak akan dilarang mengikuti kelas ini. Malah dianjurkan agar bisa berbagi pemgalaman. 
Kak Unga sedang menjelaskan materi yang dibawakan hari ini
Pemilik blog www.ungatawwa.com memulai dengan memperkenalkan diri lalu langsung memberikan tips bagaimana membuat tampilan blog yang menarik. Beberapa tips yang saya tangkap adalah sebagai berikut.

  • Gunakan Font yang enak dipandang dan sebisa mungkin sama dalam satu tulisan. Terllau banyak font berlebihan dapat meyebabkan sakit mata. Misalnya saja satu kata font A, kata berikutnya font B, kata berikutnya font C, dan seterusnya. Ini juga berlaku dalam pergantian paragraf. Setiap paragraf ganti font juga tidak dianjurkan. 
  • Jangan menggunakan font warna-warni atau memberikan warna yang berlibehan. Mislanya,  setiap.satu huruf ganti warna. Coba bayangkan! Apa yang akan terjadi? 
  • Jangan menggunakan backgroud yang senada dengan font. Usahakan backgroud blog dengan tulisan blog tidak senada agar tulisan dapat tampil dan dibaca dengan jelas. 
  • Pilih template terlihat rapih. Jangan terlalu berwarna-warni, meskipun sesuai selera usahakan agar tetap terlihat rapih
  • Untuk tampilah home, usahakan menampilkan gambar dan beberapa deret kalimat atau paragraf sebuah postingan. Sehingga jika kita menampilkan 10 postingan di halaman depan, maka pembaca tidak perlu berlelah-lelah untuk scroll melihat sepuluh tampilan tersebut. 
Untuk pembuatan nama blog, kak yang berdarah bugis ini memberikan wejangan agar memberikan nama blog yang unik tapi mudah diingat dan tidak susah disebut. Misalnya saja www.ungatawwa.com. Nama blog ini gampang disebut, mudah diingat karena diambil dari nama panggilan, memiliki ciri khas bugis dengan adanya kata tawwa yang memiliki makna pujian untuk orang.  Misalnya "Tawwa sudah ujian" artinya "wah/cie sudah ujian", intinya seperti itulah.
Menyimak materi yang diberikan
Lama waktu berselang, sekira pukul 11 pagi para peserta mulai berdatangan. Hingga akhir kegiatan terdapat sembilan orang peserta yang mengikuti kegiatan ini. Beberapa diantaranya sudah memiliki blog dan ada pula yang baru saja membuat blog. Dengan hasutan perempuan beranak dua ini, para peserta yabg tadinya memiliki blog menggunakan platform blogger.com akhirnya bermutasi ke wordpress. 
Sedang melihat masalah yang dihadapi pada blognya kak Ifha
Bagaimana tidak? Materi yang dibawakan oleh kakak pengguna platfirm wordpress ini adalah cara membuat blog di wordpress. Karena kelas ini memang diperuntukkan untuk melakukan praktik langsung, semuanya pun langsung membuat blog di wordpress. 

Usai praktik membuat blog, kak Unga mendorong para peserta untuk memilih tampulan lalu membuka blig tersebut untuk direview satu-satu. Tampilan yang dipilih cukup beragam, karena setiap orang punya seleranya masing-masing. Yang pasti kak unga memberikan masukan-masukan kepda masing-masing dan yang terpenting adalah mengisinya dengan tulisan-tulisan oleh sang pemilik blog. 
Kak Yusmira sedang meminta pendapat tentang tema blog yang ia gunakan
Tak lupa pula kak Unga yang bernama lengkap A. Tenri Pakkua Bungawalia mengajarkan cara memasukkan teks ataupun html. Praktik ini dilanjutkan dengan cara memasang banner Komunitas Blogger Anging Mammiri di blog masing-masing. Hal ini sekaligus memperkenalkan komunitas bloger yang ada di Makassar tersebut. Dengan begini, selangkah lagi kakak-kakak Relawan Sobat LemINA dapat bergabung di komunitas tersebut. 
Antusiasme peserta untuk membedah blog masing-masing
Sebelumnya kak Unga memang sudah meminta izin bahwa beliau akan membawa nama Komunitas Blogger AM ini sebagai salah satu identitas di mana ia menimba ilmu dan mendapatkan banyak pengalaman dalam dunia perblogeran. Jadi memang tak ada salahnya jika diperkenalkan, toh bukan untuk membuat mereka berpindah komunitas. Namun, dengan bergabung di komunitas bloger dapat membuat mereka lebih banyak belajar dan termotivasi untuk menulis seperti yang dialami oleh banyak anggota AM. 
Foto bersama para peserta dan pemateri Bedah Blog - Nulis Blog Relaan Sobat LemINA
Anyway, sedikit cerita tentang tujuan kegiatan NBR. Nulis Blog Relawan (NBR) adalah program tahunan yang dilakukan olen Sobat LemINA sejak tahun 2015. Tujuannya adalah untuk memperkaya skill menulis para relawannya dalam bidang kepenulisan utamanya menggunakan blog sebagai media untuk membagikan tulisan mereka. Selain itu, diharapkan dengan peningkatan skill ini para relawan dapat secara aktif membuat rulisan tebtang kegiatan yang mereka lakukan di Sobat LemINA. Tujuan secara tak langsung tentu saja agar terdapat banyak cerita relawan yang dpat menjadi rujukan bagi relawan baru yang ingin bergabung di komunitas tersebut. 
Baca juga : New Domain dan Hal penting dalam nge-blog

Well, sepertinya cukup sekian cuap-cuap kali ini. Semoga ada manfaatnya. 
Terima kasih atas sharing sessionnya kak Unga

Alhamdulillahirabbil'alamin

Makassar-Barombong, 

23 Februari 2019, 02.48am!



,
Bismillahirrahmanirrahim
Foto bersama para blogger yang hadir di Tudang Sipulung Blogger Anging Mammiri
Jika berkumpul bersama keluarga blogger Anging Mammiri, waktu terasa berputar begitu cepat. Pertemuan hari ini pun begitu. Setelah tak ada kesempatan bersua sejak Oktober tahun lalu, akhirnya kami dipertemukan kembali dalam meet up perdana di tahun 2019.

Pertemuan ini berlangsung di sebuah café di Makassar pada tanggal 3 Februari 2019. Pertemuan yang lebih sering kami sebut sebagai Tudang Sipulung ini mengusung tema “New Performance of Anging Mammiri”. Sebelum pertemuan ini berlangsung, beberapa orang bertanya, “Apakah ini pergantian pengantian pengurus baru?” atau "Adami ketua baru?"
Jawabannya waktu itu, bisa ya atau tidak. Kami sebagai pengurus seolah berkata “yuk, ikutan meet up. Temukan jawabannya di sana”

Dengan adanya isu ini, kami pun berhasil mengumpulkan kira-kira 40an Blogger di Makassar. Ada wajah lama. Ada pula wajah baru. Mungkinkah ini yang dimaksud New performance of Anging Mammiri? Hmm.. pertanyaan itu masih bergejolak dalam sanubari.

Well, tudang sipulung kali ini dibuka oleh Kak Tari selaku sekertaris di Komunitas Blogger Anging Mammiri. Kak Tari kemudian memulai dengan sesi perkenalan. Seperti kata istilah “Tak kenal maka Ta’aruf alias kenalan.” Momen perkenalan ini kadang menjadi salah satu momen yang ditunggu sekaligus mendebarkan. Bukan hanya karena kita akan diminta satu persatu menyebutkan nama dan nama blog, namun kita harus menyebutkan kapan terakhir posting dan apa yang kita posting.

Kadang kala ajang inilah yang memperatkan kami dan memberikan gambaran pada diri sendiri apakah kita ini bloger aktif yang sering meng-update blog? atau bloger lupa password? ataukah bloger dengan banyak sarang laba-laba? atau gimana? Meskipun begitu, disinilah biasanya saya termotivasi untuk menulis utamanya sebelum ada meet up. Wkkkkkkk.. You know what I mean :D
Peserta Tudang Sipulung menyimak pembicaraan
Jangan pernah malu untuk mengakui kekurangan. Itulah prinsip yang harus ditanamkan agar kita mampu mengevaluasi diri. Coba bayangkan jika kita malu datang hanya karena kurang update menulis di blog. Padahal acara anging mammiri yang ingin kita datangi cukup bermanfaat untuk blog kita ataupun masa depan kita, jadinya kita melewatkan momen belajar yang belum tentu kita dapakan di masa depan atau di tempat lain.

Usai perkenalan, sesi selanjutnya diserahkan kepada kak Nunu selaku Ketua Komunitas Blogger Anging Mammiri. Beliau pun menjelaskan beberapa hal, mulai dari hal-hal apa saja yang dilakukan selama beliau menjabat sebagai ketua. Jadi, beneran ketuanya akan diganti? Masih bertanya-tanya ya dalam hati?

Beliau mengungkapkan bahwa banyak kegiatan-kegiatan AM yang dilakukan. Beberapa kegiatan yakni:
  • Kelas MAM. Kelas Makkunrainna Anging Mammiri ini khusus diberikan kepada para bloger perempuan di Komunitas Bloger Anging Mammiri. Ada yang tanya “Yang belum jadi anggota bagaimana?” Jawabannya “Boleh ikutan kok. Selama kalian perempuan dan ingin belajar, tapi memang harus punya blog dulu.” Yang belum punya? Ya, bikin dulu. Gampang kok! Yang penting punya e-mail tinggal daftar di salah satu penyedia halaman blog. Mulai dulu dari yang gratisan seperti blogger.com, wordpress.com, multiplay.com, dan lain sebagainya.
  • Tudang Sipulung. Beberapa tema tudang sipulung yang sempat terekam adalah Vlog Masa Depan Bloger?, Etika Penulisan Perempuan dan Anak, Serba-Serbi Difabel, Tudang Sipulung 11 Tahun Paccarita, Tudang Sipulung 12 Tahun Paccarita dan belajar tentang Authority Blog, dan Tudang Sipulung “New Performance of Anging Mammiri”
  • Klinik Blog. Kegiatan ini tiga kali diadakan, namun hanya mengetahui Klinik Blog 2 yang diadakan pada tanggal 4 November 2017 dan Klinik Blog 3 pada tanggal 2 Maret 2018.
  • Acara Gathering Bersama Komunitas ataupun sponsor seperti Gathering bersama Smartfren, Blog Sharing bersama Axis, Hijuo Bloggers Meet UP x Softex Daun Sirih, Ngopi Bareng Tiket.com, Gathering Netizen MPR-RI Makassar, Ngobras bareng Telkom, Gathering with Sakuku, dan masih banyak yang lainnya.
  • Ulang Tahun Paccarita (Blogger Anging Mammiri). Acara ini merupakan acara tahunan wajib untuk mempertemukan dan menyatukan hati kembali bersama kakak-kakak bloger lainnya. Di sini biasanya melakukan beberapa games seru  dan award untuk kakak-kakak berdasarkan beberapa kategori.
  • Kegiatan seru lainnya adalah Baku Tantang Nge-blog dimana peserta mendaftar terlebih dahulu kemudian akan diinformasikan tema yang diberikan, Lomba Blog, Instagram Challenge, dan lain sebagainya.

Lalu, bagaimana dengan New Performance of Anging Mammiri? Apakah ini maksudnya ada kegiatan baru yang ingin dilakukan? Kemudian pertanyaan ini pun dijawab dalam penjelasan kak Nunu. Beliau pun mengatakan bahwa tujuan meet up kali ini adalah untuk memperkenalkan para pengurus baru yang akan menahkodai komunitas ini beberapa tahun ke depan. Ini ngga tahu kapan selesainya tapi biasanya dua sampai tiga tahun.

Jadi, siapa saja sih yang diperkenalkan dalam kepengurusan baru kali ini?

Jrengg Jrengg Jrenggg Jrenggggg………. 

Berikut adalah susunan pengurus Komunitas Bloger Anging Mammiri 2019

Ketua Blogger Anging Mammiri 2019 : Herviana (Evhy) , www.evhykamaluddin.com
Sekertaris : Suryani Palamui (Yani), www.suryanipalamui.com
Bendahara : Raya, www.kacamataraya.net
Ketua Kelas MAM : Magfirah Istiqamah Ilham (Fira), www.magfiratulistiqamah.com
Divisi AM Projects : Samara Lasena, www.samaralasena.blogspot.com dan Andi Arifayani, www.andiarifayani.com
Divisi Public Relation (PR) : Fahril, www.fordotreal.com dan A.Citra Pratiwi (Citra), www.acitrapratiwi.com
Divisi Desain dan Dokumentasi (DnD) : Aisyah, www.aisyahreyzz.com
Beberapa wajah baru pengurus baru Paccarita
Divisi utama dalam hal ini adalah Divisi AM Project dan Kelas MAM yang bertugas untuk mengurus kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh Komunitas Blogger Anging Mammiri (AM). Kelas MAM khusus mengurusi kelas bagi para perempuan. Sedangkan divisi lainnya adalah supporter untuk mendukung kegiatan-kegiatan  AM agar terlaksana dengan baik. Adapun tugas dari PR adalah untuk menginformasikan tentang kegiatan-kegiatan AM baik di group WA, media sosial, dan website angingmammiri.org. DnD sendiri bertugas untuk membuat desain poster dan membuat dokumentasi kegiatan baik berupa foto maupun video.
Menilik sejarah kepengurusan Komunitas Blogger Anging Mammiri dibuat oleh Daeng Ipul 
Cukup sekian cerita tentang meet up kali ini. Selamat kepada kakak-kakak terpilih. Semoga pengurus yang baru dapat amanah dan mempersembahkan banyak kegiatan-kegiatan yang bermanfaat kedepannya baik di dunia maupun di akhirat kelak. Aamiin

Bagi yang berminat gabung di tim hore-hore untuk membantu pengurus dalam menjalankan kegiatan AM di masa mendatang, silahkan menghubungi Evhy, 081344107704 (Chat WA Only).
Pertemuan untuk kegiatan New Performance of Anging Mammiri besama Kak Nunu
Anyway, belakangan pengurus AM menambah pasukan dengan memasukkan Irma (www.cecein.wordpress.com) yang bertugas dalam divisi Public Relation. Adapun Rey (www.davincioners.blogspot.com) dimasukkan ke divisi AM Project. Selamat untuk kalian berdua, selamat bergabung kedalan tim hore-hore Paccarita :)

Info grafis dibuat oleh Daeng Ipul

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar – Barombong,

13 Februari 2019, 9:12AM!
,
Bismillahirrahmanirrahim
Bersama Netizen MPR-RI di Jimbaran Resto - ANcol
Selanjutnya, kami pun dibawa ke salah satu resto di Ancol. Resto ini berada di pinggir laut. Inilah pertama kalinya saya berkunjung ke sini.

Ketika kami sampai di Lokasi, rasanya seperti berada di Bali. Suasana dan interiornya benar-benar menunjukkan nuansa Bali sampai-sampai pertunjukannya pun ada tari Bali dan musik-musik khas Bali. Duh, kalau bisa dibilang, ini tuh Jakarta rasa Bali. Hahaha

Namun sayang, kami tak dapat menyaksikan indahnya sunset. Ini dikarenakan kami sampai ketika langit sudah mulai gelap. Belakangan saya tahu bahwa bus kami sempat tersesat. Sedangkan bus putih rupanya sampai terlebih dahulu dan masih mendapati sore hari yang lumayan terang di sini.


Meski begitu, rasa syukur yang tiada tara dapat makan bersama dengan blogger dari 11 Kota di sini. Kami sempat bernincang-bincang tentang banyak hal. Dari kegiatan kami hingga curhat tentang keluarga dan bagaimana mendidik anak. Sesekali saya mengungkapkan pendapat, tapi kebanyakan selalu mendengar.

Menjadi pendengar yang baik memang selalu menjadi pilihan saya dalam setiap kegiatan yang baru saya lakukan. Dengan mendengarkan, saya akan banyak belajar dari setiap orang yang berada di lingkungan tersebut. Tapi tenang saja, meski tak perlu mencuri perhatian dengan banyak berbicara, namun tetap saja kami menjadi sebuah keluarga baru yang saling merindu untuk bertemu kembali di kegiatan berikutnya.

Ambillah sebuah foto atau paling tidak ada dirimu di foto itu. Saat itulah, kamu mengukir sebuah kenangan. Itulah saat dimana kamu tetap akan dikenang. Paling tidak bagi orang yang memiliki atau melihat foto tersebut. Saya mungkin tak mengenal mereka terlalu dalam, namun waktu yang sudah dihabiskan bersama begitu seru dan menyenangkan.


Terima kasih semuanya karena sudah memiliki diri ini di acara yang super duper merekatkan. Terima kasih kepada komunitas blogger Makassar yang telah memilih diri ini untuk mewakili komunitas kami di acara nasional yang super duper keren. Semoga momen ini bisa terulang kembali bahkan lebih baik dari hari ini. Semoga kami bisa bertemu kembali di kegiatan mendatang dan mengekplore lebih banyak bagian lagi dari Ibu Kota bahkan Indonesia. ^^

Baca Juga: Keseruan Deklarasi Warga Net (Netizen) MPR-RI 2018 #Day3

Delegasi Makassar di Deklarasi Netizen MPR-RI menikmati sore di Jimbaran Resto Ancol
Delegasi Makassar di Deklarasi Netizen MPR-RI menikmati sore di Jimbaran Resto Ancol
Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Antang













16 Desember 2018, 1:20AM!
,
Bismillahirrahmanirrahim

Berfoto bersama Netizen MPR-RI di depan Museum Fatahillah
Berfoto bersama Netizen MPR-RI di depan Museum Fatahillah
Setelah makan siang dan bereksplorasi dalam Museum Macan, kali ini kita akan pindah ke Kota Tua. Bagi yang sudah berkunjung ke sini, tentu sudah tahu bagaimana kota Tua ini. Namun bagi kalian yang belum pernah ke sini, saya akan memberikan sedikit bocoran serta tips untuk berkunjung ke sini.

Baca juga : Eksplorasi Museum Macan 

Jadi, ketika kalian sampai di kota tua, kalian akan menyaksikan masa lalu kota Jakarta. Bangunan-bangunan tua yang masih utuh dipertahankan dari jaman dahulu. Ada beberapa museum yang dapat kalian kunjungi di sini. Ada museum wayang, museum Fatahillah, museum seni, dan masih banyak lagi. Kalian juga dapat melihat kantor pos jaman dahulu. Bedakah dengan yang sekarang? yuk buktikan sendiri!
Numpang foto dulu bareng sepeda ontel
Numpang foto dulu bareng sepeda ontel
Ada juga kafe Batavia yang terkenal dengan interiornya yang keren dan unik. Katanya sangat instagramable, tapi sayang hanya bisa menyaksikan dari luar ketika di sini. Selalu saja tak sempat masuk dan mencoba makanan di sini.
Bisa bersepeda di halaman museum. Dibelakang sana ada kafe Batavia
Bisa bersepeda di halaman museum. Dibelakang sana ada kafe Batavia
Selain itu, kalian juga dapat bersepeda menggunakan sepeda ontel. Sepeda jam dulu yang dilestarikan di Kota Tua ini. Mereka kemudian mewarnai ulang dengan warna-warna cerah agar kita juga bahagia bila melihat dan mengendarai sepeda ini di halaman museum Fatahillah. Sepeda ini dapat kalian sewa dalam beberapa jam dengan harga yang sangat terjangkau. Jadi bisa puas-puasan mengendarainya apalagi jika sekedar foto-foto.

Skefo, ini adalah kali ketiga saya berkunjung ke sini. Jadi kurang begitu excited. Walaupun begitu, saya tetap menikmati pemandangan Kota Tua dan mendokumentasikan momen-momen indah di sini. Ada hal baru yang saya kunjungi. Sebelumnya tak pernah terpikir untuk berkunjung ke salah-satu gedung di kawasan ini. Ajakan dari teman-teman bloger dari Makassar, akhirnya meruntuhkan ego dan membuat saya masuk ke Museum Wayang.
Foto dulu di depan Museum Wayan
Foto dulu di depan Museum Wayan
Yah, namanya museum wayang tentu yang dipamerkan adalah wayang. Ini sudah pasti. Meski awalnya tak tertarik, namun akhirnya saya begitu bersemangat menyaksikan koleksi-koleksi yang ada di sini. Sampai-sampai hampir ketinggalan di belakang gara-gara masih senang melihat-lihat isi dari museum ini. 
Salah satu peninggalan Belanda. Ngga ngerti artinya apa
Salah satu peninggalan Belanda. Ngga ngerti artinya apa
Beberapa karakter wayan yang di simpan dalam museum
Beberapa karakter wayan yang di simpan dalam museum
Ternyata tempat ini cukup luas dan terdapat dua lantai. Tidak semua yang dipamerkan adalah wayang, ada juga hal lainnya meski memang mendominasi sesuai namanya. Tempat ini sangat cocok untuk edukasi anak dan memperkenalkan budaya wayang Indonesia. Apalagi harga tiket masuknya tak terlalu mahal. 

Untuk tiket dewasa, cukup mengeluarkan uang sebesar Rp. 5.000,- sedang bagi mahasiswa cukup Rp. 3.000,-. Tentu saja kalian harus memperlihatkan bukti kartu mahasiswa kalian. Untuk anak-anak cukup membayar Rp. 2.000,-. Sungguh harga yang sangat-sangat-sangat terjangkau. Rugilah kalau tidak sempat masuk ke sini.
Koleksi lainnya yang ada di dalam museum berupa patung-patung yang disimpan dalam lemari display yang dikelilingi oleh kaca
Koleksi lainnya yang ada di dalam museum
Meski begitu, ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan jika berkunjung ke sini.  
  • Jangan membuang sampah sembarangan. Jagalah kebersihan Kota Tua kita
  • Usahakan pergi pagi atau sore hari biar tidak gosong alias merasakan sengatan terik matahari. Namun, jika terlanjur jadwal kalian harus datang di siang hari, pakailah sunblock, kacamata hitam, atau payung agar dapat bertahan di bawah paparan sinar matahari.
  • Ada baiknya pergi bersama teman, semakin rame semakin asyik. Biar ada yang fotoin juga, namun kalau harus banget pergi sendiri juga tak apa kok.
  • Kunjungilah setiap tempat yang ada di sekitarnya jika memiliki banyak waktu. Karena banyak sekali tempat-tempat bersejarah di sini. Salah satunya Museum wayan dan Museum Bank Indonesia yang tak jauh dari Museum Fatahillah.
  • Sediakan juga uang untuk beli oleh-oleh jika berminat karena di sini kalian dapat menemukan berbagai pernak-pernaik ataupun barang-barang khas yang dapat dijadikan oleh-oleh.
Masih ingat Si-Unyil? Karakter mereka juga ada di Museum Wayan
Masih ingat Si-Unyil? Karakter mereka juga ada di Museum Wayan
Cukup sekian keseruan di Kota Tua ini. Waktunya berpindah ke lokasi berikutnya.

Ini salah satu spot keren sebelum pintu keluar
Ini salah satu spot keren sebelum pintu keluar

Alhamdulillahirabbil`alamin

Makassar-Barombong,

15 Januari 2019, 8:47AM

Follow @hervianakamaluddin